{"id":11850,"date":"2024-08-17T03:38:16","date_gmt":"2024-08-17T03:38:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/08\/17\/bukan-dipaksakan-cari-pemimpin-yang-belum-mumpuni\/"},"modified":"2024-08-17T03:38:16","modified_gmt":"2024-08-17T03:38:16","slug":"bukan-dipaksakan-cari-pemimpin-yang-belum-mumpuni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2024\/08\/17\/bukan-dipaksakan-cari-pemimpin-yang-belum-mumpuni\/","title":{"rendered":"Bukan Dipaksakan Cari Pemimpin yang Belum Mumpuni\u00a0"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA &#8211; Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bicara soal hak masyarakat dalam memilih di pemilihan umum (pemilu) termasuk pilkada.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Hal ini disampaikan Megawati dalam pembacaan amanat pembina upacara HUT ke-79 RI di halaman Masjid At-Taufiq yang terletak di depan Sekolah Partai DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Berilah hak rakyat untuk dapat mencari pemimpinnya yang benar-benar itu bagi mereka adalah pemimpin yang sejati. Bukan mencari atau dipaksakan untuk mencari pemimpin yang pada kenyataannya belum mempunyai kader sebagai pemimpin yang mumpuni,&#8221; ungkap Megawati, Sabtu, 17 Agustus.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Presiden ke-5 RI itu menegaskan, pemilu adalah wadah untuk memastikan rakyat bisa menggunakan haknya dengan baik. Hanya saja, ia melihat pemilu saat ini sudah melenceng dari slogannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Saya tidak terbayangkan bahwa pemilihan yang katanya pemilihan umum lalu\u00a0&#8216;Luber&#8217;, langsung, umum, bebas, rahasia, dengan segala slogannya, tetapi tidak menjadi sebuah kenyataan,&#8221; tutur Megawati.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam kesempatan itu, Megawati turut mengungkap bahwa kini ada upaya membelokkan sejarah melalui kekuasaan. Bahkan, konstitusi pun bisa diubah seenaknya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Konstitusi yang harusnya menjadi landasan pokok bagi pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia untuk dijalankan dengan selurus-lurusnya, ternyata bisa seenaknya dibelokkan arahnya,&#8221; ucapnya.<\/span><\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Megawati menyebut hukum di Indonesia yang bertopang pada kedaulatan rakyat saat ini tengah dicoba dengan kedaulatan kekuasaan. Serta, hukum digeser maknanya dari keadilan yang hakiki menjadi alat intimidasi.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Produk hukum pun penuh legalitas prosedural tanpa falsafah hukum dan kegunaannya bagi kepentingan rakyat. Seluruh upaya tersebut berjalan secara sistematis dengan kemasan wataknya yang sepertinya populis,&#8221; urai Megawati.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Yang paling memprihatinkan, bagi Megawati, adalah ketika kedaulatan rakyat sebagai pilar utama demokrasi kini diubah wataknya dan banyak yang punya rasa takut dalam kehidupannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Sepertinya untuk berbicara kebenaran pun banyak yang sudah tidak sanggup, mulutnya terkunci, mulutnya terdiam,&#8221; imbuh putri Presiden Soekarno tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u00a0<\/span><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/408636\/minta-rakyat-diberi-hak-pilih-megawati-bukan-dipaksakan-cari-pemimpin-yang-belum-mumpuni\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bicara soal hak masyarakat dalam memilih di pemilihan umum (pemilu) termasuk pilkada. Hal ini disampaikan Megawati dalam pembacaan amanat pembina upacara HUT ke-79 RI di halaman Masjid At-Taufiq yang terletak di depan Sekolah Partai DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan. &#8220;Berilah hak rakyat untuk dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-11850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"2 years ago","modified":"2 years ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11850\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}