{"id":111823,"date":"2026-10-11T17:26:13","date_gmt":"2026-10-11T10:26:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/11\/dari-cuaca-ekstrem-hingga-biaya-hidup-ini-alasan-risiko-perubahan-iklim-perlu-diantisipasi\/"},"modified":"2026-10-11T17:26:13","modified_gmt":"2026-10-11T10:26:13","slug":"dari-cuaca-ekstrem-hingga-biaya-hidup-ini-alasan-risiko-perubahan-iklim-perlu-diantisipasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/11\/dari-cuaca-ekstrem-hingga-biaya-hidup-ini-alasan-risiko-perubahan-iklim-perlu-diantisipasi\/","title":{"rendered":"Dari Cuaca Ekstrem hingga Biaya Hidup, Ini Alasan Risiko Perubahan Iklim Perlu Diantisipasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 <strong><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/597952\/bingung-pilih-warna-rumah-ini-kombinasi-yang-bikin-ruangan-lebih-hidup\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perubahan iklim<\/a><\/strong> semakin berkembang dari sekadar isu lingkungan menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan risiko di seluruh industri keuangan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan dan aset fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran, kualitas pembiayaan, nilai agunan, kondisi pasar, likuiditas, serta kinerja keuangan perusahaan.<\/p>\n<p>Risiko tersebut dapat muncul melalui dua saluran utama, yaitu risiko fisik dan risiko transisi. Risiko fisik mencakup berbagai peristiwa, seperti banjir, kebakaran, cuaca ekstrem, kenaikan suhu, dan kenaikan permukaan air laut. Sementara itu, risiko transisi dapat timbul akibat perubahan kebijakan, perkembangan teknologi, pergeseran preferensi konsumen dan investor, serta transisi menuju ekonomi rendah karbon.<\/p>\n<p>Bagi industri keuangan, tantangan yang dihadapi semakin kompleks karena dampak perubahan iklim tidak selalu terjadi secara langsung. Risiko iklim dapat terlebih dahulu memengaruhi aktivitas bisnis, nilai aset, dan kondisi ekonomi sebelum kemudian berkembang menjadi risiko keuangan yang memengaruhi pengambilan keputusan perusahaan.<\/p>\n<p>Karakteristik tersebut membuat perusahaan perlu menerapkan pendekatan berorientasi ke masa depan untuk memahami bagaimana perubahan kondisi iklim dapat memengaruhi eksposur risiko dan kinerja keuangan mereka pada masa mendatang.<\/p>\n<p>Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah <em>Climate Risk Stress Testing<\/em> (CRST). Melalui penilaian ini, perusahaan dapat mengkaji bagaimana berbagai skenario iklim yang berpotensi terjadi dapat memengaruhi eksposur dan kerentanan bisnis, sekaligus mengukur potensi dampaknya terhadap risiko keuangan. Dengan demikian, risiko iklim dapat diintegrasikan secara lebih konkret ke dalam kerangka manajemen risiko perusahaan.<\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/597978\/body_image_2026101117.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption>Ilustrasi cuaca ekstrem. (Shutterstock)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Penerapan CRST membutuhkan pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik bisnis dan eksposur risiko suatu perusahaan. Proses ini mencakup penilaian terhadap kesiapan perusahaan dan ketersediaan data, identifikasi risiko fisik dan transisi yang relevan, analisis mengenai bagaimana risiko tersebut dapat berkembang menjadi risiko perusahaan, serta penyusunan skenario untuk mengukur potensi dampaknya terhadap indikator keuangan. Hasil penilaian tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan strategi mitigasi dan memperkuat kapabilitas internal dalam mengelola risiko iklim.<\/p>\n<p>Pendekatan ini semakin relevan bagi sektor keuangan karena risiko iklim memiliki keterkaitan erat dengan berbagai risiko yang telah dikelola perusahaan. Sebagai contoh, risiko fisik dapat memengaruhi nilai agunan dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran, sedangkan risiko transisi dapat memengaruhi kondisi pasar dan nilai aset. Oleh karena itu, pemahaman mengenai jalur transmisi risiko tersebut menjadi penting agar perusahaan dapat mengantisipasi potensi dampaknya sejak dini.