{"id":12134,"date":"2024-08-17T10:57:29","date_gmt":"2024-08-17T10:57:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/08\/17\/fk-unpad-klaim-pelaku-perundungan-di-bedah-saraf-rshs-sudah-disanksi\/"},"modified":"2024-08-17T10:57:29","modified_gmt":"2024-08-17T10:57:29","slug":"fk-unpad-klaim-pelaku-perundungan-di-bedah-saraf-rshs-sudah-disanksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/08\/17\/fk-unpad-klaim-pelaku-perundungan-di-bedah-saraf-rshs-sudah-disanksi\/","title":{"rendered":"FK Unpad Klaim Pelaku Perundungan di Bedah Saraf RSHS Sudah Disanksi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">BANDUNG &#8211; Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) mengklaim pelaku perundungan atau <em>bullying\u00a0<\/em>di Departemen Bedah Saraf RS Hasan Sadikin (RSHS), telah diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Prof Dr. Yudi Mulyana Hidayat, dr., SpOG(K)-Onk, DMAS, mengatakan pihaknya telah melakukan pemutusan studi bagi para pelaku perundungan terkategori pelanggaran berat yakni dua orang residen senior Sp1.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Kemudian, tujuh orang pelaku perundungan dengan kategori ringan-sedang diberikan perpanjangan studi (pengulangan).<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Kemudian surat peringatan dan teguran juga diberikan pada kepala departemen dan ketua program studi Bedah Saraf atas kejadian tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">&#8220;Dan satu orang dosen pelaku bullying, tengah diproses untuk proses pemberian sanksi berat,&#8221; kata Yudi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Yudi mengatakan FK Unpad dan RSHS sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk mencetak SDM yang berkualitas di bidang kesehatan, dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia, sangat miris dan prihatin dengan fenomena perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan spesialisasi di Indonesia khususnya di Departemen Bedah Saraf.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">&#8220;Upaya pemberantasan telah dan terus dilakukan sejak lama tapi belum membuahkan hasil yang menggembirakan, terjadi dan terjadi lagi,&#8221; tuturnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Upaya preventif dan treatment, disebutkan Yudi, sudah dilakukan berulang kali. Upaya preventif yang dilakukan adalah pertama membentuk Komisi Disiplin, Etika dan Anti Kekerasan Fakultas Kedokteran-RS Hasan Sadikin.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Kedua, peluncuran Buku Pedoman Sanksi Kekerasan dan Bullying, ketiga, membuat Pakta Integritas Anti Kekerasan dan Bullying oleh setiap peserta didik saat mereka masuk (dalam orientasi awal Pendidikan) yang ditandatangani di hadapan Dekan, Direktur dan disumpah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">&#8220;Artinya Upaya telah dilakukan oleh pimpinan Rumah Sakit, Fakultas Kedokteran Unpad bahkan sampai Universitas, tapi kejadian kekerasan bullying masih saja terjadi. Tapi kami tak akan lelah dan terus berupaya untuk memberantas bullying di lingkungan FK Unpad dan RS Hasan Sadikin,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Sebelumnya, aksi dugaan perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terpantau terjadi di Universitas Padjajaran (Unpad) di lingkungan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Diinformasikan\u00a0perundungan tersebut terjadi antara dokter pengajar (konsulen) dan peserta didik (residen).<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Dirut RSHS dr. Rachim Dinata Marsidi, mengatakan hal tersebut memang terjadi, dan sudah ada tindakan yang dilakukan terhadap pelaku perundungan. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi di lingkungan pendidikan dokter spesialis bedah saraf.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">&#8220;Itu beberapa bulan yang lalu. Kejadiannya (di) spesialis bedah saraf,&#8221; kata Rachim, saat dihubungi, Jumat (16\/8).<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Rachim menuturkan, tidak mengetahui persis bagaimana kejadian perundungan itu terjadi. Namun, dia memastikan akan memberantas perundungan di lingkungan tersebut dan melindungi korban.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">&#8220;Yah kebijakan meneruskan yang lama. Kita memberantas perundungan. Kita sekarang memberi teguran kepada yang bersangkutan. Dikembalikan fakultas kedokteran,&#8221; katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Terkait akan adanya korban lain yang melapor, Rachim memastikan akan memberikan perlindungan terhadap mereka yang berani untuk melaporkan tindakan perundungan di pendidikan dokter spesialis di RSHS.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Selain itu, Rachim menjamin tak boleh ada perundungan lagi dalam pendidikan spesialis dokter, utamanya di RSHS. Pihaknya akan menerapkan sanksi sesuai dengan apa yang dilakukan pelaku perundungan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">&#8220;Skors sebulan atau dua bulan. Kalau berat dikeluarkan,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Sebelumnya, berdasarkan data kajian etik dan hukum perundungan oleh dosen\/ konsulen kepada peserta didik yang didapat wartawan diketahui perkara itu terungkap ketika ada seorang peserta didik bedah saraf Unpad pada Juni 2024.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Permohonan pengunduran diri peserta didik itu kemudian diklarifikasi dekanat sehingga terungkaplah dugaan perundungan di lingkungan akademis itu. Dalam dokumen yang diketahui bahwa Komite Etik, Disiplin, dan Antiperundungan pun telah melakukan serangkaian tindakan termasuk identifikasi masalah.<\/span><\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Pada kajian tersebut salah satunya diketahui para peserta didik diminta menyewa kamar di salah satu hotel dekat RSHS selama enam bulan. Selain itu, mereka mengeluarkan uang setidaknya hingga Rp65 juta per orang untuk bulan-bulan tersebut buat keperluan sewa kamar hotel tersebut dan kebutuhan hingga permintaan senior.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Kebutuhan senior yang didanai itu di antaranya untuk hiburan (entertainment), makan-minum, penyewaan mobil, dan kebutuhan wingman.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Selain itu, dalam dokumen itu terungkap pula ada dugaan kekerasan fisik hingga pelecehan verbal dari senior terhadap para peserta didik.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Pada kajian itu, pihak komite etik pun sempat meminta klarifikasi tindakan kekerasan yang dilakukan dokter spesialis bedah saraf senior terkait terhadap peserta didik.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Dalam dokumen tersebut, Komite Etik dan Hukum menyimpulkan telah terjadi dugaan perundungan tersebut yang melanggar sejumlah aturan, termasuk pakta integritas yang diteken bersangkutan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s2\">Karena itu, mereka menyerahkan pemberian sanksi dilakukan Dekan FK Unpad dan Rektor Unpad.<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/408727\/fk-unpad-klaim-pelaku-perundungan-di-bedah-saraf-rshs-sudah-disanksi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG &#8211; Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) mengklaim pelaku perundungan atau bullying\u00a0di Departemen Bedah Saraf RS Hasan Sadikin (RSHS), telah diberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya. Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Prof Dr. Yudi Mulyana Hidayat, dr., SpOG(K)-Onk, DMAS, mengatakan pihaknya telah melakukan pemutusan studi bagi para pelaku perundungan terkategori pelanggaran berat yakni dua orang residen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-12134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}