{"id":112141,"date":"2026-10-12T23:26:20","date_gmt":"2026-10-12T16:26:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/12\/efek-jangka-panjang-kabut-asap-pada-kesehatan-manusia\/"},"modified":"2026-10-12T23:26:20","modified_gmt":"2026-10-12T16:26:20","slug":"efek-jangka-panjang-kabut-asap-pada-kesehatan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/12\/efek-jangka-panjang-kabut-asap-pada-kesehatan-manusia\/","title":{"rendered":"Efek Jangka Panjang Kabut Asap pada Kesehatan Manusia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA \u2013 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, namun bisa berdampak pada kesehatan. Efek kesehatan itu bisa bermanifestasi ke beragam gangguan. Pahami apa saja efek jangka panjang asap karhutla pada kesehatan manusia.<\/p>\n<h3>Efek Jangka Panjang Kabut Asap<\/h3>\n<p>Harus dipahami bahwa kabut asap, terutama yang berasal dari karhutla, mengandung partikel halus serta berbagai gas pencemar. Salah satu komponen yang menjadi perhatian utama adalah PM2.5, yaitu partikel berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil.<\/p>\n<p>Karena ukurannya sangat kecil, partikel PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan sebagian dapat mencapai aliran darah. Paparan berulang dalam jangka panjang terhadap polusi partikel berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Partikel tersebut bisa memicu efek negatif jangka panjang yakni sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Penyakit paru-paru<\/li>\n<\/ol>\n<p>Salah satu efek jangka panjang kabut asap yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko gangguan pernapasan kronis. Paparan polusi udara dalam waktu lama berkaitan dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu kelompok penyakit yang menyebabkan hambatan aliran udara saat bernapas.<\/p>\n<p>Partikel halus juga dapat memperburuk asma dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan. Orang yang sudah memiliki penyakit paru-paru dapat mengalami gejala yang lebih berat ketika kualitas udara memburuk.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Penyakit jantung dan stroke<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dampak kabut asap tidak hanya menyerang sistem pernapasan. Paparan polusi partikel halus dalam jangka panjang juga berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.<\/p>\n<p>Hal ini berkaitan dengan kemampuan partikel halus untuk memicu peradangan dan memengaruhi sistem kardiovaskular. Karena itu, orang yang tinggal di wilayah dengan polusi udara tinggi secara berulang perlu memperhatikan kualitas udara dan mengurangi paparan sebisa mungkin.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<ol start=\"3\">\n<li>Mengganggu fungsi otak<\/li>\n<\/ol>\n<p>Polusi udara juga menjadi perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan otak. Sejumlah bukti menunjukkan adanya hubungan antara paparan polusi udara jangka panjang dengan gangguan kognitif dan penyakit neurologis tertentu.<\/p>\n<p>Gangguan kognitif dapat berkaitan dengan kemampuan mengingat, berkonsentrasi, dan memproses informasi. Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap orang dan hubungan khusus antara kabut asap kebakaran dengan gangguan otak jangka panjang masih terus diteliti.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Mengganggu kehamilan dan perkembangan anak<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ibu hamil dan anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap polusi udara. Paparan polusi udara selama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.<\/p>\n<p>Sementara itu, pada anak-anak, paparan polusi udara dapat memengaruhi perkembangan paru-paru. Risiko ini perlu diperhatikan karena sistem pernapasan dan sejumlah fungsi tubuh anak masih berkembang.<\/p>\n<p>Itulah beberapa efek jangka panjang kabut asap. Kunjungi <strong><em><a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.id<\/a><\/em><\/strong> untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/info-sehat\/598081\/efek-jangka-panjang-kabut-asap\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, namun bisa berdampak pada kesehatan. Efek kesehatan itu bisa bermanifestasi ke beragam gangguan. Pahami apa saja efek jangka panjang asap karhutla pada kesehatan manusia. Efek Jangka Panjang Kabut Asap Harus dipahami bahwa kabut asap, terutama yang berasal dari karhutla, mengandung partikel halus serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112142,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}