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI membantu perusahaan menerjemahkan risiko iklim menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung strategi manajemen risiko yang lebih efektif. Dengan kapabilitas di bidang keberlanjutan, penilaian risiko, serta layanan iklim dan karbon, PTSI mendukung proses mulai dari identifikasi dan pemetaan risiko hingga penyusunan pendekatan pengukuran, rekomendasi, identifikasi peluang, dan transfer pengetahuan.<\/p>\n<p>\u201cPerubahan iklim tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai isu lingkungan, tetapi juga sebagai faktor yang dapat memengaruhi ketahanan dan kinerja keuangan perusahaan. Oleh karena itu, industri keuangan membutuhkan pendekatan yang mampu menerjemahkan risiko iklim menjadi potensi dampak yang terukur terhadap operasional bisnis dan kondisi keuangan. Climate Risk Stress Testing merupakan instrumen penting untuk memahami seberapa tangguh perusahaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan kondisi pada masa mendatang, sekaligus memberikan landasan untuk memperkuat manajemen risiko dan strategi bisnis,\u201d ujar Euis Emalia Noor, Direktur Komersial dan Operasi PT Surveyor Indonesia (Persero).<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Sebagai bagian dari upaya tersebut, PTSI bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dalam menerapkan Climate Risk Stress Testing. Kolaborasi ini mencakup penguatan pemahaman mengenai kesiapan SMF dalam mengelola risiko iklim, identifikasi risiko fisik dan transisi yang relevan dengan karakteristik bisnis perusahaan, serta pengembangan pendekatan untuk mengukur potensi dampaknya terhadap profil risiko dan kondisi keuangan SMF.<\/p>\n<p>Kolaborasi ini juga bertujuan menghasilkan kerangka kerja dan perangkat untuk mendukung pengujian risiko iklim, sekaligus membekali tim internal SMF dengan pengetahuan yang diperlukan untuk memanfaatkan hasil penilaian dalam pengelolaan risiko secara berkelanjutan. Dengan demikian, CRST diharapkan tidak hanya menjadi penilaian yang dilakukan satu kali, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat kapasitas dalam mengantisipasi risiko iklim.<\/p>\n<p>Pengalaman PTSI dalam analisis risiko iklim juga telah diterapkan di berbagai sektor, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI). Melalui berbagai inisiatif tersebut, PTSI membantu mengidentifikasi risiko iklim fisik, melakukan tumpang susun data spasial untuk menganalisis tingkat eksposur dan indeks risiko bencana, serta menyusun strategi mitigasi risiko perubahan iklim yang disesuaikan dengan karakteristik bisnis masing-masing sektor.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut semakin memperkuat kapabilitas PTSI dalam mengintegrasikan data risiko iklim, kondisi geografis, eksposur aset, dan karakteristik bisnis untuk menghasilkan analisis risiko yang lebih spesifik dan dapat ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi dengan SMF, pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi dampak perubahan iklim terhadap sektor pembiayaan perumahan, sekaligus memperkuat kesiapan dan kapasitas internal dalam mengantisipasi risiko iklim. Dalam jangka panjang, pengelolaan risiko iklim yang lebih baik diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif, meningkatkan ketahanan bisnis, serta membantu menjaga keberlanjutan sektor keuangan dan pembiayaan perumahan di tengah perubahan kondisi iklim.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/597978\/dari-cuaca-ekstrem-hingga-biaya-hidup-ini-alasan-risiko-perubahan-iklim-perlu-diantisipasi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Perubahan iklim semakin berkembang dari sekadar isu lingkungan menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan risiko di seluruh industri keuangan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan dan aset fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran, kualitas pembiayaan, nilai agunan, kondisi pasar, likuiditas, serta kinerja keuangan perusahaan. Risiko [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111824,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111823"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111823\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}