{"id":112177,"date":"2026-10-13T04:15:13","date_gmt":"2026-10-12T21:15:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/ceo-tiktok-prediksi-terobosan-sains-berkat-ai-dalam-tiga-tahun\/"},"modified":"2026-10-13T04:15:13","modified_gmt":"2026-10-12T21:15:13","slug":"ceo-tiktok-prediksi-terobosan-sains-berkat-ai-dalam-tiga-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/ceo-tiktok-prediksi-terobosan-sains-berkat-ai-dalam-tiga-tahun\/","title":{"rendered":"CEO TikTok Prediksi Terobosan Sains Berkat AI dalam Tiga Tahun"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; CEO TikTok, Shou Zi Chew, memperkirakan kecerdasan buatan (AI) akan mendorong terobosan besar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk fisika, bioteknologi, kimia, dan ilmu material, dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pernyataan itu disampaikan Chew dalam konferensi DBS Asia Future Forward di Singapura pada Senin, 12 Oktober 2026.<\/p>\n<p>\u201cDalam dua hingga tiga tahun ke depan, kita akan mengalami terobosan ilmiah yang nyata: fisika, bioteknologi, kimia, ilmu material, berkat AI. Hal itu sangat, sangat, sangat mungkin terjadi,\u201d kata Chew.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Menurut Chew, perkembangan AI berlangsung semakin cepat dan membuka peluang yang jauh melampaui penerapan teknologi tersebut saat ini. Ia menilai potensi AI dalam penelitian ilmiah masih berada pada tahap awal, meskipun dampak jangka pendeknya mungkin dinilai terlalu tinggi.<\/p>\n<p>\u201cTrennya sangat jelas. Kita baru berada di awal dari apa yang mungkin dapat dilakukan kecerdasan buatan,\u201d ujarnya. Ia menambahkan, perkembangan AI, terutama dalam bidang sains, saat ini menunjukkan kurva kemajuan yang sangat curam.<\/p>\n<p>Chew juga menyoroti tantangan untuk memastikan model AI beroperasi sesuai dengan batasan etika manusia seiring meningkatnya kemampuan teknologi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cJika itu terjadi, pertanyaannya adalah bagaimana kita menyelaraskan model-model tersebut? Bagaimana kita menyelaraskan mesin agar melakukan hal-hal yang bagi kita sebagai manusia sudah jelas?\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pernyataan Chew disampaikan ketika perusahaan teknologi besar meningkatkan investasi untuk memanfaatkan AI dalam penelitian ilmiah. Pekan sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat, Meta, dan Google mengumumkan partisipasi dalam inisiatif senilai 1,8 miliar dolar AS untuk mengembangkan model AI yang mampu memprediksi perilaku sel. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat penelitian biologi dan penemuan obat.<\/p>\n<p>Perusahaan induk TikTok, ByteDance, juga mengembangkan model AI sendiri dan memperluas penelitian di luar aplikasi untuk konsumen. Pada April 2026, tim riset Seed milik ByteDance memperkenalkan Protenix-v2, model AI yang berfokus pada prediksi struktur biomolekul dan desain biomolekul, dengan potensi penerapan dalam penemuan obat.<\/p>\n<p>Chew mengatakan ByteDance juga menjajaki kolaborasi dengan para ilmuwan untuk mendorong kemajuan penelitian.<\/p>\n<p>\u201cAda upaya untuk melihat bagaimana kami dapat berkolaborasi dengan banyak ilmuwan agar bisa membuat kemajuan dalam sains. Kami telah melakukan sejumlah pekerjaan di bidang ini, dan itu sangat menarik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia menyebut penemuan ilmiah sebagai salah satu penerapan AI yang paling menjanjikan. Sementara itu, di TikTok, AI juga semakin banyak digunakan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembuatan konten dan sistem rekomendasi hingga pencarian serta moderasi konten.<\/p>\n<p>Namun, Chew mengingatkan bahwa kemampuan AI yang semakin besar juga membawa risiko keamanan siber. Ia menilai pengguna perlu berhati-hati ketika memberikan akses luas kepada agen AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri.<\/p>\n<p>Salah satu risiko yang disorotnya adalah kemampuan agen AI melakukan pembelian tanpa campur tangan langsung pengguna. Menurut Chew, sistem tersebut dapat membeli lebih banyak barang daripada yang dimaksudkan pengguna karena berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti meningkatnya tantangan keamanan siber bagi perusahaan seiring model AI yang semakin canggih membuat pelaku kejahatan lebih mudah dan murah menjalankan aktivitas penipuan.<\/p>\n<p>\u201cKarena itu, kita membutuhkan perangkat yang tepat untuk bertahan menghadapi semakin rendahnya biaya menciptakan masalah bagi platform seperti kami, termasuk masalah keamanan,\u201d kata Chew.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menempatkan potensi terobosan ilmiah dan kebutuhan pengamanan sebagai dua aspek penting dalam perkembangan AI. Chew menilai teknologi itu dapat mengubah penelitian sains dalam beberapa tahun mendatang, tetapi peningkatan kemampuannya juga menuntut langkah perlindungan yang sesuai.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/598146\/ceo-tiktok-prediksi-terobosan-sains-berkat-ai-dalam-tiga-tahun\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; CEO TikTok, Shou Zi Chew, memperkirakan kecerdasan buatan (AI) akan mendorong terobosan besar dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk fisika, bioteknologi, kimia, dan ilmu material, dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pernyataan itu disampaikan Chew dalam konferensi DBS Asia Future Forward di Singapura pada Senin, 12 Oktober 2026. \u201cDalam dua hingga tiga tahun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}