{"id":80497,"date":"2026-05-20T14:50:13","date_gmt":"2026-05-20T14:50:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/20\/tokoh-muda-nu-soroti-isu-restu-penguasa-dalam-suksesi-pbnu\/"},"modified":"2026-05-20T14:50:13","modified_gmt":"2026-05-20T14:50:13","slug":"tokoh-muda-nu-soroti-isu-restu-penguasa-dalam-suksesi-pbnu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/20\/tokoh-muda-nu-soroti-isu-restu-penguasa-dalam-suksesi-pbnu\/","title":{"rendered":"Tokoh Muda NU Soroti Isu Restu Penguasa dalam Suksesi PBNU"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 Tokoh muda Nahdlatul Ulama, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, mengingatkan pentingnya menjaga independensi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia menilai munculnya isu campur tangan kekuasaan dalam dinamika suksesi kepemimpinan PBNU dapat mencederai marwah organisasi ulama terbesar di Indonesia tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Gus Lilur, menjelang Muktamar ke-35 suasana politik internal NU mulai menghangat dengan munculnya berbagai poros dan manuver politik. Namun, ia menyoroti adanya pembicaraan mengenai figur-figur yang dianggap mendapat restu penguasa atau dekat dengan lingkaran kekuasaan negara.<\/p>\n<p>\u201cKita mulai mendengar percakapan tentang siapa yang direstui penguasa, siapa yang dekat dengan presiden, siapa yang mendapat dukungan jaringan negara. Seolah-olah Muktamar NU hanya bisa selesai jika ada lampu hijau dari negara,\u201d kata Gus Lilur dalam keterangannya, Selasa 20 Mei.<\/p>\n<p>Ia menegaskan cara pandang seperti itu tidak hanya keliru, tetapi juga menyakitkan secara historis bagi warga nahdliyin. Sebab, kata dia, NU bukan organisasi yang lahir dari kekuasaan negara, melainkan bagian penting dari sejarah berdirinya Republik Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cNU bukan ormas biasa yang bisa diperlakukan sebagai alat politik kekuasaan. Republik ini berdiri juga karena jasa para ulama dan kiai NU,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Gus Lilur mengingatkan hubungan historis antara Presiden pertama RI Soekarno dengan pendiri NU KH Hasyim Asy\u2019ari menunjukkan besarnya penghormatan negara kepada ulama. Dalam sejarah, kata dia, para pemimpin republik justru datang meminta pandangan kepada para kiai.<\/p>\n<p>\u201cYang datang kepada kiai adalah presiden. Bukan kiai yang datang meminta restu kepada presiden. Di situ ada adab dan penghormatan sejarah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung peran besar Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dikeluarkan ulama NU dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan kembali oleh Belanda. Menurutnya, resolusi tersebut menjadi tonggak penting yang menggerakkan santri dan rakyat untuk mempertahankan republik.<\/p>\n<p>\u201cPesantren menjadi pusat perjuangan. Santri turun ke medan perang. Tetapi setelah republik berdiri, para kiai tidak berebut kekuasaan. Mereka kembali ke pesantren dan membina umat,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Gus Lilur mengaku prihatin apabila terdapat upaya campur tangan kekuasaan dalam proses suksesi kepemimpinan NU, baik melalui pengondisian dukungan politik, penggunaan jaringan birokrasi, maupun upaya memengaruhi arah Muktamar.<\/p>\n<p>\u201cIni bukan sekadar soal politik biasa. Ini soal martabat sejarah dan kehormatan organisasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Gus Lilur menyatakan dirinya percaya Presiden Prabowo Subianto memahami posisi NU sebagai kekuatan moral bangsa dan tidak akan mencampuri dinamika internal organisasi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya percaya Presiden Prabowo adalah seorang negarawan. Menghormati NU bukan berarti mengendalikan NU, tetapi membiarkan warga nahdliyin menentukan jalannya sendiri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga mengutip pandangan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mengingatkan agar organisasi keagamaan tidak terlalu dekat dengan kekuasaan karena berpotensi kehilangan daya kritis dan otoritas moralnya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Menurut Gus Lilur, Muktamar NU ke-35 bukan sekadar forum memilih Ketua Umum PBNU dan Rais Aam, tetapi juga menjadi ujian bagi kemandirian organisasi dalam menjaga marwahnya sebagai penjaga moral bangsa.<\/p>\n<p>\u201cYang sedang dipertaruhkan bukan hanya kursi kepemimpinan PBNU, tetapi marwah NU sebagai kekuatan moral bangsa,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/576260\/tokoh-muda-nu-soroti-isu-restu-penguasa-dalam-suksesi-pbnu\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Tokoh muda Nahdlatul Ulama, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, mengingatkan pentingnya menjaga independensi Nahdlatul Ulama menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Ia menilai munculnya isu campur tangan kekuasaan dalam dinamika suksesi kepemimpinan PBNU dapat mencederai marwah organisasi ulama terbesar di Indonesia tersebut. Menurut Gus Lilur, menjelang Muktamar ke-35 suasana politik internal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-80497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}