{"id":112471,"date":"2026-10-14T09:14:14","date_gmt":"2026-10-14T02:14:14","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/openai-pecat-insinyur-yang-diduga-pasang-alat-perekam-di-ruang-eksekutif\/"},"modified":"2026-10-14T09:14:14","modified_gmt":"2026-10-14T02:14:14","slug":"openai-pecat-insinyur-yang-diduga-pasang-alat-perekam-di-ruang-eksekutif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/openai-pecat-insinyur-yang-diduga-pasang-alat-perekam-di-ruang-eksekutif\/","title":{"rendered":"OpenAI Pecat Insinyur yang Diduga Pasang Alat Perekam di Ruang Eksekutif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Seorang mantan karyawan OpenAI bernama Abdulrahman Alfozan, 35 tahun, ditangkap otoritas federal Amerika Serikat. Ia didakwa memasang alat perekam tersembunyi di ruang konferensi eksekutif perusahaan tersebut di San Francisco. Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan penangkapan itu pada Selasa, 13 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Menurut keterangan DOJ, OpenAI menemukan perangkat perekam canggih yang disembunyikan di bagian belakang televisi di ruang konferensi eksekutif pada atau sekitar 30 September 2026. Perangkat tersebut diduga dipasang beberapa hari sebelumnya dan disembunyikan menggunakan tisu toilet. Isi perangkat itu telah dienkripsi.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Alfozan, warga negara Arab Saudi yang bekerja sebagai insinyur di OpenAI sejak Juli 2025, ditangkap pada Jumat dan hadir di pengadilan federal pada Selasa. OpenAI mengonfirmasi insiden tersebut melalui media sosial dan menyatakan membantu penyelidikan Biro Investigasi Federal AS (FBI).<\/p>\n<p>\u201cKami menggunakan model kami untuk memahami perangkat tersebut dan mengetahui asal-usulnya, serta mengidentifikasi bahwa seorang karyawan tertentu telah memasangnya beberapa hari sebelumnya,\u201d kata OpenAI dalam pernyataannya.<\/p>\n<p>Perusahaan itu menambahkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi individu tersebut mengakses secara tidak semestinya atau mengambil bobot model, kode sumber, maupun data pelanggan.<\/p>\n<p>Dalam pengaduan yang disampaikan kepada DOJ, OpenAI menyebut Alfozan menggunakan sebuah alat produktivitas untuk mencari informasi mengenai ruang rapat, kalender, serta lokasi pimpinan dan eksekutif perusahaan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/598352\/body_image_2026101408.jpg\" alt=\"\" width=\"500\"\/><\/p>\n<p>Akun chatbot yang dikaitkan dengan pasangan Alfozan juga menunjukkan adanya permintaan yang diajukan pada September terkait pemasangan dan akses jarak jauh ke perangkat perekam, menurut dokumen tersebut.<\/p>\n<p>DOJ menyatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan Alfozan berada di sekitar dan di dalam ruang konferensi itu dalam beberapa kesempatan sebelum perangkat ditemukan.<\/p>\n<p>Ruang tersebut kerap digunakan untuk membahas informasi teknis, komersial, dan strategis yang sangat rahasia. Pembahasan mencakup penelitian eksklusif, rencana produk, serta peluang pengembangan bisnis, menurut pengaduan yang diajukan kepada DOJ.<\/p>\n<p>Selain perangkat yang ditemukan di belakang televisi, perusahaan juga menemukan alat perekam lain di salah satu tas milik Alfozan yang tertinggal di kantor.<\/p>\n<p>OpenAI kemudian melaporkan perkara tersebut kepada FBI. Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada para agen dan jaksa yang bergerak cepat hingga melakukan penangkapan.<\/p>\n<p>\u201cProgram keamanan kami dirancang untuk melindungi dari berbagai jenis ancaman, mulai dari risiko orang dalam hingga penjahat siber dan negara-bangsa. Kasus ini menjadi contoh bagaimana AI dapat membantu menangani ancaman keamanan yang canggih,\u201d kata OpenAI.<\/p>\n<p>Perusahaan tersebut telah memecat Alfozan setelah insiden itu terungkap.Menurut DOJ, jika terbukti bersalah, Alfozan menghadapi hukuman maksimal lima tahun penjara, denda sebesar 250.000 dolar AS atau sekitar Rp4,50 miliar, serta tiga tahun pembebasan dengan pengawasan.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/598352\/openai-pecat-insinyur-yang-diduga-pasang-alat-perekam-di-ruang-eksekutif\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Seorang mantan karyawan OpenAI bernama Abdulrahman Alfozan, 35 tahun, ditangkap otoritas federal Amerika Serikat. Ia didakwa memasang alat perekam tersembunyi di ruang konferensi eksekutif perusahaan tersebut di San Francisco. Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan penangkapan itu pada Selasa, 13 Oktober 2026. Menurut keterangan DOJ, OpenAI menemukan perangkat perekam canggih yang disembunyikan di bagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112472,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112471"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112471\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}