{"id":48501,"date":"2024-11-28T10:09:00","date_gmt":"2024-11-28T10:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/28\/dominasi-bitcoin-masih-kuat-altcoin-season-akan-tertunda\/"},"modified":"2024-11-28T10:09:00","modified_gmt":"2024-11-28T10:09:00","slug":"dominasi-bitcoin-masih-kuat-altcoin-season-akan-tertunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/28\/dominasi-bitcoin-masih-kuat-altcoin-season-akan-tertunda\/","title":{"rendered":"Dominasi Bitcoin Masih Kuat, Altcoin Season Akan Tertunda?"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA &#8211; Bitcoin terus mendominasi pasar kripto, didorong oleh meningkatnya investasi institusional dan produk <em>exchange-traded fund<\/em> (ETF) Bitcoin yang kian populer. Menanggapi tren ini, CEO CryptoQuant Ki Young Ju berpendapat semestinya altcoin, aset kripto selain Bitcoin, mulai mengembangkan strategi mandiri guna menarik modal baru sehingga tidak lagi bergantung pada momentum Bitcoin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam unggahannya di X pada 27 November 2024, Ju menegaskan bahwa dinamika aliran modal ke Bitcoin telah berubah dengan masuknya institusi besar dan dorongan kuat dari ETF Bitcoin, sementara altcoin masih banyak bergantung pada <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">supply and demand<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dari pengguna bursa kripto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ju menjelaskan, investor institusional dan pembeli ETF yang kini mendominasi pasar Bitcoin tidak berencana memindahkan aset mereka ke altcoin. &#8220;Altcoin kecil masih mengandalkan pengguna bursa kripto untuk melakukan pembelian,&#8221; ujar Ju. Untuk mencapai kenaikan harga yang signifikan, altcoin perlu menarik &#8220;modal baru yang substansial ke bursa kripto,&#8221; tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dominasi Bitcoin semakin terlihat jelas dengan kapitalisasi pasar global kripto yang kini mencapai 3,24 triliun dolar AS (Rp51,2 kuadriliun), di mana Bitcoin menyumbang sekitar 1,85 triliun dolar AS (Rp29,2 kuadriliun).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini memperlihatkan betapa kuatnya Bitcoin menguasai pasar kripto, sementara altcoin kesulitan untuk mendapatkan perhatian yang sama dari investor besar. Ju berpendapat bahwa pertumbuhan Bitcoin di masa depan kemungkinan besar akan datang dari institusi besar, ETF, dan bahkan pemerintah, alih-alih pedagang ritel di bursa kripto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, sebagian investor mengharapkan terjadinya altseason atau musim altcoin. Sebagai informasi tambahan, altseason adalah periode di mana harga aset kripto selain Bitcoin mengalami kenaikan harga secara besar-besaran. Namun, faktanya altcoin masih sulit bersaing dengan Bitcoin yang terus mendominasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, Ju mengimbau para pengembang altcoin untuk lebih fokus meningkatkan nilai unik dan menciptakan strategi yang dapat menarik investor baru, tanpa harus mengandalkan Bitcoin sebagai penggeraknya.<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/437892\/dominasi-bitcoin-masih-kuat-altcoin-season-akan-tertunda\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Bitcoin terus mendominasi pasar kripto, didorong oleh meningkatnya investasi institusional dan produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin yang kian populer. Menanggapi tren ini, CEO CryptoQuant Ki Young Ju berpendapat semestinya altcoin, aset kripto selain Bitcoin, mulai mengembangkan strategi mandiri guna menarik modal baru sehingga tidak lagi bergantung pada momentum Bitcoin.\u00a0 Dalam unggahannya di X [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48501"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48501\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}