{"id":48131,"date":"2024-11-27T22:44:47","date_gmt":"2024-11-27T22:44:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/27\/pilkada-kabupaten-puncak-jaya-papua-tengah-ricuh\/"},"modified":"2024-11-27T22:44:47","modified_gmt":"2024-11-27T22:44:47","slug":"pilkada-kabupaten-puncak-jaya-papua-tengah-ricuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/27\/pilkada-kabupaten-puncak-jaya-papua-tengah-ricuh\/","title":{"rendered":"Pilkada Kabupaten Puncak Jaya Papua Tengah Ricuh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI masih mendalami pemicu kericuhan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, hingga terjadi aksi saling panah dan pembakaran rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Enggak tahu (pemicunya). Perlu dicek ke teman-teman (jajaran Bawaslu) karena hanya telepon dari teman-teman di Puncak Jaya. Jadi, harus memastikan lagi datanya,&#8221; kata Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, saat konferensi pers di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Rabu, 27 November 2024.<\/p>\n<p>Bagja mengatakan bahwa pergerakan massa terjadi antarpendukung pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya. Adapun pemilihan dilakukan dengan sistem noken dan pemungutan suara telah dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi di Papua Tengah memang masih pergerakan massa antara pendukung, panah-panahan masih terjadi. Semoga tidak ada korban jiwa untuk Kabupaten Puncak Jaya,&#8221; ucap dia.<\/p>\n<p>Bawaslu masih mendalami ada atau tidaknya aksi pengambilan surat suara ataupun kotak suara.<\/p>\n<div>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Selain itu, Bawaslu juga akan mengecek kondisi di tempat kejadian untuk menentukan perlu atau tidaknya dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).<\/p>\n<p>&#8220;Mereka minta ini PSU, kami harus cek dulu alat bukti ataupun alasan untuk melakukan PSU untuk kasus demikian. Misalnya, apakah benar-benar terjadi pengambilan surat suara atau kotak suara? &#8220;<\/p>\n<p>&#8220;Itu &#8216;kan masih belum terkonfirmasi karena lagi menghubungi teman-teman di Papua Tengah untuk langsung turun di sana,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ketua Bawaslu berharap kondisi tersebut tidak meluas dan menimbulkan korban jiwa. Kalau pun memenuhi syarat dilakukan PSU, Bawaslu akan mengeluarkan rekomendasi.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga tidak terjadi apa-apa dan tidak terjadi PSU. Kalau terjadi hal yang kemudian jadi dasar PSU kuat, terpaksa kami lakukan PSU. Rekomendasi Bawaslu untuk melakukan PSU,&#8221; kata Bagja.<\/p>\n<p><strong>Laporan Polda Papua<\/strong><\/p>\n<p>Polda Papua mengungkapkan adanya kasus pendukung salah satu pasangan calon (paslon) kepala daerah di Kabupaten Puncak Jaya membawa kabur kotak suara Pilkada 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Ada laporan terkait pendukung salah satu pasangan calon kepala daerah yang membawa kabur kotak suara,&#8221; Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, di Jayapura, Rabu, 27 November.<\/p>\n<p>Ignatius Benny mengatakan Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, merupakan salah satu kabupaten yang melaksanakan pemilu menggunakan sistem noken.<\/p>\n<p>&#8220;Logistik Pilkada yang dibawa kabur itu milik lima kampung dan dua kelurahan di Distrik Mulia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan kejadian logistik Pilkada yang dibawa kabur itu, antara di Kampung Birak Ambut, Wuyukwi, Pepera, Towogi, dan Kampung Wuyuneri, serta dua kelurahan, yakni<\/p>\n<p>Kelurahan Pagaleme dan Wuyukwi.<\/p>\n<p>Benny lebih lanjut mengatakan para pendukung yang membawa kabur kotak suara itu juga mengancam anggota KPU setempat karena saat melakukan aksinya para pendukung membawa alat perang tradisional.<\/p>\n<p>&#8220;Para pendukung sempat mengancam dengan membawa alat perang tradisional seperti panah dan lainnya sehingga komisioner KPU Puncak Jaya ketakutan dan mereka langsung membawa kabur kotak tersebut,&#8221; kata Kombes Benny.<\/p>\n<p>Selain persoalan kotak suara yang dibawa kabur, kericuhan antarpendukung paslon di Pilkada Kabupaten Puncak Jaya tidak ada korban meninggal dunia.<\/p>\n<p>Hal itu dikonfirmasi Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige Renwarin, pada Rabu, 27 November 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada yang meninggal, tapi dari laporan yang diterima terungkap tiga orang dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat penanganan medis lebih baik,&#8221; kata Irjen Pol Patrige dalam keterangan diterima.<\/p>\n<p>Kendati tidak ada yang meninggal, tapi sekitar 40 rumah dibakar dan 94 orang terluka akibat pertikaian antarpendukung pasangan calon di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah tersebut.<\/p>\n<p>Dari laporan yang diterima, pertikaian antarpendukung paslon di Kabupaten Puncak Jaya sudah terjadi sejak pengambilan nomor urut yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Puncak Jaya.<\/p>\n<p>&#8220;Bahkan, Rabu pagi dilaporkan salah satu pendukung calon bupati dan wakil bupati membawa kabur kotak suara hingga menimbulkan aksi saling serang, &#8220;kata Patrige.<\/p>\n<p>Kapolda Papua lebih lanjut mengatakan saat ini sedang dilakukan komunikasi dengan kedua calon kepala daerah bersama KPU dan Bawaslu agar aksi saling serang tidak makin meluas.<\/p>\n<p>Kapolres Puncak Jaya dan jajarannya hingga Rabu malam waktu setempat berupaya agar pertikaian tersebut tidak makin meluas dan menimbulkan korban jiwa.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pilkada di Kabupaten Puncak Jaya diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni pasangan Yuni Wonda\u2013Mus Kogoya dan pasangan Miren Kogoya\u2013Mendi Wonorengga.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/437798\/pilkada-kabupaten-puncak-jaya-papua-tengah-ricuh\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI masih mendalami pemicu kericuhan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, hingga terjadi aksi saling panah dan pembakaran rumah. &#8220;Enggak tahu (pemicunya). Perlu dicek ke teman-teman (jajaran Bawaslu) karena hanya telepon dari teman-teman di Puncak Jaya. Jadi, harus memastikan lagi datanya,&#8221; kata Ketua Bawaslu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48131","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48131"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48131\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}