{"id":6018,"date":"2024-06-27T04:14:33","date_gmt":"2024-06-27T04:14:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/06\/27\/presiden-marcos-jr-sebut-filipina-perlu-berbuat-lebih-banyak-dari-sekadar-protes-tindakan-china-di-laut-china-selatan\/"},"modified":"2024-06-27T04:14:33","modified_gmt":"2024-06-27T04:14:33","slug":"presiden-marcos-jr-sebut-filipina-perlu-berbuat-lebih-banyak-dari-sekadar-protes-tindakan-china-di-laut-china-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/06\/27\/presiden-marcos-jr-sebut-filipina-perlu-berbuat-lebih-banyak-dari-sekadar-protes-tindakan-china-di-laut-china-selatan\/","title":{"rendered":"Presiden Marcos Jr. Sebut Filipina Perlu Berbuat Lebih Banyak dari Sekadar Protes Tindakan China di Laut China Selatan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Insiden 17 Juni di sebuah beting yang disengketakan di Laut Cina Selatan bukanlah sebuah &#8220;serangan bersenjata&#8221; oleh China terhadap para pelaut dan kapal-kapal Manila, namun negara ini perlu &#8220;melakukan lebih dari sekedar protes&#8221;, kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Hari Kamis.<\/p>\n<p>&#8220;Kami telah mengajukan lebih dari seratus protes, kami telah melakukan demontrasi dalam jumlah yang sama,&#8221; kata Marcos kepada para wartawan, melansir <em>Reuters<\/em> 27 Juni.<\/p>\n<p>&#8220;Kita harus melakukan lebih dari itu,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Meskipun tidak dianggap sebagai serangan bersenjata, penjaga pantai Negeri Tirai Bambu melakukan &#8220;tindakan ilegal&#8221; dalam mencegah pasokan pasukan secara teratur, kata Presiden Marcos Jr.<\/p>\n<p>Sebelumnya, seorang pelaut Filipina mengalami &#8220;cedera serius&#8221; setelah apa yang digambarkan oleh militernya sebagai &#8220;penabrakan dengan kecepatan tinggi yang disengaja&#8221; oleh Penjaga Pantai Tiongkok, yang bertujuan untuk mengganggu misi pengiriman ulang pasukan yang ditempatkan di Second Thomas Shoal pada tanggal 17 Juni.<\/p>\n<p>Kementerian Luar Negeri Tiongkok membantah pernyataan Filipina, dengan seorang juru bicara mengatakan pada Hari Kamis lalu itu tindakan yang diperlukan oleh penjaga pantai adalah sah dan profesional.<\/p>\n<p>Pekan ini, Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo mengatakan, kedua negara mengadakan pertemuan kelompok kerja pekan lalu sebagai persiapan untuk kemungkinan pertemuan Mekanisme Konsultasi Bilateral pada Juli.<\/p>\n<p>Filipina berkeinginan untuk mengajak Tiongkok kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan perbedaan di Laut China Selatan, tanpa mengorbankan kedaulatannya.<\/p>\n<p>&#8220;Apa pun langkah-langkah membangun kepercayaan yang kami capai, hal itu tidak akan mengorbankan peningkatan kedaulatan, hak kedaulatan, serta hak dan yurisdiksi kami di Laut Filipina Barat,&#8221; kata Manalo.<\/p>\n<div>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Diketahui, Tiongkok mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan dengan apa yang disebut sembilan garis putus-putus (nine-dash line), yang tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif negara-negara penggugat lainnya, yakni Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.<\/p>\n<p>Keputusan pengadilan arbitrase pada tahun 2016, yang tidak diakui oleh Beijing, membatalkan klaim Tiongkok atas perairan strategis tersebut.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/393515\/presiden-marcos-jr-sebut-filipina-perlu-berbuat-lebih-banyak-dari-sekadar-protes-tindakan-china-di-laut-china-selatan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Insiden 17 Juni di sebuah beting yang disengketakan di Laut Cina Selatan bukanlah sebuah &#8220;serangan bersenjata&#8221; oleh China terhadap para pelaut dan kapal-kapal Manila, namun negara ini perlu &#8220;melakukan lebih dari sekedar protes&#8221;, kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Hari Kamis. &#8220;Kami telah mengajukan lebih dari seratus protes, kami telah melakukan demontrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6018\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}