{"id":80698,"date":"2026-05-21T12:08:18","date_gmt":"2026-05-21T12:08:18","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/21\/whatsapp-siapkan-fitur-burn-after-reading-chat-bisa-hilang-otomatis-setelah-dibaca\/"},"modified":"2026-05-21T12:08:18","modified_gmt":"2026-05-21T12:08:18","slug":"whatsapp-siapkan-fitur-burn-after-reading-chat-bisa-hilang-otomatis-setelah-dibaca","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/21\/whatsapp-siapkan-fitur-burn-after-reading-chat-bisa-hilang-otomatis-setelah-dibaca\/","title":{"rendered":"WhatsApp Siapkan Fitur \u201cBurn After Reading\u201d, Chat Bisa Hilang Otomatis Setelah Dibaca"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p data-start=\"96\" data-end=\"301\"><span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">JAKARTA &#8211; WhatsApp<\/span><\/span> tengah mengembangkan fitur privasi baru yang memungkinkan pesan terhapus otomatis setelah dibaca penerima. Fitur yang dijuluki banyak pengamat sebagai \u201c<em>burn after reading<\/em>\u201d ini disebut sedang diuji pada perangkat iOS maupun Android dan berpotensi menjadi salah satu pembaruan terbesar WhatsApp dalam urusan privasi percakapan.<\/p>\n<p data-start=\"936\" data-end=\"1287\">Informasi tersebut pertama kali muncul melalui laporan <em>WABetaInfo,<\/em> situs yang kerap membocorkan fitur-fitur baru WhatsApp sebelum dirilis secara resmi. Dalam pengujian terbaru, pengguna nantinya dapat mengatur pesan agar hilang setelah penerima membacanya, bukan hanya berdasarkan hitungan waktu tertentu seperti sistem disappearing messages saat ini.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"1289\" data-end=\"1573\">Selama ini, fitur <em>disappearing messages<\/em> di WhatsApp bekerja menggunakan <em>timer<\/em> tetap. Pengguna bisa memilih agar pesan hilang dalam 24 jam, tujuh hari, atau 90 hari. Namun sistem tersebut dinilai kurang fleksibel karena pesan tetap akan terhapus meski penerima belum sempat membacanya.<\/p>\n<p data-start=\"1575\" data-end=\"1838\">Lewat pembaruan baru ini, WhatsApp mencoba mengubah pendekatan tersebut. Penghapusan pesan kini akan dipicu setelah chat dibuka dan dibaca oleh penerima. Dengan begitu, pengirim mendapat kepastian bahwa pesan sudah dilihat sebelum akhirnya lenyap dari percakapan.<\/p>\n<p data-start=\"1840\" data-end=\"2107\">Fitur tersebut disebut akan hadir melalui opsi baru bernama \u201c<em>after reading<\/em>\u201d di menu pengaturan <em>disappearing messages<\/em>. Setelah pesan dibaca, pengguna dapat menentukan berapa lama pesan bertahan sebelum otomatis terhapus, mulai dari lima menit, satu jam, hingga 12 jam.<\/p>\n<p data-start=\"2109\" data-end=\"2464\">Menariknya, sistem <em>timer<\/em> antara pengirim dan penerima tidak berjalan secara sinkron. Jika pengirim memilih <em>timer<\/em> lima menit, pesan akan hilang dari perangkat pengirim setelah lima menit berlalu. Namun apabila penerima belum membuka chat selama beberapa jam, pesan tetap tersedia di perangkat mereka. <em>Timer<\/em> baru akan aktif setelah pesan benar-benar dibaca.<\/p>\n<p data-start=\"2466\" data-end=\"2693\">WhatsApp juga disebut tetap mempertahankan batas maksimum untuk pesan yang tidak dibuka. Jika penerima sama sekali tidak membaca pesan dalam waktu 24 jam, sistem akan otomatis menghapus pesan tersebut tanpa menunggu lebih lama.<\/p>\n<p data-start=\"2695\" data-end=\"3018\">Kehadiran fitur ini memperlihatkan bagaimana persaingan aplikasi pesan instan semakin bergeser ke arah privasi ekstrem. Dalam beberapa tahun terakhir, platform seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Signal<\/span><\/span> dan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Telegram<\/span><\/span> terus mendorong fitur keamanan dan pesan temporer sebagai nilai jual utama.<\/p>\n<p data-start=\"3020\" data-end=\"3190\">WhatsApp sendiri selama ini memang memiliki fitur enkripsi <em>end-to-end<\/em>, tetapi masih dianggap lebih konservatif dibanding rivalnya dalam urusan kontrol privasi percakapan.<\/p>\n<p data-start=\"3192\" data-end=\"3491\">Langkah terbaru ini juga muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pengguna soal keamanan data digital dan jejak percakapan online. Pesan yang bisa menghilang otomatis setelah dibaca dianggap memberi rasa aman tambahan, terutama untuk informasi sensitif, percakapan pribadi, atau dokumen sementara.<\/p>\n<p data-start=\"3493\" data-end=\"3838\">Meski demikian, seperti fitur <em>disappearing messages<\/em> lainnya, sistem ini tetap memiliki celah. Pengguna lain masih bisa mengambil <em>screenshot<\/em>, merekam layar, atau memfoto chat menggunakan perangkat lain sebelum pesan menghilang. Dengan kata lain, fitur ini lebih berfungsi mengurangi jejak digital kasual ketimbang menjadi sistem keamanan absolut.<\/p>\n<p data-start=\"3840\" data-end=\"4132\">Menurut laporan yang beredar, pengujian fitur ini pertama kali muncul di Android pada April 2026 sebelum akhirnya diperluas ke iOS. Fakta bahwa pengembangannya kini berjalan di dua sistem operasi besar sekaligus dianggap menjadi sinyal bahwa peluncuran global kemungkinan sudah semakin dekat.<\/p>\n<p data-start=\"4134\" data-end=\"4405\">Sampai saat ini, <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Meta<\/span><\/span> maupun WhatsApp belum memberikan tanggal resmi perilisan fitur tersebut. Namun jika benar dirilis dalam waktu dekat, pengguna kemungkinan akan segera melihat perubahan besar dalam cara percakapan digital berlangsung.<\/p>\n<p data-start=\"4407\" data-end=\"4526\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Era chat abadi tampaknya mulai ditinggalkan. Sekarang pesan bukan cuma bisa <em>\u201clast seen\u201d<\/em>, tapi juga bisa \u201c<em>last breathe<\/em>\u201d.<\/p>\n<p><a style=\"display: inline-flex; align-items: center; gap: 8px; padding: 12px 20px; background-color: #25d366; color: white; text-decoration: none; font-weight: bold; border-radius: 8px; font-family: Arial, sans-serif;\" href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029VamlU850gcfBaMTjry0w\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Ikuti Whatsapp Channel VOI <\/a><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/576383\/whatsapp-siapkan-fitur-burn-after-reading-chat-bisa-hilang-otomatis-setelah-dibaca\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; WhatsApp tengah mengembangkan fitur privasi baru yang memungkinkan pesan terhapus otomatis setelah dibaca penerima. Fitur yang dijuluki banyak pengamat sebagai \u201cburn after reading\u201d ini disebut sedang diuji pada perangkat iOS maupun Android dan berpotensi menjadi salah satu pembaruan terbesar WhatsApp dalam urusan privasi percakapan. Informasi tersebut pertama kali muncul melalui laporan WABetaInfo, situs [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80699,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-80698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80698","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80698"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80698\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}