{"id":80381,"date":"2026-05-20T04:34:21","date_gmt":"2026-05-20T04:34:21","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/20\/dppkh-sambas-ingatkan-panitia-kurban-jaga-kebersihan-daging-jangan-sampai-terkontaminasi\/"},"modified":"2026-05-20T04:34:21","modified_gmt":"2026-05-20T04:34:21","slug":"dppkh-sambas-ingatkan-panitia-kurban-jaga-kebersihan-daging-jangan-sampai-terkontaminasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/20\/dppkh-sambas-ingatkan-panitia-kurban-jaga-kebersihan-daging-jangan-sampai-terkontaminasi\/","title":{"rendered":"DPPKH Sambas Ingatkan Panitia Kurban Jaga Kebersihan Daging, Jangan Sampai Terkontaminasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<h3><span style=\"font-size: 16px;\">Sambas, Fokus Berita <\/span><span style=\"font-size: 16px;\">\u2013 Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mengingatkan panitia kurban agar memperhatikan kebersihan dalam penanganan hingga pengemasan daging kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah.<\/span><\/h3>\n<p>Kepala Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan penanganan daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Menurutnya, proses yang tidak higienis dapat menurunkan kualitas daging dan berisiko membahayakan kesehatan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPenanganan daging dan jeroan harus dipisahkan. Kemasan daging juga harus menggunakan plastik yang bersih agar kualitas daging tetap terjaga saat dibagikan kepada masyarakat,\u201d kata Hendy, Rabu (20\/5\/2026).<\/p>\n<p>Hendy menjelaskan, lokasi pencacahan dan pengemasan daging harus berada di tempat yang bersih serta mudah dibersihkan. Panitia juga diminta tidak makan, minum, maupun merokok di area penanganan daging kurban.<\/p>\n<p>Selain itu, daging kurban tidak boleh diletakkan langsung di atas tanah. Panitia harus menggunakan alas atau wadah yang bersih dan mudah dicuci. Penggunaan talenan berbahan kayu juga tidak dianjurkan karena berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri.<\/p>\n<p>Hendy turut mengingatkan agar daging kurban tidak disimpan terlalu lama tanpa pendingin. Menurutnya, daging yang tidak menggunakan fasilitas pendingin maksimal hanya boleh disimpan selama empat jam sebelum segera dibagikan kepada penerima.<\/p>\n<p>\u201cKebersihan petugas juga sangat penting. Petugas pemotongan dan pengemasan harus menjaga kebersihan diri agar daging tidak terkontaminasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap seluruh panitia kurban di Kabupaten Sambas dapat menerapkan standar kebersihan tersebut. Dengan begitu, masyarakat dapat menerima daging kurban yang sehat, aman, dan layak konsumsi.(Rai)<\/p>\n<p> <!-- AI CONTENT END 2 --><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediakalbarnews.com\/dppkh-sambas-ingatkan-panitia-kurban-jaga-kebersihan-daging-jangan-sampai-terkontaminasi\/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dppkh-sambas-ingatkan-panitia-kurban-jaga-kebersihan-daging-jangan-sampai-terkontaminasi\">Sumber<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sambas, Fokus Berita \u2013 Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas mengingatkan panitia kurban agar memperhatikan kebersihan dalam penanganan hingga pengemasan daging kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Kepala Dinas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hendy Wijaya, mengatakan penanganan daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Menurutnya, proses yang tidak higienis dapat menurunkan kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":80382,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-80381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80381\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}