{"id":55311,"date":"2024-12-27T10:00:02","date_gmt":"2024-12-27T10:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/27\/gerindra-respons-kritikan-soal-denda-damai-koruptor-mahfud-jangan-menghasut\/"},"modified":"2024-12-27T10:00:02","modified_gmt":"2024-12-27T10:00:02","slug":"gerindra-respons-kritikan-soal-denda-damai-koruptor-mahfud-jangan-menghasut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/27\/gerindra-respons-kritikan-soal-denda-damai-koruptor-mahfud-jangan-menghasut\/","title":{"rendered":"Gerindra Respons Kritikan soal Denda Damai Koruptor: Mahfud Jangan Menghasut"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/kzSDe6M0xH9_Au-t259VpGiVHX-BWKHa7KKJMIEjMkY\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy80NDYzMDUvMjAyNDEyMjcxNjU2LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzM1MjkzNDE0LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; Ketua Komisi III DPR Habiburokhman merespons pernyataan eks Menko Polhukam Mahfud MD yang mengkritik soal pernyataan memaafkan koruptor jika mengembalikan uang yang dicuri alias denda damai koruptor. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Habiburokhman meminta Mahfud jangan menghasut dengan menganggap Prabowo sama saja mendukung kolusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Habiburokhman, pernyataan Prabowo merupakan pernyataan umum seorang pemimpin pemerintahan dan seorang kepala negara, yang tidak bisa dijawab secara prosedural ala Mahfud MD. Justru, dia menuding balik Mahfud sebagai menteri yang gagal.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Mahfud ini orang gagal, dia sendiri menilai dia gagal, 5 tahun sebagai Menko Polhukam dengan memberi skor 5 dalam penegakan hukum, apa yang mau dinilai dari Mahfud MD?,&#8221;\u00a0sambungnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Waketum Gerindra itu menegaskan, tidak mungkin Presiden Prabowo mengintruksikan untuk mengabaikan berbagai peraturan perundang-undangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Intinya adalah semua protokol hukum kita memang ditujukan untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara, itu stressing-nya,&#8221; tegas Habiburokhman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Jadi jangan mendebatkan kalau orang mengembalikan bagaimana hukumnya, bukan itu, kita memperdebatkan hal yang remeh temeh tapi melupakan hal paling substansi pemberantasan korupsi. Tinggal saja Kepolisian, Kejaksaan, KPK menterjemahkan arahan pak Prabowo sesuai dengan hukum dan UU yang berlaku,&#8221; sambungnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Habiburokhman pun meminta Mahfud MD tidak melontarkan pernyataan-pernyataan yang menghasut, agar masyarakat menilai Presiden Prabowo sebagai pelanggar hukum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Jadi Pak Mahfud, jangan menghasut bahwa Pak Prabowo mengajarkan melanggar hukum dan sebagainya,&#8221; pungkasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sebelumnya, Mahfud MD mengaku tak sepakat dengan rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang akan mengenakan denda damai kepada para koruptor.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Yang ini lagi, gagasan Pak Prabowo untuk kemungkinan memberi maaf kepada koruptor asal mengaku secara diam-diam dan mengembalikan kepada negara secara diam-diam. Itu kan salah,&#8221; ujar Mahfud MD di kantor MMD Initiative, Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 Desember.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Undang-undang korupsi tidak membenarkan itu, hukum pidana tidak membenarkan itu,&#8221; sambungnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mantan Ketua MK itu heran mengapa pemerintahan Prabowo punya rencana untuk berdamai dengan koruptor. Mahfud bahkan menilai, menteri Prabowo yang membidangi sektor hukum kerap mencari dalil atau pasal pembenar mengenai apa yang disampaikan presiden.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Lalu menterinya mencari dalil pembenar. Itu kan ada di undang-undang kejaksaan, denda damai. Denda damai itu hanya untuk tindak pidana ekonomi. Sesuai dengan undang-undang tentang bea cukai, undang-undang perpajakan, dan undang-undang kepabeanan,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u00a0<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/446305\/gerindra-respons-kritikan-soal-denda-damai-koruptor-mahfud-jangan-menghasut\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ketua Komisi III DPR Habiburokhman merespons pernyataan eks Menko Polhukam Mahfud MD yang mengkritik soal pernyataan memaafkan koruptor jika mengembalikan uang yang dicuri alias denda damai koruptor. Habiburokhman meminta Mahfud jangan menghasut dengan menganggap Prabowo sama saja mendukung kolusi.\u00a0 Menurut Habiburokhman, pernyataan Prabowo merupakan pernyataan umum seorang pemimpin pemerintahan dan seorang kepala negara, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55312,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55311"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55311\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}