{"id":112777,"date":"2026-10-15T15:56:15","date_gmt":"2026-10-15T08:56:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/15\/fasilitas-mewah-lapas-cibinong-modus-baru\/"},"modified":"2026-10-15T15:56:15","modified_gmt":"2026-10-15T08:56:15","slug":"fasilitas-mewah-lapas-cibinong-modus-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/15\/fasilitas-mewah-lapas-cibinong-modus-baru\/","title":{"rendered":"Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Modus Baru"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">JAKARTA &#8211; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi Jakarta, Mashudi, menyebut penyimpangan atau tindakan indisipliner di lembaga pemasyarakatan (lapas) beragam bentuknya. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Namun skandal fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/1242\/lapas-cibinong\">Cibinong<\/a>, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah modus operandi baru. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">&#8220;<\/span><span class=\"s4\">Baru pertama kali dalam riwayat pergaulan saya, tercetus pelanggaran aneh begini. Kolega purnawirawan kalapas juga sama heran dan bingungnya (perihal hunian mewah di area Lapas Cibinong),&#8221; kata mantan pejabat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan itu saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast <\/span><span class=\"s5\">EdShareOn <\/span><span class=\"s4\">yang tayang pada Rabu, 14 Oktober 2026.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Sebelum memimpin STIH Litigasi, Mashudi pernah menjabat kepala lapas di empat tempat, yakni di Abepura (1997), Padang (2000), Cirebon (2002), dan Sukamiskin (2023). Menurut Mashudi, jika pun ada penyimpangan berupa fasilitas mewah, biasanya ada di kamar si narapidana. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Misalnya, kamar tahanan mewah terpidana kasus suap jaksa Urip Tri Gunawan, Artalyta Suryani alias Ayin (2010), juga sel mewah napi korupsi Setya Novanto di Lapas Sukamiskin (2018). \u201c<\/span><span class=\"s4\">Kalau itu, kamarnya di lapas dimodifikasi. Kalau kasus di Cibinong kan kamarnya di luar lapas, ini modusnya baru betul: ada penyalahgunaan rumah di luar lapas,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Fasilitas mewah di Lapas IIA Cibinong terkuak setelah pada 23 September lalu, Ombudsman RI melakukan sidak ke sana. Dari sidak itu, Ombudsman menemukan fasilitas mewah berupa rumah semacam vila yang dihuni warga binaan, lengkap dengan sofa, kulkas berisi minuman keras, televisi, AC, dan meja makan. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Selain itu, ditemukan pula area parkir mobil, fasilitas simulator golf yang sedang dibangun, gym, dan kolam renang. Menindaklanjuti temuan tersebut, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memberhentikan Kepala L<\/span><span class=\"s4\">apas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto serta menjatuhkan sanksi kepada 16 pegawai yang diduga terlibat.<\/span><span class=\"s4\"\/><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Pihak lapas awalnya mengklaim area itu adalah rumah dinas pejabat, kantor operasional, serta sarana asimilasi dan edukasi (SAE) untuk warga binaan. Namun menurut Mashudi, pengakuan itu janggal. \u201cKalau program asimilasi itu tempatnya di kebun, supaya dia bertani. Pagi keluar bekerja, lalu sore wajib kembali masuk ke dalam lapas. Lalu mengapa di Cibinong fasilitasnya mewah? Asimilasi itu juga syaratnya harus sudah menjalani setengah masa hukuman, sementara yang di Cibinong napinya baru saja masuk lapas,\u201d <\/span><span class=\"s4\">kata dia.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Mashudi menambahkan, klaim asimilasi hanyalah kamuflase oknum petugas. Dengan dalih asimilasi, oknum petugas lapas ada indikasi <\/span><span class=\"s5\">mens rea<\/span> <span class=\"s4\">atau berkehendak merancang aksi kejahatannya di sana. Yakni, dengan mengkomersialisasi bangunan di dekat lapas untuk disewakan bulanan ke napi. Ia pun mempertanyakan siapa yang berinisiatif menempatkan napi di situ. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Bisa jadi, katanya, penyedia bisnisnya petugas saja, tapi bisa saja dibiayai oleh napi tapi diatasnamakan pegawai lapas. Mashudi sendiri menilai tidak masuk akal jika hunian mewah itu dimiliki petugas lapas yang gajinya tak besar.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Di sisi lain, Mashudi yakin pembangunan hunian mewah di Lapas Cibinong itu tak mungkin dibiayai APBN. Terlebih lagi, proses pembangunannya sangat cepat, mulai Januari 2023, dan sudah rampung April atau tiga bulan setelahnya. Hal itu menunjukkan suntikan modal proyeknya sangat besar. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">\u201cKarena prosesnya hanya tiga bulan, tidak mungkin mengandalkan APBN. Soalnya Januari dokumen pencairan DIPA baru saja terbit. Tidak mungkin langsung ada eksekusi pencairan proyek,\u201d kata dia.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Yang jelas, Mashudi tidak ingin berspekulasi mengapa skandal di Lapas Cibinong bisa terjadi, atau kemungkinan adanya bekingan atasan terhadap aktivitas itu. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">\u201cTerus terang nyali spekulasi saya tak ingin berkesimpulan liar sejauh itu,\u201d kata dia yang pernah menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara pada 2010 dan Jatim pada 2011.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\"> Namun ia mengakui pengawasan terhadap fasilitas lapas selama ini memang belum sepenuhnya menjangkau area di luar blok utama.