{"id":112171,"date":"2026-10-13T03:20:12","date_gmt":"2026-10-12T20:20:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/henri-b-kagan-dan-kenso-soai-raih-nobel-kimia-2026-berkat-penemuan-molekul-cermin\/"},"modified":"2026-10-13T03:20:12","modified_gmt":"2026-10-12T20:20:12","slug":"henri-b-kagan-dan-kenso-soai-raih-nobel-kimia-2026-berkat-penemuan-molekul-cermin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/henri-b-kagan-dan-kenso-soai-raih-nobel-kimia-2026-berkat-penemuan-molekul-cermin\/","title":{"rendered":"Henri B. Kagan dan Kenso Soai, Raih Nobel Kimia 2026 Berkat Penemuan Molekul Cermin"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>                                    JAKARTA -Ilmuwan asal Prancis, Henri B. Kagan dan ilmuwan Jepang, Kenso Soai meraih Hadiah Nobel Kimia 2026 atas penelitian mengenai molekul yang memiliki struktur bayangan cermin. Penemuan mereka membantu ilmuwan mengendalikan pembentukan bentuk molekul tertentu dalam reaksi kimia dan berkontribusi pada pengembangan berbagai obat modern.<\/p>\n<p>Penghargaan tersebut diumumkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia di Stockholm pada Rabu, 7 Oktober 2026. Karya Kagan dan Soai membuka jalan bagi pengembangan metode untuk menghasilkan bentuk molekul yang diinginkan, sebuah kemampuan penting dalam pembuatan obat.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Banyak molekul memiliki dua bentuk yang tampak serupa, tetapi tidak sepenuhnya identik, seperti tangan kanan dan tangan kiri. Dalam kimia, kedua bentuk tersebut dapat memiliki sifat yang berbeda meskipun tersusun dari jenis atom yang sama.<\/p>\n<p>Perbedaan itu dapat memengaruhi cara suatu molekul berinteraksi dengan senyawa lain, termasuk ketika digunakan sebagai bahan aktif obat. Karena itu, ilmuwan perlu memastikan bentuk molekul yang dipakai dalam pengembangan obat sesuai dengan tujuan pengobatannya.<\/p>\n<p>Contoh perbedaan tersebut ditemukan pada senyawa karvon. Salah satu bentuk molekulnya menghasilkan aroma mint, sedangkan bentuk lainnya memiliki aroma mirip jintan yang kerap digunakan sebagai rempah dalam roti gandum hitam.<\/p>\n<p>Dalam pengembangan obat, perbedaan bentuk molekul dapat menjadi persoalan penting karena masing-masing bentuk bisa memberikan efek biologis yang berbeda. Kemampuan menghasilkan bentuk yang tepat membantu peneliti mengembangkan obat dengan karakteristik yang diharapkan.<\/p>\n<p>Pada 1980-an, penelitian Kagan menunjukkan bahwa reaksi kimia dapat dirancang untuk menghasilkan satu bentuk bayangan cermin molekul lebih banyak daripada bentuk lainnya. Penelitian tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan metode pengendalian bentuk molekul.<\/p>\n<p>Soai kemudian menyempurnakan pendekatan itu dengan menciptakan reaksi kimia yang mampu menghasilkan salah satu bentuk molekul secara efisien. Proses tersebut dikenal sebagai reaksi Soai dan menjadi tonggak dalam penelitian mengenai pembentukan molekul dengan struktur bayangan cermin tertentu.<\/p>\n<p>Komite Nobel Kimia menggambarkan pencapaian kedua ilmuwan tersebut sebagai sesuatu yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh kehidupan itu sendiri. Kemampuan sistem biologis menghasilkan molekul dengan orientasi tertentu menjadi salah satu tantangan yang ingin diatasi dalam kimia.<\/p>\n<p>\u201cObat-obatan yang kita miliki saat ini tidak akan mungkin ada tanpa kimia ini,\u201d kata Rigoberto Hernandez, presiden American Chemical Society.<\/p>\n<p>Peter Somfai, anggota Komite Nobel Kimia, juga menyebut penelitian tersebut sebagai salah satu eksperimen paling menarik dalam kimia organik.<\/p>\n<p>Kagan, yang berusia 95 tahun, berafiliasi dengan Universit\u00e9 Paris-Sud di Orsay, Prancis. Sementara itu, Soai, 76 tahun, berafiliasi dengan Tokyo University of Science di Jepang.<\/p>\n<p>Soai mengetahui kabar kemenangannya ketika sedang berbelanja di sebuah supermarket di lingkungan tempat tinggalnya. Dalam percakapan telepon dengan komite Nobel dan para jurnalis, ia mengungkapkan kegembiraannya atas penghargaan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat gembira menerima kabar yang sangat menyenangkan ini,\u201d kata Soai. \u201cTentu saja, ini adalah salah satu hari paling menggembirakan dalam hidup saya.\u201d<\/p>\n<p>Penghargaan tersebut juga mendapat sambutan dari Prancis. Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis, tempat Kagan menjadi anggota, menyampaikan ucapan selamat kepadanya. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut penghargaan itu sebagai sumber kebanggaan besar bagi negaranya sekaligus pengakuan yang layak atas penelitian sepanjang hidup Kagan.<\/p>\n<p>Penelitian Kagan dan Soai memperlihatkan pentingnya pengendalian struktur molekul dalam kimia modern. Dengan membantu ilmuwan menentukan bentuk molekul yang terbentuk dalam suatu reaksi, karya mereka menjadi bagian penting dari perkembangan metode sintesis kimia yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan obat.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/598145\/henri-b-kagan-dan-kenso-soai-raih-nobel-kimia-2026-berkat-penemuan-molekul-cermin\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA -Ilmuwan asal Prancis, Henri B. Kagan dan ilmuwan Jepang, Kenso Soai meraih Hadiah Nobel Kimia 2026 atas penelitian mengenai molekul yang memiliki struktur bayangan cermin. Penemuan mereka membantu ilmuwan mengendalikan pembentukan bentuk molekul tertentu dalam reaksi kimia dan berkontribusi pada pengembangan berbagai obat modern. Penghargaan tersebut diumumkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112172,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112172"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}