{"id":78003,"date":"2026-05-09T02:40:58","date_gmt":"2026-05-09T02:40:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/09\/catat-ini-pengeluaran-yang-pertama-dipangkas-saat-mulai-berhemat\/"},"modified":"2026-05-09T02:40:58","modified_gmt":"2026-05-09T02:40:58","slug":"catat-ini-pengeluaran-yang-pertama-dipangkas-saat-mulai-berhemat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/09\/catat-ini-pengeluaran-yang-pertama-dipangkas-saat-mulai-berhemat\/","title":{"rendered":"Catat, Ini Pengeluaran yang Pertama Dipangkas saat Mulai Berhemat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Antropolog Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menilai gaya hidup konsumtif seperti nongkrong di tempat mahal hingga belanja impulsif menjadi jenis pengeluaran yang paling memungkinkan dikurangi ketika seseorang ingin menjalani gaya hidup hemat atau <em>frugal living<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita mau hidup sederhana,<em>frugal living<\/em>, ya jelas gaya hidup yang gagasannya adalah konsumsi barang-barang<em>tertier<\/em>,\u201d kata Semiarto ketika dihubungi oleh <em>Antara <\/em>pada Jumat.<\/p>\n<p>Menurut Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia itu, pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan tersier menjadi salah satu bagian yang paling mudah ditekan dalam pola konsumsi sehari-hari.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan kebiasaan nongkrong di mal, membeli kopi premium, hingga makan di tempat mahal sebagai pengeluaran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Ia mengatakan gaya hidup hemat bukan berarti tidak boleh menikmati hiburan atau konsumsi tertentu, tetapi lebih kepada kemampuan mengatur prioritas pengeluaran secara rasional.<\/p>\n<p>\u201cKopi sekarang kisaran harganya dari Rp5.000 sampai di atas Rp100.000. Pilihannya itu aja. Hidup disesuaikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain pengeluaran gaya hidup, Semiarto juga menyoroti kebiasaan<em>impulse consumption<\/em>atau konsumsi impulsif yang didorong faktor emosional dan tren media sosial.<\/p>\n<p>\u201cAda diskon, buruan. Ada<em>flash sale<\/em>, ayo buruan. Atau sekadar FOMO(takut tertinggal tren) aja, si A, si B, si C sudah beli kok kita enggak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan kebiasaan membeli barang karena dorongan tren maupun status sosial sering kali membuat konsumsi menjadi tidak esensial.<\/p>\n<p>Menurut dia, fanatisme terhadap merek tertentu maupun kebiasaan mengganti gawai terlalu cepat juga menjadi pengeluaran yang dapat dikurangi.<\/p>\n<p>\u201cHP itu bisa tahan tiga sampai empat tahun, tapi karena setengah tahun sekali ada model baru, enggak perlulah kita ganti terus,\u201d kata Semiarto.<\/p>\n<p>Meski demikian, ia menilai terdapat sejumlah kebutuhan yang sebaiknya tidak ditekan secara berlebihan, seperti kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan penunjang mobilitas dan akses internet.<\/p>\n<p>\u201cYang susah dikurangi itu kesehatan dan pendidikan. Biasanya itu sudah prioritas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Semiarto menambahkan gaya hidup hemat pada dasarnya bukan sekadar mengurangi pengeluaran, melainkan mengonsumsi sesuatu secara lebih bijaksana dan sesuai kebutuhan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/574535\/catat-ini-pengeluaran-yang-pertama-dipangkas-saat-mulai-berhemat\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Antropolog Indonesia Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto menilai gaya hidup konsumtif seperti nongkrong di tempat mahal hingga belanja impulsif menjadi jenis pengeluaran yang paling memungkinkan dikurangi ketika seseorang ingin menjalani gaya hidup hemat atau frugal living. \u201cKalau kita mau hidup sederhana,frugal living, ya jelas gaya hidup yang gagasannya adalah konsumsi barang-barangtertier,\u201d kata Semiarto [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-78003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78003"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78003\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}