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">&#8220;Faktanya, di lapangan memang inspektorat atau pengawas tak pernah meninjau area perumahan pegawai mess.\u201d<\/span><\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3 class=\"s3\"><span class=\"s2\">Walau Bikin Fasilitas Mewah, Petugas Lapas Cibinong Hanya Disanksi Administratif<\/span><\/h3>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" title=\"Mashudi dan EdShareOn\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/598574\/body_image_2026101515.png\" alt=\"Mashudi dan EdShareOn\"\/><figcaption>Mashudi dan Eddy Wijaya. (dok. EdShareOn)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi Jakarta, Mashudi, mengatakan, hukuman untuk petugas Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat memang berupa sanksi administratif. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">\u201cKalau napi dikeluarkan (dari lapas) secara tidak sah dan ditarik kembali ke dalam itu mendapat hukuman disiplin,\u201d <\/span><span class=\"s4\">ujarnya kepada Eddy Wijaya dalam podcast <\/span><span class=\"s5\">EdShareOn <\/span><span class=\"s4\">yang tayang pada Rabu, 14 Oktober 2026.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Walau tidak dijerat pidana, Mashudi menilai sanksi itu tidak bisa disebut ringan karena hukuman disiplin untuk pegawai negeri sipil sifatnya berjenjang. <\/span><span class=\"s4\">Mulai dari teguran tertulis, sampai pemberhentian tidak hormat. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">\u201cBagi seorang PNS, pemberhentian dengan tidak hormat itu kiamat karirnya,\u201d kata dia yang pernah menjadi kepala lapas di empat tempat, yakni Abepura, Padang, Cirebon, dan Sukamiskin ini.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Karena itu ia menyayangkan para petugas Lapas Cibinong yang sempat menghalang-halangi inspeksi mendadak Ombudsman pada 23 September lalu. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">\u201cKenapa (para pegawai) sampai ngotot melakukan perlawanan saat rombongan Ombudsman datang? Mengapa mereka berani seperti itu? Apakah karena mendapat instruksi keras dari atasannya? Karena sebenarnya mereka tidak boleh menghalangi seperti itu,\u201d ujar Mashudi.<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Mashudi menambahkan, hukuman disiplin untuk para petugas lapas harus proporsional sesuai perbuatan dan deliknya. Bila mengacu pada Kode Etik Disiplin Pegawai Lapas, banyak poin tata tertib yang diterobos para petugas. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Salah satu yang fatal adalah mendanai lahan milik instansi dengan uang gratifikasi pihak ketiga, dalam hal ini warga binaan. \u201cSistem melarang pegawai menjalin ikatan transaksi uang dengan pihak keluarga napi, bahkan hingga 2 tahun setelah bebas dari lapas.\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">Ia menyebut, pernah ada kasus korupsi eks Kepala Dolog (Depot Logistik\/Bulog) Kalimantan Timur, Budiadji, pada 1976, yang menyuap kalapas dengan memodali proyek lapangan tenis. Ketika itu Budiadji membeli banyak raket premium dan memaksa petugas lapas menemaninya bermain. Namun akhirnya, kelakuan Budiadji terkuak dan para petugas lapas kena imbasnya. <\/span><\/p>\n<p class=\"s3\"><span class=\"s4\">\u201cPejabat pimpinan lapas hingga kroninya langsung dipecat semua oleh Menteri Hukum dan HAM saat itu, Ismail Saleh.\u201d kata Mashudi.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s3\"><span class=\"s2\">Siapa Eddy Wijaya Sebenarnya, Begini Profilnya<\/span><\/h3>\n<p class=\"s6\"><span class=\"s4\">Sosok <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/10960\/eddy-wijaya\">Eddy Wijaya<\/a> adalah seorang podcaster kelahiran 17 Agustus 1972. Melalui akun YouTube @EdShareOn, Eddy mewawancarai banyak tokoh bangsa mulai dari pejabat negara, pakar hukum, pakar politik, politisi nasional, hingga selebritas Tanah Air.<\/span><\/p>\n<p class=\"s6\"><span class=\"s4\"> Pria dengan khas lesung pipi bagian kanan tersebut juga seorang nasionalis yang merupakan aktivis perjuangan kalangan terdiskriminasi dan pemerhati sosial denga<\/span><span class=\"s4\">n membantu masyarakat lewat yayasan Wijaya Peduli Bangsa. <\/span><\/p>\n<p class=\"s6\"><span class=\"s4\">Ia juga aktif di bidang olahraga dengan menjabat Ketua Harian Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Pacu dan juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakarta Timur. <\/span><\/p>\n<p class=\"s6\"><span class=\"s4\">Eddy juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, masa bakti 2022-2026. Gagasan-gagasannya terbentuk karena kerja kerasnya untuk mandiri sejak usia 13 tahun hingga sukses seperti sekarang. <\/span><\/p>\n<p class=\"s6\"><span class=\"s4\">Ba<\/span><span class=\"s4\">gi Eddy, dunia kerja tidak semulus yang dibayangkan, kegagalan dan penolakan menjadi hal biasa. Hal itulah yang membuatnya memegang teguh tagline \u201cSukses itu hanya masalah waktu\u201d. (<strong>ADV<\/strong>)<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/598574\/mashudi-fasilitas-mewah-lapas-cibinong-modus-baru\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi Jakarta, Mashudi, menyebut penyimpangan atau tindakan indisipliner di lembaga pemasyarakatan (lapas) beragam bentuknya. Namun skandal fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, adalah modus operandi baru. &#8220;Baru pertama kali dalam riwayat pergaulan saya, tercetus pelanggaran aneh begini. Kolega purnawirawan kalapas juga sama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"51 minutes ago","modified":"51 minutes ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112777"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112777\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}