{"id":55313,"date":"2024-12-27T10:00:10","date_gmt":"2024-12-27T10:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/27\/cara-membuat-slime-dari-bahan-bahan-sederhana-bisa-tingkatkan-motorik-halus-anak\/"},"modified":"2024-12-27T10:00:10","modified_gmt":"2024-12-27T10:00:10","slug":"cara-membuat-slime-dari-bahan-bahan-sederhana-bisa-tingkatkan-motorik-halus-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/27\/cara-membuat-slime-dari-bahan-bahan-sederhana-bisa-tingkatkan-motorik-halus-anak\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Slime dari Bahan-Bahan Sederhana, Bisa Tingkatkan Motorik Halus Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA \u2013 Cara membuat slime ternyata sangat mudah, Anda bisa membuatnya dengan bahan-bahan sederhana seperti <a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/254954\/benarkah-susu-kental-manis-sebabkan-anak-stunting-ini-jawaban-kemenkes\">susu kental manis<\/a>, sabun, tepung kanji, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Cara membuat slime dengan bahan-bahan sederhana bisa dipraktikkan dengan anak di rumah. Aktivitas ini memberikan banyak manfaat untuk si buah hati, seperti meningkatkan <a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/376357\/8-alasan-kenapa-keterampilan-motorik-halus-anak-penting-diasah-sejak-usia-dini\">keterampilan motorik halus<\/a> dan mengembangkan kreativitas anak.<\/p>\n<p>Selain bermanfaat untuk anak, mainan slime juga dapat dinikmati oleh siapa saja dari segala usia. Lantas, bagaimana cara membuat slime dengan bahan-bahan sederhana? Dirangkum dari berbagai sumber, simak informasi selengkapnya berikut ini.<\/p>\n<h3><strong>Cara Membuat Slime dari Susu Kental Manis <\/strong><\/h3>\n<p>Susu kental manis merupakan bahan yang aman digunakan untuk membuat slime. Beberapa bahan yang harus disiapkan untuk membuat slime dari susu kental manis, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Susu kental manis dicampur air<\/li>\n<li>1 \u00bc sdm tepung maizena<\/li>\n<li>Bubuk vanila<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara membuat slime dengan susu kental manis:<\/p>\n<ul>\n<li>Masukkan susu kental manis yang sudah dicampur air ke dalam panci, lalu panaskan untuk membunuh bakteri.<\/li>\n<li>Masukkan bubuk vanila ke dalam adonan<\/li>\n<li>Tambahkan sedikit-sedikit tepung maizena hingga mencapai tekstur yang diinginkan.<\/li>\n<li>Panaskan adonan dan setelah dingin, masukkan pewarna makanan.<\/li>\n<li>Dinginkan adonan slime hingga siap dimainkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Cara Membuat Slime dari Sabun <\/strong><\/h3>\n<p>Selain susu kental manis, slime juga bisa dibuat dengan sabun mandi. Beberapa bahan yang harus disiapkan, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>1 gelas deterjen bubuk<\/li>\n<li>1 \u00bc gelas air<\/li>\n<li>Tepung terigu<\/li>\n<li>3 sdm sabun cuci piring<\/li>\n<li>3 sdm sabun mandi anak<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara membuat slime dari sabun mandi yang bisa Anda ikuti, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Campurkan deterjen bubuk, tepung, cairan sabun cuci piring, dan sabun mandi ke dalam sebuah wadah. Aduk semua hingga merata.<\/li>\n<li>Tuangkan air untuk mengatur kekentalan tekstur.<\/li>\n<li>Masukkan pewarna<\/li>\n<li>Simpan adonan slime sebelum dimainkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Cara Membuat Slime dari Tepung Kanji <\/strong><\/h3>\n<p>Slime yang terbuat dari tepung kanji termasuk salah satu slime yang aman untuk anak. Selain itu, harga bahannya juga murah.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah bahan untuk membuat slime dari tepung kanji:<\/p>\n<ul>\n<li>400 ml air<\/li>\n<li>2 gelas tepung kanji atau tepung tapioka<\/li>\n<li>\u00bd gelas minyak goreng<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Langkah-langkah membuat slime dari tepung kanji:<\/p>\n<ul>\n<li>Masukkan tepung kanji\/tepung tapioka ke dalam wadah dan ratakan untuk diuleni.<\/li>\n<li>Tuangkan air perlahan ke adonan sehingga tidak menggumpal<\/li>\n<li>Tambahkan minyak sayur hingga mencapai tekstur yang diinginkan<\/li>\n<li>Tambahkan pewarna makanan dan aduk hingga rata<\/li>\n<li>Simpan adonan slime sebelum dimainkan<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Cara Membuat Slime dari Boraks Gliserine <\/strong><\/h3>\n<p>Boraks gliserine merupakan cairan aintiseptik yang biasanya digunakan untuk mengatasi sariawan pada rongga mulut. Tektsutrnya yang sedikit kental membuat cairan ini kerap dimanfaatkan untuk membuat slime.<\/p>\n<p>Adapun bahan-bahan untuk membuat slime dari boraks gliserine, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Lem cair 1 botol<\/li>\n<li>Boraks gliserin 1 botol<\/li>\n<li>1 mangkuk kecil<\/li>\n<li>1 mangkuk besar<\/li>\n<li>Pewarna makanan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara membuat slime dari boraks gliserine yang bisa Anda ikuti, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Tuangkan lem ke mangkuk kecil dan campur dengan segelas air<\/li>\n<li>Tambahkan pewarna makanan, laluk aduk rata<\/li>\n<li>Setelah homogen, tuang campuran lem dan pewarna makanan ke mangkuk besar<\/li>\n<li>Tambahkan 2 sdm boraks gliserin dan aduk rata dengan 2 sdm air<\/li>\n<li>Tambahkan lagi boraks gliserine hingga slime mencapai tekstur yang diinginkan<\/li>\n<li>Slime siap dimainkan.<\/li>\n<\/ul>\n<div>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Demikian informasi tentang cara membuat slime dengan bahan-bahan sederhana. Dapatkan <em>update<\/em> berita pilihan lainnya hanya di <strong><em><a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.ID<\/a><\/em><\/strong>.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/446222\/cara-membuat-slime\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Cara membuat slime ternyata sangat mudah, Anda bisa membuatnya dengan bahan-bahan sederhana seperti susu kental manis, sabun, tepung kanji, dan lain sebagainya. Cara membuat slime dengan bahan-bahan sederhana bisa dipraktikkan dengan anak di rumah. Aktivitas ini memberikan banyak manfaat untuk si buah hati, seperti meningkatkan keterampilan motorik halus dan mengembangkan kreativitas anak. Selain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55314,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55313\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}