{"id":112853,"date":"2026-10-15T21:48:14","date_gmt":"2026-10-15T14:48:14","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/15\/indonesia-fiji-jajaki-nominasi-bersama-tradisi-bakar-batu-ke-unesco\/"},"modified":"2026-10-15T21:48:14","modified_gmt":"2026-10-15T14:48:14","slug":"indonesia-fiji-jajaki-nominasi-bersama-tradisi-bakar-batu-ke-unesco","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/15\/indonesia-fiji-jajaki-nominasi-bersama-tradisi-bakar-batu-ke-unesco\/","title":{"rendered":"Indonesia-Fiji Jajaki Nominasi Bersama Tradisi Bakar Batu ke UNESCO"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA &#8211; Indonesia dan Fiji menjajaki peluang mengajukan nominasi bersama warisan budaya takbenda ke UNESCO, termasuk tradisi memasak dengan batu panas yang dikenal sebagai bakar batu di sejumlah wilayah Indonesia dan memiliki kemiripan dengan praktik seremonial di Fiji.<\/p>\n<p>Peluang itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji Charan Jeath Singh dalam pertemuan bilateral di Yogyakarta, Kamis, 15 Oktober.<\/p>\n<p>Fadli mengatakan kerja sama kebudayaan kedua negara dapat diperkuat melalui pembaruan atau penyusunan kembali nota kesepahaman di bidang kebudayaan dan warisan budaya.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia dan Fiji memiliki hubungan yang telah terjalin lama dan menyimpan banyak potensi kerja sama di bidang kebudayaan,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>Menurut Fadli, nota kesepahaman dapat menjadi payung bagi kerja sama yang lebih luas, mulai dari pelindungan warisan budaya, pertukaran seniman, produksi karya bersama, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.<\/p>\n<p>Salah satu peluang yang dibahas adalah nominasi bersama tradisi budaya takbenda yang memiliki kesamaan di kedua negara.<\/p>\n<p>\u201cKita dapat menjajaki nominasi bersama atas tradisi yang memiliki kesamaan, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pelestarian kebudayaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Fadli mengatakan Indonesia saat ini menjadi anggota Komite Antarpemerintah UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda dan mendukung kerja sama internasional dalam pelestarian budaya, termasuk dengan negara-negara kepulauan.<\/p>\n<p>Selain warisan budaya, kedua negara juga membahas bambu sebagai bidang kerja sama yang dapat menghubungkan pengetahuan tradisional, keterampilan kriya, dan ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Menurut Fadli, pengalaman Indonesia dalam memanfaatkan bambu untuk bangunan, alat musik, dan kerajinan dapat menjadi referensi bagi pengembangan industri bambu di Fiji.<\/p>\n<p>\u201cPengembangan bambu perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mengatakan pertukaran tenaga ahli dan peningkatan keterampilan masyarakat dapat membuka peluang pengembangan kriya dan ekonomi kreatif di kedua negara.<\/p>\n<p>Charan Jeath Singh menyambut peluang tersebut. Ia mengatakan Fiji ingin memperluas kerja sama dengan Indonesia dalam pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, dokumentasi budaya, serta pelindungan pengetahuan dan praktik tradisional.<\/p>\n<p>\u201cFiji sangat menghargai hubungan jangka panjang dengan Indonesia dan dukungan yang telah diberikan di berbagai bidang,\u201d kata Charan.<\/p>\n<p>Menurut Charan, kerja sama industri kreatif juga dapat dikembangkan melalui pelatihan, pertukaran tenaga ahli, pengembangan produk, dan promosi karya budaya ke pasar regional maupun internasional.<\/p>\n<p>Charan berharap kerja sama itu turut membuka ruang lebih luas bagi perajin, perempuan, dan generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Hubungan Indonesia dan Fiji telah berlangsung selama 52 tahun. Kedua negara kini ingin memperluas hubungan tersebut melalui program budaya yang lebih terstruktur dan melibatkan masyarakat secara langsung.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/598603\/indonesia-fiji-jajaki-nominasi-bersama-tradisi-bakar-batu-ke-unesco\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA &#8211; Indonesia dan Fiji menjajaki peluang mengajukan nominasi bersama warisan budaya takbenda ke UNESCO, termasuk tradisi memasak dengan batu panas yang dikenal sebagai bakar batu di sejumlah wilayah Indonesia dan memiliki kemiripan dengan praktik seremonial di Fiji. Peluang itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Urusan Multi-Etnis, Kebudayaan, Warisan, dan Seni Fiji Charan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112854,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112853"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112853\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}