{"id":70651,"date":"2026-04-06T00:08:03","date_gmt":"2026-04-06T00:08:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/04\/06\/harga-emas-jatuh-113-persen-pada-maret-terburuk-sejak-gejolak-2008\/"},"modified":"2026-04-06T00:08:03","modified_gmt":"2026-04-06T00:08:03","slug":"harga-emas-jatuh-113-persen-pada-maret-terburuk-sejak-gejolak-2008","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/04\/06\/harga-emas-jatuh-113-persen-pada-maret-terburuk-sejak-gejolak-2008\/","title":{"rendered":"Harga Emas Jatuh 11,3 Persen pada Maret, Terburuk sejak Gejolak 2008"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Harga emas mencatat penurunan bulanan paling tajam dalam waktu lama. Seperti dilaporkan Anadolu Agency (AA) yang dikutip Minggu, 5 April, sepanjang Maret 2026, harga emas per ons merosot 11,3 persen, di tengah penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, dan meningkatnya kebutuhan likuiditas di pasar global.<\/p>\n<p>Laporan AA itu menyebut, ketegangan di Timur Tengah ikut memperburuk tekanan terhadap emas. Kenaikan harga energi akibat risiko geopolitik mendorong inflasi global dan memunculkan kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, akan mempertahankan kebijakan suku bunga ketat lebih lama.<\/p>\n<p>Di tengah situasi itu, harga emas turun ke US$4.099,52 per ons, level terendah sejak November 2025. Tekanan datang dari beberapa sisi sekaligus: harga minyak yang naik, imbal hasil obligasi yang ikut menanjak, berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, serta meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.<\/p>\n<p>Pasar keuangan, menurut AA, masih luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga tahun ini. Meski beberapa pejabat sempat memberi sinyal yang lebih longgar, peluang pemangkasan suku bunga kini makin menipis. Penjualan emas oleh bank-bank sentral juga ikut menambah tekanan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Padahal, emas memulai 2026 dengan laju kuat. Pada Januari, harganya melonjak 12,42 persen, kenaikan bulanan terbaik sejak November 2009. Pada Februari, emas masih naik 8,9 persen. Kenaikan itu memperpanjang reli selama tujuh bulan berturut-turut, yang disebut sebagai yang pertama dalam 53 tahun.<\/p>\n<p>Tekanan juga terjadi pada perak. Setelah sempat menyentuh rekor US$121,7 per ons, naik 17,2 persen pada Januari dan 12,6 persen pada Februari, harga perak jatuh 19,9 persen pada Maret menjadi US$75,1 per ons.<\/p>\n<p>Kepala strategi komoditas Saxo Capital, Ole Hansen, mengatakan kepada AA bahwa emas tertekan oleh kombinasi kuat faktor makroekonomi yang untuk sementara melemahkan perannya sebagai aset aman. Menurut dia, investor justru beralih ke dolar AS.<\/p>\n<p>Hansen menjelaskan, penurunan harga emas dipicu penyesuaian besar terhadap ekspektasi suku bunga, lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi, serta kenaikan imbal hasil obligasi di Amerika Serikat. Dalam kondisi seperti itu, biaya memegang aset yang tidak memberi imbal hasil seperti emas menjadi lebih tinggi, sehingga investor cenderung melepas kepemilikannya.<\/p>\n<p>Ia juga menilai situasi saat ini lebih mencerminkan inflasi dari sisi pasokan ketimbang krisis yang menghantam permintaan. Karena itu, dalam masa pasar yang bergejolak, emas kerap diperlakukan sebagai sumber likuiditas, bukan semata aset aman.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/568236\/harga-emas-jatuh-11-3-persen-pada-maret-terburuk-sejak-gejolak-2008\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Harga emas mencatat penurunan bulanan paling tajam dalam waktu lama. Seperti dilaporkan Anadolu Agency (AA) yang dikutip Minggu, 5 April, sepanjang Maret 2026, harga emas per ons merosot 11,3 persen, di tengah penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi, dan meningkatnya kebutuhan likuiditas di pasar global. Laporan AA itu menyebut, ketegangan di Timur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":70652,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-70651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 months ago","modified":"6 months ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70651"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70651\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70652"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}