{"id":16004,"date":"2024-08-29T15:22:48","date_gmt":"2024-08-29T15:22:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/08\/29\/kemenkes-berlakukan-health-pass-di-pintu-masuk-bali-cegah-mpox-saat-iaf-hlf-msp\/"},"modified":"2024-08-29T15:22:48","modified_gmt":"2024-08-29T15:22:48","slug":"kemenkes-berlakukan-health-pass-di-pintu-masuk-bali-cegah-mpox-saat-iaf-hlf-msp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/08\/29\/kemenkes-berlakukan-health-pass-di-pintu-masuk-bali-cegah-mpox-saat-iaf-hlf-msp\/","title":{"rendered":"Kemenkes Berlakukan Health Pass di Pintu Masuk Bali Cegah Mpox Saat IAF-HLF MSP"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p4\"><span class=\"s2\">JAKARTA <\/span><span class=\"s3\">&#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan akan menerapkan SATUSEHAT Health Pass di pintu masuk negara untuk mencegah potensi penularan mpox terutama saat gelaran Indonesia Afrika Forum (IAF) dan High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF-MSP) di Bali.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">\u201cDi pintu masuk di Bandara Soetta dan Ngurah Rai, kita akan melakukan pengawasan atau skrining secara berlapis dengan pengawasan deklarasi kesehatan pelaku perjalanan atau SATUSEHAT Health Pass,\u201d kata Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes Achmad Farchanny Tri Adryanto dilansir ANTARA, Kamis, 29 Agustus.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Farchanny menjelaskan SATUSEHAT Health Pass\u00a0yang berbasis\u00a0<em>website\u00a0<\/em>tersebut wajib diisi oleh semua pelaku perjalanan di bandara keberangkatan. Begitu tiba di Indonesia, pelaku perjalanan juga akan di skrining gejala melalui\u00a0<em>thermal scanner\u00a0<\/em>dan pengamatan visual terhadap adanya tanda serta gejala lainnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Sedangkan bagi kasus suspek yang didapati di bandara, Kemenkes akan memberlakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekular (TCM) melalu mini lab yang sudah disiapkan. Tim medis penanganan kedaruratan dan penyakit potensial wabah juga turut disiagakan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">\u201cKemudian, penanganan rujukan kegawatdaruratan medis dan penyakit menular potensial wabah lainnya,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Kemenkes juga akan menyediakan mini lab dan mini ICU di lokasi penyelenggaran IAF dan HLF-MSP yang bisa melakukan Tes Cepat Molekular (TCM).<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Farchanny menyampaikan penyakit mpox meningkat secara signifikan di negara-negara regional Afrika, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Mpox\u00a0terbagi menjadi dua yakni Clade 1 yang banyak beredar di negara regional Afrika dengan gejala lebih berat. Sedangkan Clade 2 yang banyak ditemukan di negara-negara Asia, termasuk Indonesia dan negara lain di luar regional Afrika, memiliki gejala yang lebih ringan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Kemenkes mencatat Indonesia memiliki 88 kasus mpox sepanjang 2022 hingga Agustus 2024 yang keseluruhannya sudah dinyatakan sembuh. Kemudian terkait penemuan lima kasus suspek, telah dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Menanggapi merebaknya kasus mpox termasuk dari negara-negara Afrika yang akan berpartisipasi pada perhelatan IAF dan HLF-MSP pada 1-3 September mendatang, Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai mpox tidak akan menjadi pandemi seperti COVID-19.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Tjandra yang juga mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu menyampaikan bahwa WHO mendeklarasikan mpox sebagai<em>\u00a0outbreak\u00a0a public health emergency of international concern\u00a0<\/em>atau wabah keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional<em>.<\/em>\u00a0Jika kondisi tersebut tidak terkendali, maka statusnya akan naik menjadi pandemi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">\u201cSejauh ini sudah ada tujuh atau delapan\u00a0<em>outbreak\u00a0a public health emergency of international concern\u00a0<\/em>yang sebagian besar berhasil ditanggulangi dan tidak menjadi pandemi,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Mpox dinilainya tidak akan membesar jadi pandemi, lantaran mpox sudah pernah dinyatakan sebagai wabah keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 2022 dan pernyataan dicabut pada 2023 karena kasusnya sudah selesai.<\/span><\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">Alasan kedua, lantaran penularan mpox lewat kontak erat melalui kulit, berbeda dengan COVID-19 yang lewat virus yang bisa menular melalui batuk. Sedangkan alasan ketiga karena pandemi COVID-19 telah mengajarkan banyak hal sehingga lebih siap dalam menghadapi masalah termasuk mpox.<\/span><\/p>\n<p class=\"p5\"><span class=\"s1\">\u201cUntuk vaksin (COVID-19) ketemunya setahun dan mpox belum dinyatakan pandemi, sudah ada tiga vaksin yang beredar,\u201d tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p8\"><span class=\"s3\">Kendati demikian, Tjandra mengingatkan agar mpox harus ditanggulangi secara maksimal baik melalui surveilen suspek melalui berbagai pemeriksaan, diagnosis suspek, pengobatan pasien, hingga penyuluhan kesehatan.<\/span><span class=\"s1\"\/><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/412250\/kemenkes-berlakukan-health-pass-di-pintu-masuk-bali-cegah-mpox-saat-iaf-hlf-msp\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan akan menerapkan SATUSEHAT Health Pass di pintu masuk negara untuk mencegah potensi penularan mpox terutama saat gelaran Indonesia Afrika Forum (IAF) dan High-Level Forum on Multi Stakeholder Partnership (HLF-MSP) di Bali. \u201cDi pintu masuk di Bandara Soetta dan Ngurah Rai, kita akan melakukan pengawasan atau skrining secara berlapis dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16005,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-16004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16005"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}