{"id":83051,"date":"2026-06-01T09:16:56","date_gmt":"2026-06-01T09:16:56","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/01\/relaksasi-spt-hingga-akhir-mei-belum-mampu-dongkrak-kepatuhan-pelaporan-pajak-secara-signifikan\/"},"modified":"2026-06-01T09:16:56","modified_gmt":"2026-06-01T09:16:56","slug":"relaksasi-spt-hingga-akhir-mei-belum-mampu-dongkrak-kepatuhan-pelaporan-pajak-secara-signifikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/01\/relaksasi-spt-hingga-akhir-mei-belum-mampu-dongkrak-kepatuhan-pelaporan-pajak-secara-signifikan\/","title":{"rendered":"Relaksasi SPT hingga Akhir Mei Belum Mampu Dongkrak Kepatuhan Pelaporan Pajak Secara Signifikan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Relaksasi batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) bagi wajib pajak badan hingga 31 Mei 2026 belum mampu mendorong peningkatan signifikan terhadap tingkat kepatuhan pelaporan pajak secara nasional.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, jumlah SPT Tahunan yang diterima hingga berakhirnya masa relaksasi mencapai 13.593.754 laporan atau setara dengan sekitar 89 persen dari target pelaporan tahun 2026 yang ditetapkan sebanyak 15.273.761 SPT.<\/p>\n<p>Adapun jika dibandingkan dengan posisi per 30 April 2026 yang tercatat sebanyak 13.056.881 SPT, tambahan pelaporan selama periode relaksasi hanya mencapai 536.873 SPT, atau kenaikan dalam kurun satu bulan tersebut masih berada di bawah 4 persen.<\/p>\n<p>Adapun jumlah tersebut terdiri atas Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) Karyawan dari sebanyak 10.743.907 SPT menjadi 10.962.917, sedangkan OP Nonkaryawan dari 1.438.498 SPT jadi 1.504.209.<\/p>\n<p>Meski peningkatan secara agregat relatif terbatas, dampak relaksasi paling terasa pada kelompok wajib pajak badan yaitu jumlah SPT Badan berdenominasi rupiah naik dari 846.682 menjadi 1.079.466 laporan, atau tumbuh sekitar 27,5 persen dalam satu bulan. Sementara itu, SPT Badan berdenominasi dolar Amerika Serikat meningkat dari 1.379 menjadi 1.724 laporan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Kenaikan tertinggi secara persentase terjadi pada wajib pajak badan dengan tahun buku yang berbeda yaitu jumlah SPT Badan rupiah pada kelompok ini melonjak dari 26.184 menjadi 45.108 laporan, atau meningkat sekitar 72 persen. Kendati demikian, kontribusinya terhadap total pelaporan nasional masih tergolong kecil.<\/p>\n<p>Di sisi lain, tambahan pelaporan terbesar secara nominal justru berasal dari kelompok wajib pajak orang pribadi karyawan, yaitu sepanjang Mei 2026, segmen ini mencatat tambahan sebanyak 219.010 SPT, meskipun bukan menjadi sasaran utama kebijakan relaksasi tersebut.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, jumlah wajib pajak yang telah melakukan aktivasi akun Coretax DJP mencapai 19.051.508, dan dari total tersebut.<\/p>\n<p>Adapun target kepatuhan pelaporan tepat waktu ditetapkan sebanyak 15.273.761 SPT dengan realisasi pelaporan hingga akhir Mei sebesar 13,59 juta SPT, masih terdapat kekurangan sekitar 1,68 juta laporan untuk mencapai target yang telah ditentukan artinya, sekitar 11 persen target pelaporan belum terpenuhi.<\/p>\n<p>Sementara jika dibandingkan dengan total wajib pajak yang wajib melapor, tingkat kepatuhan pelaporan hingga akhir Mei baru mencapai sekitar 71,4 persen, yang menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan di Indonesia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/577909\/relaksasi-spt-hingga-akhir-mei-belum-mampu-dongkrak-kepatuhan-pelaporan-pajak-secara-signifikan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Relaksasi batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) bagi wajib pajak badan hingga 31 Mei 2026 belum mampu mendorong peningkatan signifikan terhadap tingkat kepatuhan pelaporan pajak secara nasional. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, jumlah SPT Tahunan yang diterima hingga berakhirnya masa relaksasi mencapai 13.593.754 laporan atau setara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83052,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-83051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83051"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83051\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}