{"id":41367,"date":"2024-11-12T01:46:14","date_gmt":"2024-11-12T01:46:14","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/12\/mengenal-toko-es-krim-pertama-yang-raih-bintang-michelin\/"},"modified":"2024-11-12T01:46:14","modified_gmt":"2024-11-12T01:46:14","slug":"mengenal-toko-es-krim-pertama-yang-raih-bintang-michelin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/11\/12\/mengenal-toko-es-krim-pertama-yang-raih-bintang-michelin\/","title":{"rendered":"Mengenal Toko Es Krim Pertama yang Raih Bintang Michelin"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/ZKv-_PJ1O_pZ0DutPjR5O7O753IqgL1q6KJbkH4jBZQ\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy80MzI4MjcvMjAyNDExMTIwNzU5LW1haW4uanBlZw.jpg\"><figcaption>Es Krim (Foto: guide.michelin)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"p3\">JAKARTA &#8211; Tidak hanya restoran, sebuah toko es krim juga mendapatkan bintang Michelin oleh Michelin Guide. Toko es krim tersebut bernama Minimal, yang terletak di Taiwan.<\/p>\n<p class=\"p3\">Dilansir dari CNN International, Selasa, 12 November 2024, Minimal menjadi toko es krim pertama dan satu-satunya sementara ini yang meraih bintang satu Michelin. Seperti diketahui, penghargaan bintang Michelin pada tempat makan sangat bergengsi dan berpengaruh pada sektor wisata, yang dapat membuat wisatawan berbondong-bondong datang ke tempat tersebut.<\/p>\n<p class=\"p3\">Toko es krim Minimal mencuri perhatian karena menawarkan konsep &lsquo;fine dining&rsquo; dengan sajian es krim atau gelatonya. Toko ini berdiri dengan megah tepatnya di Kota Taichung, Taiwan.<\/p>\n<p class=\"p3\">Pemilik Minimal adalah Arvin Wan, yang menjadi sosok di balik kesuksesan restoran tersebut. Ia menyajikan es krim di toko itu dengan segala ide dan kreasinya yang sangat menarik.<\/p>\n<p class=\"p3\">Arvin Wan mengatakan bahwa inspirasinya membuat es krim datang dari kulkas milik orangtuanya dan kebiasaannya memakan es batu sejak kecil. Ia kemudian menempuh pendidikan kuliner dan pernah bekerja sebagai chef.<\/p>\n<p class=\"p3\">Pada 2014, Arvin Wan memutuskan untuk mendirikan sebuah toko es krim. Saat itu toko es krim masih sangat sederhana, hingga akhirnya ia bisa mendirikan Minimal pada 2021.<\/p>\n<p class=\"p3\">Nama Minimal diambil dari bahan pembuat es krim yang sederhana, yakni hanya gula hingga protein hewani. Ia bekerja keras untuk mengembangkan restoran itu hingga mendapatkan bintang Michelin.<\/p>\n<\/p>\n<p class=\"p3\">Restoran es krim Arvin Wan ini hanya berkapasitas 20 orang dalam satu waktu. Ada banyak menu yang ditawarkan, mulai dari es loli, es serut beralkohol, gelato, hingga es kristal yang menggunakan teknik pembekuan nitrogen.<\/p>\n<p class=\"p3\">Bagi Arvin Wan tantangan utamanya adalah menjaga es krim buatannya tetap segar. Kunci utama restorannya mendapat bintang Michelin adalah tekstur renyah pada es loli dan es krim lainnya, dengan rasanya selembut awan karena pengaturan suhu yang dilakukan sangat tepat dan hati-hati.<\/p>\n<p class=\"p4\">&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p3\">&nbsp;<\/p>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/432827\/mengenal-toko-es-krim-pertama-yang-raih-bintang-michelin\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Es Krim (Foto: guide.michelin) JAKARTA &#8211; Tidak hanya restoran, sebuah toko es krim juga mendapatkan bintang Michelin oleh Michelin Guide. Toko es krim tersebut bernama Minimal, yang terletak di Taiwan. Dilansir dari CNN International, Selasa, 12 November 2024, Minimal menjadi toko es krim pertama dan satu-satunya sementara ini yang meraih bintang satu Michelin. Seperti diketahui, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41368,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-41367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41367"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41367\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}