{"id":77864,"date":"2026-05-08T08:44:23","date_gmt":"2026-05-08T08:44:23","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/08\/studi-ungkap-konsumsi-buah-dan-sayur-kurangi-risiko-tantrum-pada-anak\/"},"modified":"2026-05-08T08:44:23","modified_gmt":"2026-05-08T08:44:23","slug":"studi-ungkap-konsumsi-buah-dan-sayur-kurangi-risiko-tantrum-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/05\/08\/studi-ungkap-konsumsi-buah-dan-sayur-kurangi-risiko-tantrum-pada-anak\/","title":{"rendered":"Studi Ungkap Konsumsi Buah dan Sayur Kurangi Risiko Tantrum pada Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/5JTY0h4OajJA0Xagw7tulbxpwMMjdlD3od0iOCE_zG8\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81NzQ0MjkvMjAyNjA1MDgxNTM3LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzc4MjI5NDg3LnBuZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">JAKARTA &#8211; Sebuah studi terbaru mengungkapkan pola makan anak memiliki kaitan erat dengan kesehatan mental dan perilaku mereka sehari-hari. <\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Penelitian tersebut menemukan konsumsi buah dan sayuran secara rutin dapat membantu mengurangi risiko anak mengalami tantrum, kecemasan, hingga perilaku agresif.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Agder, Norwegia, dan dipublikasikan dalam jurnal<\/span><span class=\"s3\">Nutrients<\/span><span class=\"s2\">menunjukkan anak-anak yang lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran cenderung memiliki kondisi emosional<\/span><span class=\"s2\">lebih stabil dibandingkan anak yang sering mengonsumsi camilan manis dan asin.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data dari 363 anak berusia empat tahun beserta ibu mereka melalui program penelitian<\/span><span class=\"s3\">Early Food for Future Health<\/span><span class=\"s2\">di Norwegia. Penelitian ini sebelumnya dirancang untuk memperbaiki pola makan anak sejak usia enam hingga 12 bulan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Hasilnya menunjukkan anak yang rutin makan buah dan sayuran memiliki tingkat masalah perilaku internal yang lebih rendah, seperti kecemasan, depresi, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Sebaliknya, anak yang lebih sering mengonsumsi makanan ringan manis dan asin lebih rentan menunjukkan perilaku agresif, sulit fokus, dan mudah meluapkan emosi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">&#8220;Tantangan kesehatan mental meningkat di seluruh dunia. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat dicegah yang berkontribusi terhadap tantangan tersebut sangat penting dan akan memberikan dampak terbesar jika dikenali sejak anak masih kecil,&#8221; tulis para peneliti, dikutip dari laman Euro News.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Para peneliti menekankan kesehatan mental anak pada usia dini sangat penting karena berpengaruh terhadap kemampuan sosial, prestasi akademik, hingga kualitas hidup mereka di masa depan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Studi tersebut juga menyoroti masalah perilaku eksternal seperti agresivitas dan sikap menentang merupakan salah satu alasan utama anak dirujuk ke layanan kesehatan mental anak dan remaja.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">\u201cIni mencakup perilaku agresif dan menentang, serta dapat menjadi prediksi munculnya masalah sosial dan rendahnya prestasi akademik sepanjang masa kanak-kanak hingga remaja,\u201d kata peneliti dalam laporannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Perilaku semacam ini bahkan dapat muncul sejak anak berusia di bawah lima tahun. Menurut penelitian, sekitar dua pertiga anak yang menunjukkan masalah perilaku pada usia dua hingga tiga tahun akan terus mengalami tantangan serupa hingga memasuki usia sekolah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">\u201cKondisi ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kesehatan mental sejak awal kehidupan.&#8221; demikian kesimpulan penelitian tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p3\"><span class=\"s2\">Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pola makan sehat bukan hanya penting bagi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosinya sejak dini.<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/info-sehat\/574429\/studi-ungkap-konsumsi-buah-dan-sayur-kurangi-risiko-tantrum-pada-anak\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Sebuah studi terbaru mengungkapkan pola makan anak memiliki kaitan erat dengan kesehatan mental dan perilaku mereka sehari-hari. Penelitian tersebut menemukan konsumsi buah dan sayuran secara rutin dapat membantu mengurangi risiko anak mengalami tantrum, kecemasan, hingga perilaku agresif. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Agder, Norwegia, dan dipublikasikan dalam jurnalNutrientsmenunjukkan anak-anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":77865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-77864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 months ago","modified":"4 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77864"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77864\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}