{"id":112149,"date":"2026-10-13T00:10:51","date_gmt":"2026-10-12T17:10:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/asean-dan-afrika-persiapkan-kawasan-perdagangan-bebas-kontinental\/"},"modified":"2026-10-13T00:10:51","modified_gmt":"2026-10-12T17:10:51","slug":"asean-dan-afrika-persiapkan-kawasan-perdagangan-bebas-kontinental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/13\/asean-dan-afrika-persiapkan-kawasan-perdagangan-bebas-kontinental\/","title":{"rendered":"ASEAN dan Afrika Persiapkan Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>NEW YORK \u2014 Indonesia kembali menekankan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di benua Afrika didasarkan semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955. Penegasan itu disampaikan Perwakilan Tetap Republik Indonesiaa, Duta Besar Umar Hadi, dalam Pertemuan Pleno Majelis Umum ke-18 PBB di Markas Besar PBB, New York, Senin, 12 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Pertemuan itu membahas agenda transformasi dari Kemitraan Baru untuk Pembangunan Afrika atau New Partnership for Africa&#8217;s Development (NEPAD) menuju Agenda 2063.<\/p>\n<p>Dalam pidato yang sarat makna historis, Dubes Umar memposisikan semangat Bandung sebagai fondasi moral dan politik yang relevan untuk mengatasi berbagai tantangan global masa kini. Semangat ini dinilai krusial agar negara-negara berkembang tidak lagi menjadi pihak yang terpinggirkan dalam percaturan global.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan bahwa masyarakat di kawasan Asia dan Afrika pernah berada dalam posisi tanpa suara. Keputusan penting mengenai masa depan mereka kerap ditentukan oleh pihak lain yang memiliki kepentingan sepihak. Oleh karena itu, kemerdekaan dan kedaulatan yang telah diraih harus diisi dengan penguatan institusi dan kemandirian ekonomi.<\/p>\n<p>Indonesia juga mengapresiasi perjalanan gemilang Afrika dalam beberapa dekade terakhir. Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang melanda dunia, perekonomian Afrika tercatat mampu tumbuh sekitar 4,4 persen pada tahun 2025. Bahkan, sebanyak 22 negara di benua tersebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang melampaui angka 5 persen.<\/p>\n<p>Capaian positif ini menjadi bukti nyata bahwa visi besar melalui Agenda 2063 untuk mewujudkan Afrika yang makmur, terintegrasi, dan damai berada di jalur yang tepat.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Kendati demikian, berbagai tantangan struktural masih menjadi batu sandungan utama. Laporan Sekretaris PBB menyoroti adanya persoalan \u201cdefisit kedaulatan\u201d yang masih terus menghantui.<\/p>\n<p>Defisit kedaulatan tersebut termanifestasikan dalam bentuk tingginya biaya pinjaman luar negeri. Selain itu, akses terhadap pembiayaan yang terjangkau masih sangat terbatas bagi negara-negara berkembang. Persoalan lainnya adalah belum optimalnya perolehan nilai tambah dari melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki oleh benua Afrika.<\/p>\n<p>Untuk keluar dari jebakan tantangan tersebut, Indonesia menawarkan tiga poin gagasan strategis yang dapat dijadikan pijakan bersama. Pertama, setiap negara harus menjadi tuan rumah atas sumber daya alamnya sendiri. Kekayaan alam yang dimiliki wajib diolah di dalam negeri guna menciptakan nilai tambah yang tinggi dan berkelanjutan bagi kesejahteraan rakyat.<\/p>\n<p>Sebagai wujud nyata dari gagasan pertama ini, Indonesia secara konsisten menerapkan kebijakan hilirisasi industri. Kebijakan ini bertujuan mentransformasikan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri, sekaligus membuka lapangan kerja baru, memperkuat sektor industri, serta membangun ketahanan ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Poin strategis kedua yang disoroti adalah pentingnya investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Indonesia meyakini bahwa investasi di bidang manusia akan memberikan imbal hasil berlipat ganda yang jauh lebih tahan lama dibandingkan modal material atau teknologi semata. Berlandaskan spirit tersebut, pemerintah Indonesia terus memperkuat alokasi di sektor pendidikan, kesehatan, nutrisi, dan pengembangan keterampilan.<\/p>\n<p>Komitmen peningkatan kapasitas manusia ini tidak hanya dilakukan di dalam negeri, melainkan juga dibagikan kepada mitra-mitra di Afrika. Kerja sama konkret diwujudkan melalui penyediaan beasiswa akademik serta program pelatihan teknis. Contoh nyata dari kolaborasi ini adalah pengoperasian kembali pusat pelatihan pertanian di Tanzania dan Gambia pada Juli 2026.<\/p>\n<p>Poin ketiga menekankan bahwa Semangat Bandung harus senantiasa diterjemahkan ke dalam aksi-aksi nyata yang berdampak langsung. Kemitraan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Afrika telah menunjukkan pertumbuhan yang amat signifikan selama satu dekade terakhir. Forum Indonesia-Afrika (IAF) pertama pada tahun 2018, misalnya, sukses menghasilkan kesepakatan bisnis senilai hampir 600 juta dollar Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Tren positif tersebut berlanjut pada penyelenggaraan IAF kedua di tahun 2024 yang berhasil menorehkan 32 perjanjian kerja sama strategis senilai lebih dari 3,5 miliar dollar AS. Sementara itu, Dialog Infrastruktur Indonesia-Afrika pada tahun 2019 juga membukukan komitmen kesepakatan senilai lebih dari 800 juta dollar AS. Di sektor kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular, sekitar 500 peserta asal Afrika telah ambil bagian dalam lebih dari 60 proyek pelatihan.<\/p>\n<p>Melalui berbagai inisiatif mulai dari pengembangan vaksin, teknologi pertanian, hingga peternakan, Indonesia membuktikan posisinya sebagai mitra sejati. Hubungan bilateral ini dibangun di atas fondasi solidaritas yang kokoh dan prinsip saling menghormati.<\/p>\n<p>Ke depan, Dubes Umar Hadi menekankan, sinergi antara ASEAN dan kawasan Afrika melalui Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (AfCFTA) diyakini mampu mendongkrak arus perdagangan serta investasi yang lebih luas.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/598187\/asean-dan-afrika-persiapkan-kawasan-perdagangan-bebas-kontinental\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NEW YORK \u2014 Indonesia kembali menekankan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di benua Afrika didasarkan semangat Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955. Penegasan itu disampaikan Perwakilan Tetap Republik Indonesiaa, Duta Besar Umar Hadi, dalam Pertemuan Pleno Majelis Umum ke-18 PBB di Markas Besar PBB, New York, Senin, 12 Oktober 2026. Pertemuan itu membahas agenda transformasi dari Kemitraan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}