{"id":29335,"date":"2024-10-02T08:37:35","date_gmt":"2024-10-02T08:37:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/10\/02\/menyusul-ketegangan-di-timur-tengah-bitcoin-kembali-ke-angka-60-000-dolar-as\/"},"modified":"2024-10-02T08:37:35","modified_gmt":"2024-10-02T08:37:35","slug":"menyusul-ketegangan-di-timur-tengah-bitcoin-kembali-ke-angka-60-000-dolar-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/10\/02\/menyusul-ketegangan-di-timur-tengah-bitcoin-kembali-ke-angka-60-000-dolar-as\/","title":{"rendered":"Menyusul Ketegangan di Timur Tengah, Bitcoin Kembali ke Angka 60.000 Dolar AS"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">JAKARTA &#8211; Setelah sempat mengalami kenaikan san bertengger di level lebih dari 64.000 dolar AS (Rp976 juta), harga Bitcoin selama tiga hari terakhir kembali turun ke level 61.000 dolar AS atau sekitar Rp931 juta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Financial Expert Ajaib Kripto, <\/span><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/419390\/bitcoin-terus-naik-pasca-pemotongan-suku-bunga-apakah-tren-bullish-berlanjut\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panji Yudha<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengatakan bahwa penurunan ini dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell pada Senin, 30 September terkait pemotongan suku bunga yang akan datang membuat beberapa investor cemas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Panji menambahkan, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah juga menurunkan selera risiko investor saat bulan dan kuartal baru dimulai, setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke Israel telah memicu ketidakpastian di pasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi teknikal, Panji menjelaskan, jika BTC dapat bertahan di atas support 60.000 dolar AS (Rp915 juta), maka ada potensi kembali naik ke sekitar 62.500 dolar AS (Rp954 juta) dan resistance 64.000 dolar AS (Rp976 juta).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSementara, jika terjadi penurunan dibawah 60.000 dolar AS (Rp915 juta), maka BTC potensi lanjut melemah ke support selanjutnya di sekitar 57.000 dolar AS (Rp870 juta),\u201d jelas Panji dalam keterangan tertulisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa September 2024 menjadi bulan yang bersejarah bagi Bitcoin, di mana aset kripto ini mencetak kenaikan sebesar 7,35 perse , mencatatkan rekor penutupan paling positif sejak 2013 atau dalam satu dekade terakhir.\u00a0<\/span><\/p>\n<div>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu faktor kunci yang mendukung performa positif Bitcoin di bulan September adalah lonjakan inflow dari institusi ke ETF spot Bitcoin, yang melonjak dari 397,20 juta dolar AS di pekan sebelumnya menjadi 1,11 miliar dolar AS pada pekan lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHal ini menandakan peningkatan kepercayaan dari investor besar terhadap prospek Bitcoin, yang menjadi sinyal bullish menjelang memasuki kuartal keempat,\u201d pungkasya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki kuartal keempat, Panji menyebut para trader Bitcoin tetap optimis, meskipun mengalami awal yang sulit di bulan September, Bitcoin berhasil bangkit setelah pemotongan suku bunga oleh Fed.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/421554\/menyusul-ketegangan-di-timur-tengah-bitcoin-kembali-ke-angka-60-000-dolar-as\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Setelah sempat mengalami kenaikan san bertengger di level lebih dari 64.000 dolar AS (Rp976 juta), harga Bitcoin selama tiga hari terakhir kembali turun ke level 61.000 dolar AS atau sekitar Rp931 juta. Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha mengatakan bahwa penurunan ini dipicu oleh pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell pada Senin, 30 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":29336,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-29335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29335"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29335\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}