{"id":1412,"date":"2024-04-26T07:25:32","date_gmt":"2024-04-26T07:25:32","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/?p=1412"},"modified":"2024-04-26T07:25:32","modified_gmt":"2024-04-26T07:25:32","slug":"rupiah-melemah-terus-sri-mulyani-situasi-di-negara-lain-lebih-tidak-menentu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/04\/26\/rupiah-melemah-terus-sri-mulyani-situasi-di-negara-lain-lebih-tidak-menentu\/","title":{"rendered":"Rupiah Melemah Terus, Sri Mulyani: Situasi di Negara Lain Lebih Tidak Menentu"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini telah mencapai di atas Rp16 ribu, situasinya masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Pernyataan tersebut disampaikannya saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (26\/4\/2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengacu pada data Bloomberg, diketahui bahwa nilai tukar rupiah telah mencapai level Rp16.222 per dolar AS pada hari tersebut. Sri Mulyani, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia, menyebutkan bahwa depresiasi kurs saat ini mencapai 5,37 persen secara year to date (ytd). Namun demikian, pelemahan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Negara-negara di sekitar kita dan di emerging G20 menghadapi situasi yang serupa, beberapa di antaranya bahkan lebih parah, tergantung pada fondasi dan kondisi ekonomi masing-masing,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dia juga menyoroti bahwa nilai tukar bath Thailand mengalami koreksi sebesar 8,56 persen, won Korea Selatan melemah sebesar 6,31 persen, dan lira Turki melemah hingga 10,4 persen terhadap dolar AS.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perubahan nilai tukar Brazil, dekat dengan kita sebesar 5,06 persen, Vietnam 4,7 persen, South Afrika 4,7 persen, dan Filipina 3,9 persen,&#8221; tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kementerian Keuangan terus berkoordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan, yang melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk menyikapi depresiasi kurs rupiah yang berlangsung terus-menerus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Dalam menghadapi fluktuasi kurs rupiah yang terus terjadi, masing-masing negara harus mulai melakukan penyesuaian dengan dinamika pasar yang sangat tinggi ini dan menjadi lebih berhati-hati. Semua pihak cenderung untuk mengurangi risiko dari pergerakan global tersebut,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, untuk mengatasi dampak pelemahan rupiah yang terus berlanjut, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 6,25 persen. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 5,5 persen dan suku bunga lending facility menjadi 7 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pada rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 23 dan 24 April 2024, diputuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 0,25 basis poin menjadi 6,25 persen,&#8221; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Pengumuman Hasil RDG Maret 2024 di Jakarta pada Rabu (24\/4\/2024). Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada tahun 2024 dan 2025.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini telah mencapai di atas Rp16 ribu, situasinya masih lebih baik jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Pernyataan tersebut disampaikannya saat konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (26\/4\/2024). Mengacu pada data Bloomberg, diketahui bahwa nilai tukar rupiah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1414,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1412\/revisions\/1414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}