{"id":112487,"date":"2026-10-14T10:32:15","date_gmt":"2026-10-14T03:32:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/danantara-harus-perkuat-fiskal-dan-ketahanan-ekonomi-indonesia\/"},"modified":"2026-10-14T10:32:15","modified_gmt":"2026-10-14T03:32:15","slug":"danantara-harus-perkuat-fiskal-dan-ketahanan-ekonomi-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/danantara-harus-perkuat-fiskal-dan-ketahanan-ekonomi-indonesia\/","title":{"rendered":"Danantara Harus Perkuat Fiskal dan Ketahanan Ekonomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 Komisaris Pelindo, Arief Poyuono, menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memiliki peluang strategis untuk memperkuat stabilitas fiskal domestik dan ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui optimalisasi aset negara, investasi produktif, diversifikasi sumber pertumbuhan, serta pengelolaan risiko yang profesional dan transparan.<\/p>\n<p>\u201cDanantara harus menjadi instrumen yang memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, bukan menambah kerentanan fiskalnya. Keberhasilannya tidak cukup diukur dari besarnya aset yang dikelola atau nilai investasi yang direalisasikan, tetapi dari kemampuannya menciptakan nilai ekonomi jangka panjang,\u201d kata Arief dalam pandangannya mengenai peran Danantara dalam perekonomian nasional, Rabu 14 Oktober.<\/p>\n<p>Menurut Arief, perubahan geopolitik, fragmentasi perdagangan internasional, volatilitas harga komoditas, ketidakpastian arus modal, dan perkembangan teknologi telah meningkatkan tantangan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan kekayaan negara yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pembiayaan jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan pembangunan.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Ia mengatakan, Danantara dapat berperan dalam mengoptimalkan kekayaan negara melalui pengelolaan investasi dan aset badan usaha milik negara (BUMN). Pengelolaan yang profesional diharapkan dapat meningkatkan produktivitas modal nasional, memperkuat kinerja perusahaan negara, dan menciptakan sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>\u201cOptimalisasi aset negara harus diarahkan pada peningkatan produktivitas dan penciptaan nilai. Ketika aset BUMN dikelola secara profesional dengan orientasi efisiensi dan hasil investasi yang sehat, manfaatnya berpotensi memperkuat nilai portofolio negara sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan negara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Arief menegaskan, Danantara tidak dapat diposisikan sebagai pengganti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), cadangan devisa Bank Indonesia, ataupun instrumen stabilisasi moneter. Menurut dia, fungsi Danantara justru perlu ditempatkan sebagai pelengkap kebijakan fiskal dan moneter melalui investasi yang mendukung pertumbuhan produktif.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan pemerintah agar tidak memperlakukan potensi keuntungan investasi Danantara sebagai pendapatan APBN yang pasti sebelum keuntungan tersebut benar-benar terealisasi dan dapat disalurkan sesuai ketentuan.<\/p>\n<p>\u201cKeuntungan investasi tidak selalu bersifat tetap, sementara sebagian aset membutuhkan waktu panjang untuk menghasilkan arus kas. Pemerintah perlu membedakan potensi keuntungan dengan penerimaan yang benar-benar sudah tersedia agar tidak menciptakan ketergantungan fiskal baru,\u201d kata Arief.<\/p>\n<p>Menurut dia, investasi Danantara juga berpotensi memperluas kapasitas pembiayaan pembangunan melalui kemitraan dengan sektor swasta dan investor institusional. Dengan struktur pembiayaan yang tepat, proyek infrastruktur yang layak secara ekonomi dapat dikembangkan tanpa sepenuhnya mengandalkan pembiayaan langsung dari APBN.<\/p>\n<p>Arief menilai investasi pada infrastruktur transportasi, energi, industri pengolahan, konektivitas digital, dan logistik dapat membantu menurunkan biaya produksi serta meningkatkan daya saing dunia usaha. Investasi pada sektor-sektor tersebut juga berpotensi memperluas lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat basis penerimaan pajak apabila menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.<\/p>\n<p>\u201cInvestasi negara harus mampu mendorong produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat daya saing nasional. Ukurannya bukan sekadar berapa besar modal yang masuk, melainkan juga manfaat yang dihasilkan bagi perekonomian dan masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<h3>Memperkuat Ketahanan Eksternal<\/h3>\n<p>Arief mengatakan, ketahanan eksternal Indonesia turut ditentukan oleh kemampuan menghadapi perubahan suku bunga negara maju, penguatan dolar Amerika Serikat, penurunan harga komoditas ekspor, serta perubahan arus modal internasional. Berbagai faktor tersebut dapat memengaruhi nilai tukar rupiah, biaya pembiayaan, dan arus investasi.