{"id":112311,"date":"2026-10-13T15:16:15","date_gmt":"2026-10-13T08:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/kasus-kuota-haji-tambahan-janggal-dan-dasarnya-rapuh\/"},"modified":"2026-10-13T15:16:15","modified_gmt":"2026-10-13T08:16:15","slug":"kasus-kuota-haji-tambahan-janggal-dan-dasarnya-rapuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/kasus-kuota-haji-tambahan-janggal-dan-dasarnya-rapuh\/","title":{"rendered":"Kasus Kuota Haji Tambahan Janggal dan Dasarnya Rapuh"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/DsLfEebasaKRYM2taEn7ZX78m6nZo4Dw71SPQKIYvYA\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTgyNTgvMjAyNjEwMTMxNTA5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkxODc4OTg4LmpwZw.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">JAKARTA \u2014 Sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,<span class=\"Apple-converted-space\"> <\/span>berbeda dari biasanya. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Selain dihadiri ratusan simpatisan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, juga tampak sejumlah tokoh yang pernah menghadapi persoalan hukum kontroversial. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mereka datang memberikan dukungan moral sekaligus menyoroti sejumlah hal yang dinilai janggal dalam proses penegakan hukum.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Di antara mereka yang hadir adalah Ibrahim Arief alias Ibam, mantan konsultan teknologi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang tersangkut hukum dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ibam, yang berperan sebagai konsultan teknologi tanpa kewenangan anggaran, sebelumnya dituntut jaksa 15 tahun penjara. Sebanyak 2 dari 5 hakim menyatakan dissenting opinion serta<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">menilai Ibam seharusnya dibebaskan. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Meski demikian, ia divonis 4 tahun penjara, yang di tingkat banding diperberat menjadi 5 tahun dengan tambahan uang pengganti.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ibam menjelaskan, kehadirannya dalam persidangan untuk membantu tim hukum Gus Yaqut karena kasusnya memiliki kemiripan dengannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia sebelumnya telah<span class=\"Apple-converted-space\"> <\/span>mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menganalisis perkara hukum yang dihadapinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pengalamannya menghadapi proses hukum membuatnya tertarik mempelajari perkara yang menjerat Gus Yaqut. Ia mengaku menemukan sejumlah hal yang menurutnya patut dipertanyakan, terutama perbedaan antara narasi yang berkembang pada tahap awal dengan materi yang kemudian muncul dalam proses hukum.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cAwal-awal banyak berita bombastis yang ternyata pas masuk dakwaan hilang,\u201d kata Ibam.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia membandingkan hal tersebut dengan perkara pengadaan Chromebook yang dihadapinya. Menurut Ibam, sejumlah tuduhan yang sempat berkembang di ruang publik tidak muncul sebagaimana yang ia pahami ketika perkara memasuki tahap dakwaan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">&#8220;Terhadap saya, kerugian negara triliunan dijadikan dasar, tetapi uang yang katanya saya nikmati tidak pernah terbukti. Sekarang hal yang sama terjadi pada Gus Yaqut, kerugian negara Rp622<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">miliar disebut, tetapi uang yang disebut sampai ke tangan beliau bertumpu pada satu keterangan yang sudah dicabut,\u201d ujar Ibam<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Berbekal teknologi AI yang dikembangkannya, Ibam ingin mencoba membantu tim Gus Yaqut memetakan hubungan antarfakta, keterangan saksi, serta aliran dana yang berkaitan dengan perkara tersebut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut Ivan, perkara Gus Yaqut jauh lebih kompleks dibandingkan kasus yang dihadapinya, antara lain karena jumlah saksi yang jauh lebih banyak.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cPerkara Gus Yaqut ini kompleks sekali. Kalau dilihat dari jumlah saksi, itu hampir enam kali lipat dari perkara saya,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Namun, Ibam menyebut sistem AI yang dikembangkannya mampu memetakan hampir satu juta keterhubungan data dalam perkara tersebut. Analisis itu dapat membantu tim kuasa hukum menelusuri benang kusut perkara dan memeriksa keterkaitan berbagai fakta.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia juga menyatakan hasil analisisnya menunjukkan hubungan aliran dana kepada Gus Yaqut sangat lemah. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ibam berharap teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menganalisis perkara-perkara hukum lain, terutama kasus yang menurutnya memiliki persoalan serupa.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Sementara itu, Gus Yaqut menyambut dukungan tersebut karena Ibam pernah mengalami situasi yang menurutnya serupa dengan yang sedang dihadapinya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKita tahu mereka pernah mengalami situasi yang kurang lebih sama dengan apa yang saya alami sekarang, di mana harus menghadapi peradilan sebelum kasus diuji dalam ruang peradilan. Saya mendapatkan dukungan moral. Terima kasih Mas Ibam,\u201d kata Gus Yaqut.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Gus Yaqut Sorot 9 Saksi Cabut BAP <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut menyoroti keterangan sejumlah saksi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) selama persidangan berlangsung.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menurut dia, dalam lima minggu terakhir persidangan, terdapat sekitar sembilan saksi yang disebut menarik atau mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cTentu ini menjadi sebuah pertanyaan besar, kenapa bisa sampai seperti itu,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Gus Yaqut juga mempertanyakan status sejumlah pihak yang, menurut keterangannya, diduga menerima uang atau barang yang berkaitan dengan perkara kuota haji tambahan, tetapi masih berstatus saksi. Ia menyebut sejumlah aset dan barang mewah, mulai dari dua mobil Range Rover, perhiasan, tas bermerek, rumah, rumah kos hingga vila.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Bahkan, kata dia, beberapa pihak yang disorot masih menduduki jabatan di Kementerian Agama.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam persidangan terungkap Rizky Fisa Abadi dan M Agus Syafi\u2019i, mantan kepala subdirektorat setingkat eselon 3, terbukti memakai fee percepatan haji untuk<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">membeli rumah, tanah, dan mobil. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Begitu juga mantan staf honorer Ditjen PHU, Ridwan Kurniawan, juga<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">terbukti membeli dua Range Rover dari fee yang sama. Namun, ketiganya hanya berstatus saksi. Padahal<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Rizky Fisa dan Agus Syafi\u2019i sendiri sudah memastikan tidak ada uang yang mengalir kepada Gus Yaqut<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Gus Yaqut kembali menegaskan<span class=\"Apple-converted-space\"> <\/span>kebijakan yang diambilnya terkait kuota haji tambahan semata-mata didasarkan pada pertimbangan keselamatan jemaah.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cKebijakan yang saya ambil dalam proses kuota haji tambahan ini semata-mata hanya karena menjaga keselamatan. Tidak ada urusan rente, tidak ada urusan berlaku koruptif, tidak ada urusan jual-beli,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Ia berharap proses peradilan dapat menghasilkan keadilan yang sama bagi semua pihak.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">\u201cSaya yakin, saya percaya bahwa keadilan itu akan menemukan jalan, cepat atau lambat,\u201d tegas Gus Yaqut.<\/span><\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/598258\/dukung-gus-yaqut-di-sidang-ibam-kasus-kuota-haji-tambahan-janggal-dan-dasarnya-rapuh\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Sidang perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, berbeda dari biasanya. Selain dihadiri ratusan simpatisan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, juga tampak sejumlah tokoh yang pernah menghadapi persoalan hukum kontroversial. Mereka datang memberikan dukungan moral sekaligus menyoroti sejumlah hal yang dinilai janggal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112312,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112311","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112311"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112311\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}