{"id":81274,"date":"2026-05-23T22:05:54","date_gmt":"2026-05-23T22:05:54","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/23\/china-kritik-rencana-peningkatan-belanja-pertahanan-jepang\/"},"modified":"2026-05-23T22:05:54","modified_gmt":"2026-05-23T22:05:54","slug":"china-kritik-rencana-peningkatan-belanja-pertahanan-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/23\/china-kritik-rencana-peningkatan-belanja-pertahanan-jepang\/","title":{"rendered":"China Kritik Rencana Peningkatan Belanja Pertahanan Jepang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/wRpitwzv6Cxe2b6PrHeGiVJT7UQl5iKomE9eopFRqY4\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81NzY3NzMvMjAyNjA1MjMxNDUxLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzc5NTIyNzExLmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; Kementerian Luar Negeri China mengkritik rencana peningkatan belanja pertahanan Jepang yang sedang disusun oleh partai berkuasa saat ini Partai Liberal Demokrat (LDP).<\/span><\/p>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s1\">&#8220;Anggaran pertahanan Jepang telah meningkat selama 14 tahun berturut-turut, tetapi kekuatan sayap kanan Jepang masih menuntut peningkatan pengeluaran pertahanan. Ini sekali lagi menunjukkan topeng &#8216;negara perdamaian&#8217; Jepang mulai terlepas dan negara itu tergelincir ke arah neo-militerisme,&#8221; kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing dilansir ANTARA, Sabtu, 23 Mei.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">LDP yang memimpin pemerintahan Jepang saat ini sedang mempertimbangkan peningkatan anggaran pertahanan menjadi 3-5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan target yang didorong Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Rencana tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Komisi Penelitian Keamanan LDP menjelang revisi tiga dokumen utama keamanan Jepang pada akhir tahun ini, yakni Strategi Keamanan Nasional, Strategi Pertahanan Nasional, dan Program Pembangunan Pertahanan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">\u201cMenurut statistik terbaru, pengeluaran pertahanan Jepang meningkat sebesar 9,7 persen pada tahun 2025, yang mencapai rekor tertinggi. Impor senjatanya meningkat sebesar 76 persen selama lima tahun terakhir,\u201d ujar Guo Jiakun.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Ia mengingatkan setelah Perang Dunia II, Konstitusi Jepang memberlakukan pembatasan ketat terhadap militer negara tersebut, termasuk hak untuk berperang, serta menetapkan prinsip \u201cpertahanan eksklusif\u201d melalui legislasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">\u201cSekarang, kekuatan sayap kanan Jepang sedang mengejar peningkatan anggaran pertahanan, melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan, mendukung pengembangan industri pertahanan, dan bahkan mencoba untuk menjadikannya pilar ekonomi untuk melayani agenda pembangunan militer dan remiliterisasi mereka,\u201d kata Guo Jiakun.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">China juga meminta negara-negara Asia Pasifik untuk tetap waspada dan menolak langkah-langkah yang dinilai mengarah pada neo-militerisme Jepang demi menjaga stabilitas kawasan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Rancangan LDP menyebut Jepang \u201charus melanjutkan diskusi konkret dan realistis berdasarkan penilaiannya sendiri sambil mempertimbangkan upaya NATO dan pihak lainnya.\u201d Pemerintah Jepang juga didorong untuk memperkuat fondasi ekonomi, fiskal, dan keuangan sebagai dasar keamanan nasional.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Proposal revisi dokumen keamanan tersebut dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah Jepang pada awal Juni 2026.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\"><strong>Anggaran pertahanan<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi sebelumnya telah menaikkan proporsi belanja keamanan menjadi 2 persen dari PDB pada akhir 2025, lebih cepat dari target awal tahun fiskal 2027.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump juga mendorong negara-negara anggota NATO meningkatkan belanja pertahanan inti menjadi 3,5 persen dari PDB dan total 5 persen jika digabung dengan belanja pertahanan terkait lainnya pada 2035.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Di sisi lain, militer ASberencana menempatkan peluncur rudal jarak menengah Typhon dan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) di Jepang bagian barat daya pada Juni 2026 untuk latihan gabungan dengan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF).<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Sistem tersebut akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kanoya milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Prefektur Kagoshima dalam latihan gabungan Valiant Shield dan Orient Shield yang berlangsung antara Juni hingga September. Setelah latihan selesai, Typhon dan HIMARS akan dipindahkan ke pangkalan militer AS di Jepang untuk disimpan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">\u201cChina menentang pengerahan sistem rudal jarak menengah AS di negara-negara Asia, dan telah menyatakan hal ini beberapa kali. Pengerahan Typhon, senjata ofensif strategis, akan merugikan kepentingan keamanan sah negara lain, mengancam keamanan strategis regional, dan meningkatkan risiko konfrontasi militer dan perlombaan senjata,\u201d tegas Guo Jiakun.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Menurutnya, langkah tersebut hanya akan merugikan perdamaian dan stabilitas kawasan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">\u201cSelama bertahun-tahun, masyarakat dari berbagai negara Asia, termasuk Jepang, telah menyuarakan penentangan mereka terhadap pengerahan tersebut. China mendesak AS dan Jepang untuk mendengarkan seruan negara-negara regional, memperbaiki praktik yang salah, dan memainkan peran positif dengan tindakan nyata untuk perdamaian dan stabilitas regional,\u201d ujar Guo Jiakun.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">Ia menambahkan latihan militer yang melibatkan sistem Typhon dan HIMARS menjadi contoh lain percepatan remiliterisasi Jepang.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s2\">\u201cBerbagai tanda menunjukkan kekuatan sayap kanan Jepang berupaya melakukan restrukturisasi menyeluruh terhadap kemampuan militer Jepang dan mempersiapkan diri untuk apa yang disebut \u2018konflik berkepanjangan\u2019. Hal ini pada dasarnya akan mengikis Konstitusi Jepang dan aturan hukum internasional dan domestik, serta menantang tatanan internasional pascaperang, yang tidak konsisten dengan citra Jepang yang diklaim sebagai \u2018negara damai\u2019,\u201d kata Guo Jiakun.<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/576773\/china-kritik-rencana-peningkatan-belanja-pertahanan-jepang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Kementerian Luar Negeri China mengkritik rencana peningkatan belanja pertahanan Jepang yang sedang disusun oleh partai berkuasa saat ini Partai Liberal Demokrat (LDP). &#8220;Anggaran pertahanan Jepang telah meningkat selama 14 tahun berturut-turut, tetapi kekuatan sayap kanan Jepang masih menuntut peningkatan pengeluaran pertahanan. Ini sekali lagi menunjukkan topeng &#8216;negara perdamaian&#8217; Jepang mulai terlepas dan negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81275,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-81274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81274"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81274\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}