{"id":112082,"date":"2026-10-12T18:13:37","date_gmt":"2026-10-12T11:13:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/12\/dibantu-kkp-koperasi-di-bima-bidik-garam-lokal-tembus-pasar-konsumsi-dan-industri\/"},"modified":"2026-10-12T18:13:37","modified_gmt":"2026-10-12T11:13:37","slug":"dibantu-kkp-koperasi-di-bima-bidik-garam-lokal-tembus-pasar-konsumsi-dan-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/12\/dibantu-kkp-koperasi-di-bima-bidik-garam-lokal-tembus-pasar-konsumsi-dan-industri\/","title":{"rendered":"Dibantu KKP, Koperasi di Bima Bidik Garam Lokal Tembus Pasar Konsumsi dan Industri"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Koperasi Produsen Tahu Tempe dan Garam Indonesia Nanga Tolo Sia di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil memproduksi Garam Merah Putih Bima untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional.<\/p>\n<p>Produk garam yang baru diluncurkan tersebut telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk dipasarkan, termasuk sertifikasi halal, izin edar BPOM dan perizinan usaha.<\/p>\n<p>Ketua Koperasi Nanga Tolo Sia Kisman mengatakan, selain memproduksi garam konsumsi, koperasi juga menyediakan jasa pengolahan garam yang dapat dimanfaatkan petambak maupun distributor.<\/p>\n<p>Untuk diketahui, Koperasi Nanga Tolo Sia telah menerima hibah berupa sarana pabrik garam beserta fasilitas pencucian garam atau washing plant dari Direktorat Sumber Daya Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2024.<\/p>\n<p>Kisman pun berkomitmen memperkuat usaha anggotanya melalui peningkatan produktivitas lahan, baik melalui ekstensifikasi, intensifikasi maupun diversifikasi.<\/p>\n<p>&#8220;Koperasi juga mengoptimalkan operasional washing plant tersebut untuk mengolah dan menyerap hasil panen garam petambak lokal,&#8221; kata Kisman dikutip dari keterangan resmi KKP, Senin, 12 Oktober.<\/p>\n<p>Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, bantuan hibah dirancang untuk mendorong optimalisasi pengolahan garam lokal agar mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri maupun konsumsi nasional.<\/p>\n<p>Peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan garam bernilai tambah menjadi salah satu upaya KKP memperkuat usaha pergaraman masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;KKP akan terus mendukung usaha-usaha pergaraman masyarakat, sehingga tidak hanya kuat di hulu, tapi juga mampu mengolah produksinya menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi,&#8221; ucap Trenggono.<\/p>\n<p>Selain bantuan fasilitas, KKP melalui Balai Besar Pengelolaan Garam dengan wilayah kerja meliputi NTT, NTB dan Jawa Timur juga akan memberikan pendampingan kepada petambak dan pengurus koperasi. Hal tersebut dilakukan dalam aspek peningkatan kompetensi sumber daya manusia, teknik produksi, pengolahan maupun pengelolaan usaha.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengupayakan keberhasilan ini tidak hanya di Bima, tapi wilayah-wilayah lain di Indonesia karena ini juga menjadi bagian dalam mendukung pencapaian target swasembada garam di 2027,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengelolaan Garam KKP Muhammad Zaki Mahasin menambahkan, pentingnya strategi pemasaran yang kuat untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi. Menurut dia, pengembangan usaha perlu disertai kepastian pasar untuk berbagai produk garam, mulai dari garam olahan, garam olahan beryodium hingga garam krosok.<\/p>\n<p>&#8220;Koperasi harus memastikan pasar garam ada tiga, yaitu garam olahan, garam olahan beryodium dan krosok, masing-masing harus ada marketnya. Sehingga, anggota koperasi pun harus punya tim marketing untuk mencari target pasar agar sustainability ke depan,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, produksi garam pada 2025 mencapai sekitar 1.200 ton dengan luas lahan garam sekitar 1.600 hektare.<\/p>\n<p>Keberadaan pabrik garam yang digerakkan oleh koperasi membuat produk garam halus dari Bima dapat masuk ke rantai pasok kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri, sekaligus memperkuat posisi petambak garam.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/ekonomi\/598134\/dibantu-kkp-koperasi-di-bima-bidik-garam-lokal-tembus-pasar-konsumsi-dan-industri\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Koperasi Produsen Tahu Tempe dan Garam Indonesia Nanga Tolo Sia di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil memproduksi Garam Merah Putih Bima untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional. Produk garam yang baru diluncurkan tersebut telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk dipasarkan, termasuk sertifikasi halal, izin edar BPOM dan perizinan usaha. Ketua Koperasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":112083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-112082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112082"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112082\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}