{"id":78072,"date":"2026-05-09T09:18:00","date_gmt":"2026-05-09T09:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/09\/industri-fesyen-dan-kriya-sumbang-rp12013-triliun-hingga-kuartal-i-2026\/"},"modified":"2026-05-09T09:18:00","modified_gmt":"2026-05-09T09:18:00","slug":"industri-fesyen-dan-kriya-sumbang-rp12013-triliun-hingga-kuartal-i-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/09\/industri-fesyen-dan-kriya-sumbang-rp12013-triliun-hingga-kuartal-i-2026\/","title":{"rendered":"Industri Fesyen dan Kriya Sumbang Rp120,13 Triliun hingga Kuartal I-2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri fesyen dan kriya menjadi salah satu sektor yang memiliki peran sangat penting dan strategis dalam mendukung perekonomian nasional.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB industri fesyen dan kriya pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp120,13 triliun, naik 7,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni Rp111,34 triliun.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Pertumbuhan industri fesyen dan kriya pada 2025 mencapai 4,93 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 2,43 persen,&#8221; ujar Agus dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut dia, kinerja positif tersebut didukung juga oleh peningkatan investasi. Pada kuartal I-2026, investasi PMDN di sektor tersebut mencapai Rp4,83 triliun, sedangkan PMA mencapai Rp9,38 triliun, sehingga total investasi mencapai Rp14,21 triliun.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Di samping itu, capaian ekspor industri fesyen dan kriya nasional turut menunjukkan kinerja positif. Selama Januari\u2013Februari 2026, nilai ekspor industri fesyen pakaian jadi tercatat mencapai 1,44 miliar dolar AS, industri tekstil sebesar 0,52 miliar dolar AS dan industri kriya mencapai 2,43 miliar dolar AS.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Capaian ini menunjukkan industri fesyen dan kriya nasional masih memiliki daya saing kuat di tengah dinamika pasar global,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain industri besar, kata Agus, industri kecil dan menengah di subsektor fesyen dan kriya turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam pemerataan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Data BPS pada 2024, lanjut dia, jumlah unit usaha industri fesyen dan kriya pada skala IKM tercatat 1,75 juta unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 3,69 juta orang.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Jumlah tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan industri fesyen dan kriya nasional,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Agus mengungkapkan, berbagai pertimbangan kenapa Balai Pembangunan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Kementerian Perindustrian dibangun di Provinsi Bali. Dia melihat dari potensi dan ekosistem industri yang kuat, khususnya ada di Bali yaitu ada 25 sentra IKM fesyen dan 197 sentra IKM kriya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Sehingga, menempatkan provinsi tersebut sebagai salah satu pusat industri kreatif terbesar di Indonesia. Bali memiliki peran strategis sebagai simpul pengembangan industri fesyen dan kriya nasional,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain itu, kata Agus, Bali juga memiliki peran sangat strategis sebagai simpul pengembangan industri fesyen dan kriya nasional. Tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi sebagai bagian penting dari ekosistem industri kreatif yang terhubung dengan pasar nasional maupun internasional.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Agus menjelaskan, BPIFK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing industri kecil menengah fesyen dan kriya. Menurutnya, program-program BPIFK tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan wirausaha baru, pengembangan inkubator bisnis, peningkatan kemitraan, fasilitasi promosi IKM serta penguatan transformasi industri 4.0.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Kami harapkan, kehadiran BPIFK dapat menjadi katalis penguatan industri fesyen dan kriya nasional,&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sebagai informasi, pembangunan Gedung BPIFK dimulai sejak 14 November 2024 hingga 13 Februari 2026. Gedung tersebut berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dan saat ini tengah dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) serta penilaian sebagai Bangunan Gedung Hijau (BGH).<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/574615\/industri-fesyen-dan-kriya-sumbang-rp120-13-triliun-hingga-kuartal-2026\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri fesyen dan kriya menjadi salah satu sektor yang memiliki peran sangat penting dan strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB industri fesyen dan kriya pada kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp120,13 triliun, naik 7,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78073,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-78072","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78072","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78072"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78072\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78073"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78072"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78072"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78072"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}