<\/p>\n<p>Dalam kondisi tersebut, Danantara dinilai berpeluang menjadi investor jangkar atau <em>anchor investor<\/em> pada proyek-proyek strategis yang memiliki prospek ekonomi jangka panjang. Peran itu, menurut Arief, harus didasarkan pada kelayakan investasi, manajemen risiko, dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran modal negara yang dikelola secara kredibel dapat membantu mengurangi ketidakpastian bagi investor lain dan membuka peluang pembiayaan bersama. Namun, keputusan investasi harus tetap berlandaskan kelayakan ekonomi, bukan semata-mata besarnya proyek atau kepentingan jangka pendek,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, investasi yang mampu menarik modal swasta dan asing secara produktif dapat memperkuat kapasitas produksi nasional, memperluas ekspor bernilai tambah, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia. Karena itu, kualitas investasi perlu menjadi perhatian utama, termasuk kontribusinya terhadap transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas.<\/p>\n<p>Arief juga menyoroti pentingnya diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sejumlah komoditas. Menurut dia, investasi pada manufaktur, pengolahan sumber daya alam, energi, teknologi, dan logistik dapat membantu memperluas basis produksi serta ekspor Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cTujuan diversifikasi bukan meninggalkan keunggulan komoditas Indonesia, melainkan meningkatkan nilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri. Dengan sumber pertumbuhan dan pendapatan ekspor yang lebih beragam, perekonomian akan memiliki fondasi yang lebih kuat ketika sektor tertentu mengalami tekanan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain investasi domestik, Arief menilai diversifikasi portofolio lintas negara dapat dipertimbangkan sesuai mandat dan ketentuan yang berlaku. Strategi tersebut berpotensi membuka akses terhadap teknologi, jaringan usaha, pengetahuan manajerial, dan peluang kemitraan strategis.<\/p>\n<p>Namun, investasi internasional juga perlu memperhitungkan risiko geopolitik, likuiditas, nilai tukar, perubahan regulasi, serta kemungkinan pembatasan investasi di negara tujuan. Ia menekankan bahwa pengelolaan portofolio Danantara harus tetap dibedakan dari pengelolaan cadangan devisa resmi yang menjadi kewenangan Bank Indonesia.<\/p>\n<h3>Peluang Kerja Sama Regional<\/h3>\n<p>Dalam konteks Asia Tenggara, Arief melihat peluang bagi Danantara untuk memperkuat hubungan investasi dengan lembaga pengelola dana negara, dana pensiun, investor institusional, dan mitra strategis di kawasan.<\/p>\n<p>Kerja sama melalui skema investasi bersama atau <em>co-investment<\/em> dinilai dapat memperbesar kapasitas pendanaan sekaligus membagi risiko proyek. Investasi juga dapat diarahkan pada pelabuhan, transportasi multimoda, kawasan industri, energi, dan infrastruktur digital yang mendukung konektivitas regional.<\/p>\n<p>Menurut Arief, penguatan infrastruktur dan rantai pasok regional dapat membantu memperlancar perdagangan, menurunkan biaya distribusi, serta meningkatkan ketahanan ekonomi negara-negara di kawasan terhadap gangguan geopolitik dan perubahan jalur perdagangan.<\/p>\n<p>\u201cDanantara memiliki peluang untuk menjadi mitra investasi regional yang kredibel melalui proyek-proyek produktif dan kemitraan strategis. Namun, setiap kerja sama harus memberikan manfaat ekonomi yang terukur, menghormati regulasi negara mitra, dan tetap menjaga kepentingan nasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa investasi lintas negara tidak semestinya hanya berorientasi pada perluasan portofolio. Kemitraan perlu mempertimbangkan kualitas mitra, transparansi kontrak, pembagian risiko, dan kontribusinya terhadap kapasitas industri Indonesia.<\/p>\n<h3>Tata Kelola dan Disiplin Investasi<\/h3>\n<p>Arief menilai potensi Danantara harus diimbangi dengan tata kelola yang kuat. Ia mengingatkan bahwa dana kekayaan negara tidak otomatis menghasilkan keberhasilan pembangunan karena hasilnya sangat ditentukan oleh kejelasan mandat, independensi keputusan investasi, transparansi, dan disiplin pengelolaan risiko.<\/p>\n<p>Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah pencampuran tujuan komersial dengan kepentingan kebijakan publik tanpa pembagian mandat yang jelas. Menurut dia, proyek yang memberikan manfaat sosial besar belum tentu menghasilkan imbal hasil finansial yang menarik.