{"id":112431,"date":"2026-10-14T04:38:18","date_gmt":"2026-10-13T21:38:18","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/meta-luncurkan-muse-wonder-model-ai-kelas-atas-dengan-memori-jangka-panjang\/"},"modified":"2026-10-14T04:38:18","modified_gmt":"2026-10-13T21:38:18","slug":"meta-luncurkan-muse-wonder-model-ai-kelas-atas-dengan-memori-jangka-panjang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/14\/meta-luncurkan-muse-wonder-model-ai-kelas-atas-dengan-memori-jangka-panjang\/","title":{"rendered":"Meta Luncurkan Muse Wonder, Model AI Kelas Atas dengan Memori Jangka Panjang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Meta meluncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full, dua model kecerdasan artifisial kelas atas atau frontier model pertamanya. Keduanya dirancang untuk menangani tugas kompleks sekaligus menyimpan informasi pengguna dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Menurut Antara, disitat Selasa, 13 Oktober yang mengutip TechCrunch, kedua model dikembangkan Superintelligence Lab milik Meta. Kemampuannya ditempatkan di atas Muse Spark, model ringan yang sebelumnya dibuat untuk memberikan respons dengan latensi rendah.<\/p>\n<p>\u201cBersama-sama, keduanya menandai langkah berikutnya dalam peningkatan skala model kami dan lompatan besar menuju kecerdasan super personal,\u201d tulis Meta dalam pengumuman resminya.<\/p>\n<p>Meta mengklaim Muse Wonder dan Muse Wonder Full memiliki skala lebih besar, hasil pengujian lebih tinggi, serta kemampuan lebih baik untuk menangani pekerjaan kompleks, termasuk pemrograman.<\/p>\n<p>Dalam pengujian internal Meta, performa kedua model disebut sebanding dengan Fable 5.1 milik Anthropic dan GPT-6 Astra dari OpenAI.<\/p>\n<p>Kemampuan yang lebih tinggi itu juga datang dengan biaya lebih mahal. Melalui Meta Model API, Muse Wonder dipatok 4 dolar AS untuk setiap satu juta token input dan 20 dolar AS untuk satu juta token output.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Menurut Meta, kisaran harga tersebut sebanding dengan GPT-6 Sol milik OpenAI dan Opus 5.5 dari Anthropic.<\/p>\n<p>Sementara Muse Wonder Full tidak tersedia melalui API. Model itu hanya bisa digunakan pelanggan Muse Code. Kedua model juga akan menopang kemampuan Muse, agen AI milik Meta.<\/p>\n<p>Salah satu fitur yang paling ditonjolkan adalah active memory. Teknologi ini memungkinkan model menyimpan dan menggabungkan informasi penting yang diberikan pengguna selama berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan.<\/p>\n<p>Kemampuan tersebut diarahkan untuk pengembangan asisten AI personal yang dapat menjalankan pekerjaan jangka panjang dan menyesuaikan respons berdasarkan interaksi sebelumnya.<\/p>\n<p>Untuk mengujinya, Meta menggunakan MemoryBench, tolok ukur yang mengukur pembelajaran berkelanjutan dan pembentukan memori.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengujian internal perusahaan, Muse Wonder mencatat skor MemoryBench lebih tinggi dibandingkan Fable, Opus, dan Astra.<\/p>\n<p>\u201cKami mencurahkan upaya yang sangat besar untuk memastikan model dapat mengingat hal-hal penting tentang Anda selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan seterusnya,\u201d kata peneliti Meta Kavya Kopparapu.<\/p>\n<p>Muse Wonder dan Muse Wonder Full menjadi model AI kelas atas pertama Meta sejak Kepala Superintelligence Lab Alexandr Wang merombak pengembangan AI perusahaan pada Agustus 2025.<\/p>\n<p>Setelah restrukturisasi itu, Meta lebih dulu memperkenalkan Muse Spark sebagai model ringan dan Muse sebagai agen AI. Namun, perusahaan belum memiliki model mutakhir yang menjadi andalan seperti yang lebih dulu dikembangkan OpenAI dan Anthropic.<\/p>\n<p>Meta menyebut kedua model terbaru tersebut dilatih di pusat data Prometheus di Ohio, Amerika Serikat. Pusat data itu mulai beroperasi pada tahun ini.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/598321\/meta-luncurkan-muse-wonder-model-ai-kelas-atas-dengan-memori-jangka-panjang\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Meta meluncurkan Muse Wonder dan Muse Wonder Full, dua model kecerdasan artifisial kelas atas atau frontier model pertamanya. Keduanya dirancang untuk menangani tugas kompleks sekaligus menyimpan informasi pengguna dalam jangka panjang. Menurut Antara, disitat Selasa, 13 Oktober yang mengutip TechCrunch, kedua model dikembangkan Superintelligence Lab milik Meta. Kemampuannya ditempatkan di atas Muse Spark, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112431"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112431\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}