{"id":50547,"date":"2024-12-03T11:22:32","date_gmt":"2024-12-03T11:22:32","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/03\/cerita-irma-novita-cs-buat-film-women-from-rote-island-beradu-mental\/"},"modified":"2024-12-03T11:22:32","modified_gmt":"2024-12-03T11:22:32","slug":"cerita-irma-novita-cs-buat-film-women-from-rote-island-beradu-mental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/12\/03\/cerita-irma-novita-cs-buat-film-women-from-rote-island-beradu-mental\/","title":{"rendered":"Cerita Irma Novita cs Buat Film Women From Rote Island, Beradu Mental"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Film <a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/357657\/film-women-from-rote-island-sumbangkan-2-5-persen-pendapatan-untuk-korban-pelecehan-seksual\"><em>Women from Rote Island<\/em><\/a> menjadi perwakilan Indonesia untuk kategori International Feature di ajang Oscar 2025. Disutradarai Jeremias Nganyoen, film ini menceritakan potret perempuan asal Rote yang mengalami pelecehan dan ketidakadilan di daerah tempat tinggalnya.<\/p>\n<p>\u201cSebagai pekerja seni, saya diajak ke pulau Rote, saya jalan ngopi, ngobrol, gak ada target berlebihan. Pelan-pelan kelihatan Rote itu indah dan sangat terlihat cerminan dari Indonesia yang sangat kaya,\u201d kata Jeremias Nganyoen dalam acara nonton bareng film di CGV FX Sudirman, Jakarta pada 3 Desember.<\/p>\n<p>\u201cSaking cantiknya, landscape di bawah masalah sosial sebagai negara berkembang. Karena itu cukup dekat sering terjadi di daerah sana. Rote kecil jadi kasus itu langsung kelihatan tapi di pulau Jawa mungkin tidak terlalu disorot,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Ketiga pemeran utama menceritakan pengalaman mereka yang bergabung dengan film ini. Mereka juga mengungkap ini pertama kalinya mereka berakting untuk film.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi antara mama sama adik dan teman-teman san kru sangat membantu dalam proses syuting ini dan saya harus keluar jadi Martha itu sulit,\u201d kata Irma Novita Rihi.<\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cBertarung dengan mental dan otak kita sendiri dengan sangat luar biasa dan salah satu scene yang membuat kami sangat mental. Ini pertama kali dan 99% pemain di sini pertama kali syuting,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Sallum Ratu Ke sebagai Bertha, adik Martha juga selalu mengenang proses pembuatan film yang menguras waktu tapi hasilnya ia rasakan luar biasa.<\/p>\n<p>\u201cSebuah kebanggaan untuk saya main di sini. 3 bulan proses pembuatan yang luar biasa,\u201d kata Sallum Ratu.<\/p>\n<p>Lebih dari itu, Jeremias juga mengharapkan publik juga mendukung film mereka untuk berjuang di kancah internasional.<\/p>\n<p>\u201cLebih penting insan perfilman tahu rules yang dijalankan dari Oscar jadi saya serahkan semua sama yang di atas terkait hasilnya,\u201d kata Jeremias Nganyoen.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/357614\/debut-di-film-women-from-rote-island-irma-rihi-temukan-kesamaan-sifat-dengan-peran-martha\"><em>Women from Rote Island<\/em><\/a> mengisahkan Martha (Irma Novita Rihi) yang dinantikan keluarganya untuk pulang agar pemakaman Abraham bisa berjalan. Namun, Martha kembali dalam keadaan depresi setelah mengalami pelecehan di tempat kerjanya. Sang ibu, Orpa (Merlinda Dessy) berusaha memulihkan Martha dengan hidup di lingkungan rumahnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/439339\/cerita-irma-novita-cs-buat-film-women-from-rote-island-beradu-mental\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Film Women from Rote Island menjadi perwakilan Indonesia untuk kategori International Feature di ajang Oscar 2025. Disutradarai Jeremias Nganyoen, film ini menceritakan potret perempuan asal Rote yang mengalami pelecehan dan ketidakadilan di daerah tempat tinggalnya. \u201cSebagai pekerja seni, saya diajak ke pulau Rote, saya jalan ngopi, ngobrol, gak ada target berlebihan. Pelan-pelan kelihatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50548,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50547"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50547\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}