{"id":48101,"date":"2024-11-27T15:51:44","date_gmt":"2024-11-27T15:51:44","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/27\/penting-diasah-ini-7-keterampilan-yang-bisa-menyelamatkan-hubungan\/"},"modified":"2024-11-27T15:51:44","modified_gmt":"2024-11-27T15:51:44","slug":"penting-diasah-ini-7-keterampilan-yang-bisa-menyelamatkan-hubungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/27\/penting-diasah-ini-7-keterampilan-yang-bisa-menyelamatkan-hubungan\/","title":{"rendered":"Penting Diasah, Ini 7 Keterampilan yang Bisa Menyelamatkan Hubungan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA \u2013 Berada dalam hubungan yang tidak sehat, perlu upaya dalam membuatnya kembali dinamis, menyenangkan, dan berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Untuk itu penting sekali memiliki keterampilan yang bisa menyelamatkan hubungan. Pasalnya, dalam hubungan yang tidak sehat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Selengkapnya, berikut <a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/419201\/4-alasan-pentingnya-memiliki-value-dalam-diri-berguna-banget\">keterampilan yang bisa menyelamatkan hubungan<\/a> tak sehat menurut psikoterapis berlisensi Caitlin Cantor LSCW., CST.<\/p>\n<h3><strong>1. Tahan diri untuk tidak reaktif<\/strong><\/h3>\n<p>Bersikap reaktif kerap terlalu cepat merespons tetapi belum tentu akurat dan produktif. Maka terlalu cepat bereaksi tidak selalu mencerminkan pemahaman yang dipikirkan dengan matang. Lebih baik ambil napas dalam-dalam dan berikan waktu untuk memikirkan apa yang akan dikatakan. Selain meminimalisir pertengkaran, dengan tidak reaktif juga bisa menyelamatkan hubungan serta menjadi pendengar yang baik.<\/p>\n<h3><strong>2. Memahami pasangan dengan tepat<\/strong><\/h3>\n<p>Kalau suatu kali Anda pernah kesal dengan pasangan Anda, pastikan Anda memahami alasannya. Ajukan pertanyaan dan berpijak pada apa yang benar-benar terjadi, bukan asumsi. Perlu diketahui, menurut Cantor dilansir Psychology Today, Rabu, 27 November, orang kesal kerap karena asumsi dalam kepalanya dan setelah beberapa waktu, mereka menyadari ada kesalahpahaman. Jadi, pastikan Anda memahami pasangan dengan tepat. Dengan begitu, keterampilan ini membantu menyelamatkan hubungan berpasangan. Baik dari pertengkaran yang tidak produktif, hingga pemicu pertengkaran besar.<\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/437781\/body_image_2024112722-1.jpg\" alt=\"keterampilan yang bisa menyelamatkan hubungan\" width=\"720\"\/><figcaption>Ilustrasi keterampilan yang bisa menyelamatkan hubungan (Freepik\/jcomp)<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong>3. Menyadari setiap perilaku<\/strong><\/h3>\n<p>Orang mungkin sering lupa, tetapi orang lupa bisa menyadari perilakunya. Jadi, dalam berkomunikasi atau menggenapkan janji, cobalah lakukan dengan penuh kesadaran. Dengan begitu Anda dapat memperjelas maksud, merencanakan, dan mengkomunikasikannya dengan cara yang lebih mudah dipahami.<\/p>\n<h3><strong>4. Punya cara untuk menenangkan diri sendiri<\/strong><\/h3>\n<p>Kemampuan dalam mengatur emosi, berperan besar dalam menjaga hubungan berpasangan. Pasalnya, ketika mengalami disregulasi atau dalam kondisi <em>fight-or-flight<\/em>, cerdas secara emosional tidak hanya membantu bertahan hidup tetapi juga membangun relasi yang sehat.<\/p>\n<h3><strong>5. Berempati<\/strong><\/h3>\n<p>Memahami pasangan dilandasi empati lebih sehat daripada menghakimi. Penghakiman mengarah pada pemutusan hubungan, sedangkan empati mengarah pada pemahaman dan hubungan yang lebih baik.<\/p>\n<div>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3><strong>6. Mengakui peran<\/strong><\/h3>\n<p>Jangan salahkan pasangan Anda, katan Canton. Alih-alih mendaftar kesalahan, lebih baik menciptakan pengalaman bersama yang berarti setiap orang memiliki peran dalam dinamika tersebut. Fokuslah pada apa yang perlu dilakukan, lalu dengan begitu akan mendasari hubungan lebih kuat.<\/p>\n<h3><strong>7. Tetapkan batasan<\/strong><\/h3>\n<p>Menjelaskan apa yang ingin diterima dan apa yang akan terjadi apabila batasan tidak dihormati. Pada intinya, memiliki batasan tegas adalah cara untuk menjaga diri sendiri sekaligus hubungan Anda.<\/p>\n<p>Keterampilan di atas bermanfaat untuk membangun <a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/434180\/untuk-membangun-relasi-kuasai-8-keterampilan-ini-supaya-langgeng\">hubungan berpasangan<\/a> menjadi lebih sehat. Perlu diketahui, keterampilan di atas bisa dilatih dan dilakukan berulang sehingga jadi kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesejahteraan bersama pasangan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/437781\/penting-diasah-ini-7-keterampilan-yang-bisa-menyelamatkan-hubungan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Berada dalam hubungan yang tidak sehat, perlu upaya dalam membuatnya kembali dinamis, menyenangkan, dan berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Untuk itu penting sekali memiliki keterampilan yang bisa menyelamatkan hubungan. Pasalnya, dalam hubungan yang tidak sehat berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Selengkapnya, berikut keterampilan yang bisa menyelamatkan hubungan tak sehat menurut psikoterapis berlisensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-48101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48101"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48101\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}