{"id":112451,"date":"2026-10-14T07:23:16","date_gmt":"2026-10-14T00:23:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/ott-kpk-di-bnpb-14-orang-diamankan-termasuk-sestama-rustian\/"},"modified":"2026-10-14T07:23:16","modified_gmt":"2026-10-14T00:23:16","slug":"ott-kpk-di-bnpb-14-orang-diamankan-termasuk-sestama-rustian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/ott-kpk-di-bnpb-14-orang-diamankan-termasuk-sestama-rustian\/","title":{"rendered":"OTT KPK di BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sestama Rustian"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 13 Oktober. Salah satu pihak yang diamankan adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian.<\/p>\n<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Rustian diamankan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sejumlah pihak dari unsur swasta dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jabodetabek tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,\u201d kata Budi di Yogyakarta, Selasa, 13 Oktober malam.<\/p>\n<p>Dalam operasi tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia emas. Berdasarkan penghitungan awal, uang tunai yang diamankan mencapai sekitar Rp1,4 miliar.<\/p>\n<p>\u201cTim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar 1,4 miliar rupiah,\u201d tegas Budi.<\/p>\n<p>Adapun logam mulia yang diamankan terdiri dari beberapa bentuk, kata Budi. Termasuk emas batangan dan tabungan emas.<\/p>\n<p>\u201cUntuk jumlahnya masih diproses tim,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Budi mengatakan, KPK masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi OTT tersebut. Berdasarkan informasi awal penyidik, perkara ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.<\/p>\n<p>Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan yang digunakan untuk mendukung penanganan kebencanaan. Namun, KPK belum memerinci pengadaan yang menjadi objek penyelidikan maupun dugaan penyimpangan yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cIni masih kami akan dalami, bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d ungkap Budi.<\/p>\n<p>\u201cUntuk detail kronologi peristiwanya seperti apa, termasuk konstruksi perkaranya ini bagaimana, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d sambung dia.<\/p>\n<p>Kekinian, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan sebelum menentukan status hukum mereka. Penetapan tersangka akan disampaikan secara resmi setelah proses tersebut selesai.<\/p>\n<p>OTT KPK di BNPB, 14 Orang Diamankan Termasuk Sestama Rustian<\/p>\n<p>JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 13 Oktober. Salah satu pihak yang diamankan adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian.<\/p>\n<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Rustian diamankan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sejumlah pihak dari unsur swasta dalam operasi yang berlangsung di wilayah Jabodetabek tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,\u201d kata Budi di Yogyakarta, Selasa, 13 Oktober malam.<\/p>\n<p>Dalam operasi tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia emas. Berdasarkan penghitungan awal, uang tunai yang diamankan mencapai sekitar Rp1,4 miliar.<\/p>\n<p>\u201cTim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar 1,4 miliar rupiah,\u201d tegas Budi.<\/p>\n<p>Adapun logam mulia yang diamankan terdiri dari beberapa bentuk, kata Budi. Termasuk emas batangan dan tabungan emas.<\/p>\n<p>\u201cUntuk jumlahnya masih diproses tim,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Budi mengatakan, KPK masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi OTT tersebut. Berdasarkan informasi awal penyidik, perkara ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.<\/p>\n<p>Dana siap pakai merupakan salah satu sumber pendanaan yang digunakan untuk mendukung penanganan kebencanaan. Namun, KPK belum memerinci pengadaan yang menjadi objek penyelidikan maupun dugaan penyimpangan yang ditemukan dalam operasi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cIni masih kami akan dalami, bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,\u201d ungkap Budi.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cUntuk detail kronologi peristiwanya seperti apa, termasuk konstruksi perkaranya ini bagaimana, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut,\u201d sambung dia.<\/p>\n<p>Kekinian, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan sebelum menentukan status hukum mereka. Penetapan tersangka akan disampaikan secara resmi setelah proses tersebut selesai.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/598346\/ott-kpk-di-bnpb-14-orang-diamankan-termasuk-sestama-rustian\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa, 13 Oktober. Salah satu pihak yang diamankan adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Rustian diamankan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112451"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112451\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}