<\/p>\n<p>\u201cJika Danantara dituntut mengejar keuntungan komersial sekaligus membiayai berbagai tujuan publik tanpa pembagian mandat yang tegas, penilaian kinerjanya dapat menjadi kabur. Proyek yang tidak memenuhi standar komersial tetapi dibutuhkan untuk kepentingan publik harus memiliki dasar dukungan kebijakan dan pembiayaan yang transparan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Risiko lain yang disorot adalah potensi intervensi politik, benturan kepentingan, serta ketidakseimbangan likuiditas akibat penempatan modal yang terlalu besar pada aset jangka panjang. Arief menilai keputusan investasi harus melewati proses uji tuntas, penilaian independen, dan pengawasan yang memadai.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa mobilisasi modal dalam jumlah besar dapat menimbulkan dampak makroekonomi apabila tidak diimbangi kapasitas produksi. Peningkatan permintaan barang, jasa, tenaga kerja, dan impor berpotensi menambah tekanan inflasi maupun ketidakseimbangan eksternal. Sementara itu, transaksi valuta asing dalam skala besar untuk membiayai investasi domestik perlu memperhitungkan kondisi pasar.<\/p>\n<p>\u201cInvestasi negara yang besar belum tentu menghasilkan ketahanan ekonomi yang kuat. Tanpa tata kelola dan disiplin risiko, akumulasi aset dapat berjalan beriringan dengan akumulasi kewajiban dan kerentanan,\u201d kata Arief.<\/p>\n<p>Untuk memperkuat akuntabilitas, ia mendorong penerapan prinsip tata kelola dana kekayaan negara yang dikenal sebagai Prinsip Santiago atau <em>Generally Accepted Principles and Practices<\/em> (GAPP). Prinsip tersebut menekankan kejelasan kerangka hukum, tujuan investasi, transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan berorientasi jangka panjang.<\/p>\n<p>Penerapannya, menurut Arief, perlu diwujudkan melalui indikator kinerja yang terukur, pengawasan independen, audit, pengendalian internal, pelaporan risiko material, serta evaluasi investasi berdasarkan kelayakan dan berbagai skenario perubahan ekonomi.<\/p>\n<h3>Lima Agenda Strategis<\/h3>\n<p>Arief mengusulkan lima agenda untuk memperkuat kontribusi Danantara terhadap stabilitas fiskal dan ketahanan eksternal. Agenda tersebut meliputi pembangunan kerangka pengelolaan risiko fiskal yang terintegrasi, prioritas investasi dengan dampak produktivitas tinggi, perluasan kemitraan investasi yang sehat, koordinasi kebijakan makroekonomi, dan pengukuran manfaat publik.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, evaluasi terhadap Danantara perlu memperhitungkan kinerja investasi, kewajiban keuangan, eksposur BUMN, serta potensi dukungan negara dalam berbagai skenario ekonomi, termasuk ketika kondisi pasar memburuk.<\/p>\n<p>Selain itu, proyek yang layak secara komersial harus dibedakan secara tegas dari proyek yang membutuhkan dukungan kebijakan publik. Pendekatan tersebut diperlukan agar hasil investasi dan biaya pelaksanaan kebijakan dapat dinilai secara transparan.<\/p>\n<p>\u201cUkuran keberhasilan Danantara harus mencakup pertumbuhan produktivitas, kualitas infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, daya saing ekspor, dan keberlanjutan fiskal. Manfaat publik perlu dilaporkan secara terukur tanpa mengaburkan hasil keuangan yang sebenarnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Arief menegaskan, Danantara bukan solusi tunggal bagi seluruh persoalan fiskal dan ekonomi eksternal Indonesia. Stabilitas anggaran tetap membutuhkan disiplin penerimaan dan belanja negara, sedangkan ketahanan eksternal memerlukan ekspor yang kompetitif, cadangan devisa yang memadai, arus modal berkualitas, dan kebijakan moneter yang kredibel.<\/p>\n<p>Menurut dia, kontribusi Danantara akan semakin strategis apabila pengelolaan aset negara, investasi produktif, pengendalian risiko, dan koordinasi kebijakan berjalan saling melengkapi.<\/p>\n<p>\u201cKeberhasilan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan mengubah kekayaan nasional menjadi sumber ketahanan ekonomi, memperluas kesempatan pembangunan, dan menjaga kesejahteraan masyarakat lintas generasi,\u201d kata Arief.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, kejelasan mandat, tata kelola yang kuat, profesionalisme, dan disiplin investasi menjadi prasyarat agar Danantara dapat memperkuat stabilitas fiskal domestik sekaligus meningkatkan ketahanan eksternal Indonesia di tengah perubahan ekonomi regional dan global.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/598367\/arief-poyuono-danantara-harus-perkuat-fiskal-dan-ketahanan-ekonomi-indonesia\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Komisaris Pelindo, Arief Poyuono, menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memiliki peluang strategis untuk memperkuat stabilitas fiskal domestik dan ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui optimalisasi aset negara, investasi produktif, diversifikasi sumber pertumbuhan, serta pengelolaan risiko yang profesional dan transparan. \u201cDanantara harus menjadi instrumen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112487"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112487\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}