{"id":80945,"date":"2026-05-22T10:53:18","date_gmt":"2026-05-22T10:53:18","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/22\/polda-ntb-dalami-aliran-uang-kasus-17-kg-sabu-terkait-mantan-kapolres-bima\/"},"modified":"2026-05-22T10:53:18","modified_gmt":"2026-05-22T10:53:18","slug":"polda-ntb-dalami-aliran-uang-kasus-17-kg-sabu-terkait-mantan-kapolres-bima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/22\/polda-ntb-dalami-aliran-uang-kasus-17-kg-sabu-terkait-mantan-kapolres-bima\/","title":{"rendered":"Polda NTB Dalami Aliran Uang Kasus 17 Kg Sabu terkait Mantan Kapolres Bima"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">MATARAM &#8211; Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mendalami dugaan aliran dana dalam kasus peredaran 17 kilogram (kg) sabu yang diduga menyeret nama mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Roman Smaradhana Elhaj mengatakan pihaknya perlu pendalaman karena belum ada bukti yang mengarah ke dugaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">&#8220;Itu nanti kita dalami. Itu baru omongan mereka,&#8221; katanya dilansir ANTARA, Jumat, 22 Mei.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Ia menerangkan informasi 17 kilogram tersebut beredar sebelum penangkapan Didik Putra Kuncoroterkait kasus Erwin Iskandar alias Koko Erwin dalam peredaran setengah kilogram hasil penangkapan Malaungi, mantan Kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Oleh karena itu, katanya, perlu waktu untuk melakukan pendalaman melalui proses pengumpulan alat bukti.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">&#8220;Masalahnya kalau yang sudah beredar itu, kita perlu pembuktian yang kuat. Makanya, yang jelas yang kita tangani, yang ada barang bukti (setengah kilogram) itu,&#8221; ucap Kombes Roman.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Informasi adanya dugaan aliran uang peredaran 17 kilogram sebelum penangkapan Malaungi dengan barang bukti titipan Koko Erwin sebanyak setengah kilogram ini, muncul pertamakali dari pernyataan jaksa peneliti pada Kejati NTB, Budi Muklish pada 28 April 2026.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Budi Muklish awalnya mengungkap sesuai dengan pernyataan Kombes Roman perihal adanya penelitian berkas perkara narkotika untuk Didik dan delapan orang lainnya, termasuk Koko Erwin.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Meskipun tidak menjelaskan secara lengkap siapa saja nama-nama tersangka dari sembilan berkas perkara, jaksa peneliti menerangkan, berkas perkara narkotika dari jaringan peredaran Koko Erwin ini secara keseluruhan telah dikembalikan ke penyidik kepolisian.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Dalam pengembalian berkas, jaksa peneliti memberikan sejumlah petunjuk, salah satu materi yang paling krusial perihal penerapan pidana.<\/span><\/p>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Sebelumnya, penyidik kepolisian disebut hanya mencantumkan pidana tentang kepemilikan narkotika.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">&#8220;Itu berkaitan Pasal 609 KUHP baru, kalau itu &#8216;kan hanya soal kepemilikan, menguasai, kalau seperti itu tidak bisa di TPPU-kan,&#8221; kata jaksa peneliti.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Karena itu dalam petunjuk tambahan, jaksa peneliti meminta penyidik mengembangkan kasus ini ke persoalan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan menambahkan pasal pidana terkait peredaran narkotika.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Menurut jaksa, persoalan TPPU sudah secara gamblang terungkap dalam rangkaian penyidikan kasus peredaran narkotika di Kota Bima yang berada di bawah penanganan Polda NTB dan Bareskrim Polri tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">Jaksa peneliti menyebut ada setoran uang hasil peredaran yang secara terstruktur masuk ke kantong para tersangka, khususnya dari kalangan pejabat kepolisian.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s1\">&#8220;Jadi, bukan hanya Rp2,8 miliar itu saja. Itu pun kami yang ungkap, baru penyidik mau buka. Ada lagi aliran lainnya dari peredaran 17 kilogram, tiap satu kilogram itu, ada setoran Rp150 juta ke atas. Itu makanya kami minta giring juga TPPU-nya,&#8221; ucap jaksa peneliti.<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/576636\/polda-ntb-dalami-aliran-uang-kasus-17-kg-sabu-terkait-mantan-kapolres-bima\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MATARAM &#8211; Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mendalami dugaan aliran dana dalam kasus peredaran 17 kilogram (kg) sabu yang diduga menyeret nama mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro. Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Kombes Roman Smaradhana Elhaj mengatakan pihaknya perlu pendalaman karena belum ada bukti yang mengarah ke dugaan tersebut. &#8220;Itu nanti kita dalami. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80946,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-80945","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80945","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80945"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80945\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80945"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80945"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80945"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}