{"id":83025,"date":"2026-06-01T07:03:05","date_gmt":"2026-06-01T07:03:05","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/01\/pidato-pancasila-prabowo-singgung-ekonomi-rakyat\/"},"modified":"2026-06-01T07:03:05","modified_gmt":"2026-06-01T07:03:05","slug":"pidato-pancasila-prabowo-singgung-ekonomi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/06\/01\/pidato-pancasila-prabowo-singgung-ekonomi-rakyat\/","title":{"rendered":"Pidato Pancasila Prabowo Singgung Ekonomi Rakyat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto menggunakan pidato Hari Lahir Pancasila untuk menyinggung kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang dinilai harus lebih berpihak kepada rakyat.<\/p>\n<p>Di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1\/6), Prabowo tidak hanya bicara soal persatuan bangsa. Ia menempatkan Pancasila sebagai dasar dalam membangun sistem ekonomi nasional.<\/p>\n<p>\u201cPancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional,\u201d kata Prabowo.<\/p>\n<p>Ia menyebut tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan sesuai nilai Pancasila.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam pidatonya, Prabowo mengakui ekonomi Indonesia memang tumbuh selama beberapa dekade terakhir. Namun, ia mempertanyakan apakah pertumbuhan itu sudah benar-benar dirasakan rakyat secara adil.<\/p>\n<p>Prabowo juga menyinggung kekayaan alam Indonesia yang selama ini dinilai belum sepenuhnya memberi manfaat bagi rakyat. Menurutnya, terlalu lama nilai tambah sumber daya alam lebih banyak dinikmati di luar negeri.<\/p>\n<p>\u201cTerlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karena itu, pemerintah akan menjalankan transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi sumber daya alam, penguatan koperasi, ekonomi desa, ketahanan pangan, serta perbaikan tata kelola agar kekayaan negara tidak terus bocor.<\/p>\n<p>Prabowo mengatakan pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan angka statistik. Petani, nelayan, pekerja, usaha kecil, hingga anak-anak dari keluarga miskin harus menjadi pihak yang merasakan hasil pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cPertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan,\u201d kata Presiden.<\/p>\n<p>.<\/p>\n<p>Prabowo juga memberi sinyal agenda itu tidak akan berjalan mudah. Ia menyebut pemerintah kemungkinan menghadapi perlawanan dari kelompok yang menikmati korupsi, penyelundupan, dan praktik ekonomi ilegal.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/577898\/pidato-pancasila-prabowo-singgung-ekonomi-rakyat\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Presiden Prabowo Subianto menggunakan pidato Hari Lahir Pancasila untuk menyinggung kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang dinilai harus lebih berpihak kepada rakyat. Di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1\/6), Prabowo tidak hanya bicara soal persatuan bangsa. Ia menempatkan Pancasila sebagai dasar dalam membangun sistem ekonomi nasional. \u201cPancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila adalah pedoman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83026,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-83025","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83025","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83025"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83025\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83026"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83025"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83025"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83025"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}