{"id":55212,"date":"2024-12-27T07:36:16","date_gmt":"2024-12-27T07:36:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/27\/tsukuridanosu-ekspresikan-penolakan-cinta-di-single-maafkan-realita\/"},"modified":"2024-12-27T07:36:16","modified_gmt":"2024-12-27T07:36:16","slug":"tsukuridanosu-ekspresikan-penolakan-cinta-di-single-maafkan-realita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/27\/tsukuridanosu-ekspresikan-penolakan-cinta-di-single-maafkan-realita\/","title":{"rendered":"Tsukuridanosu Ekspresikan Penolakan Cinta di Single Maafkan Realita"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Tsukuridanosu, unit musik asal Jakarta melepas <a href=\"https:\/\/voi.id\/musik\/445604\/radja-akui-lagu-apt-jadi-inspirasi-buat-single-baru-apa-sih\">single<\/a> anyar, \u201cMaafkan Realita\u201d pada 27 Desember. Lagu ini ditulis oleh sang gitaris, Rio, dan vokalis, Siska.<\/p>\n<p>Liriknya sendiri mengisahkan penolakan cinta dari sudut pandang wanita terhadap pria yang mencintai dirinya karena sang wanita merasa lebih nyaman jika hubungannya dengan si pria hanya sebatas teman saja.<\/p>\n<p>\u201dIni lagu berdasarkan pengalaman nyata sih. Tapi yang jelas bukan pengalaman gue, dan gue gak bisa kasih tau pengalaman siapa. Yang jelas inti cerita lagunya begitu, hehehe,\u201d ujar Rio dalam keterangan pers yang diterima VOI.<\/p>\n<p>Dalam proses pembuatan \u201cMaafkan Realita\u201d, terinspirasi dari berbagai macam band dan genre, seperti ONE OK ROCK, L\u2019Arc~en~Ciel, Evanescence, Utopia, hingga Cokelat. Band yang diperkuat Rio (gitar), Mufti (gitar), Rizky (bass), Siska (vokal), dan Hanif (drum) ini pun menciptakan aransemen dengan dinamika yang menarik di lagu ini.<\/p>\n<p>\u201dWaktu bikin (lagu) ini, kita memang lagi sering dengerin band-band itu. Terutama ONE OK ROCK dan L\u2019Arc~en~Ciel, karena band kita ini pada dasarnya band Jepang-Jepangan,\u201d jelas Mufti.<\/p>\n<div>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Siska menjelaskan bahwa \u201cMaafkan Realita\u201d merupakan kelanjutan kisah dari single debut Tsukuridanosu bertajuk \u201cWant It,\u201d di mana pada lagu itu menceritakan si pria mencurahkan rasa suka dan cintanya kepada sang wanita.<\/p>\n<p>Proses rekaman \u201cMaafkan Realita\u201d dilakukan di studio pribadi milik Rio. Dibantu juga oleh Roby dan Gita dari Losers of Today untuk penggarapan vokal. Lalu proses mixing dan mastering oleh Bima, atau yang biasa dikenal dengan Biruby Ruby.<\/p>\n<p>\u201dUntuk bass line memang dari awal bikin demo udah gue pikirin bikin kayak gitu. Terinspirasi dari Tetsuya (L\u2019Arc~en~Ciel) biar aransemen lagunya jadi variatif, hehehe,\u201d ujar Rizky.<\/p>\n<p>\u201dSejujurnya, gue sendiri pun gak tau kapan proses rekaman drumnya. Karena setiap kita workshop lagu, pasti selalu direkam. Nah gue gak tau trek drum yang dipakai ini dari sesi workshop yang mana, dan untungnya trek drum yang dipakai itu yang gue suka. Unik sih emang band ini. Itu <em>fun fact<\/em> dari lagu ini,\u201d sahut Hanif.<\/p>\n<p>Tsukuridanosu merupakan band skena <em>Jejepangan<\/em> yang dibentuk pada 23 Desember 2022 oleh Rio. Band asal Jakarta ini memulai karir bermusiknya dengan tampil di acara festival kebudayaan Jepang (Matsuri) dan festival musik lainnya. Berjalan dua tahun, Tsukuridanosu sudah melahirkan karya orisinil, yaitu \u201cWant It\u201d dan \u201cMaafkan Realita,\u201d sekaligus menuju proses penggarapan album di 2025.<\/p>\n<p>\u201dMaafkan Realita\u201d sudah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Deezer.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/musik\/446234\/tsukuridanosu-ekspresikan-penolakan-cinta-di-single-maafkan-realita\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Tsukuridanosu, unit musik asal Jakarta melepas single anyar, \u201cMaafkan Realita\u201d pada 27 Desember. Lagu ini ditulis oleh sang gitaris, Rio, dan vokalis, Siska. Liriknya sendiri mengisahkan penolakan cinta dari sudut pandang wanita terhadap pria yang mencintai dirinya karena sang wanita merasa lebih nyaman jika hubungannya dengan si pria hanya sebatas teman saja. \u201dIni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55213,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55212"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55212\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55213"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}