{"id":111673,"date":"2026-10-10T20:21:13","date_gmt":"2026-10-10T13:21:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/10\/tak-hanya-telur-sarden-hingga-jamur-bisa-jadi-sumber-vitamin-d\/"},"modified":"2026-10-10T20:21:13","modified_gmt":"2026-10-10T13:21:13","slug":"tak-hanya-telur-sarden-hingga-jamur-bisa-jadi-sumber-vitamin-d","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/10\/tak-hanya-telur-sarden-hingga-jamur-bisa-jadi-sumber-vitamin-d\/","title":{"rendered":"Tak Hanya Telur, Sarden hingga Jamur Bisa Jadi Sumber Vitamin D"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/9-F1ogbsFMOY63Gr2JhrzIC1mXkVc2DHhyvRn4tK0Zg\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTc4ODAvMjAyNjEwMTAxNjM1LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkxNjI0OTM2LmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Telur kerap dipilih untuk menambah asupan vitamin D. Namun, sejumlah makanan lain seperti sarden, salmon, jamur yang terpapar sinar ultraviolet hingga susu fortifikasi juga bisa menjadi sumber vitamin D.<\/p>\n<p>Menurut Antara, disitat Sabtu, 10 Oktober yang mengutip Health, vitamin D berperan penting dalam membantu mengendalikan peradangan dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang jaringan sehat.<\/p>\n<p>Profesor klinis infeksi pernapasan dan imunitas di Queen Mary University of London Adrian Martineau mengatakan vitamin D memiliki fungsi penting bagi tubuh, terutama dalam mendukung sistem imun.<\/p>\n<p>Salah satu sumber vitamin D adalah sarden. Satu porsi empat sarden mengandung sekitar 2,4 mikrogram vitamin D atau 12 persen dari angka kecukupan gizi.<\/p>\n<p>Selain vitamin D, sarden juga mengandung protein, kalsium, vitamin B12 dan selenium. Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi sarden dengan manfaat bagi kesehatan jantung dan risiko diabetes tipe 2.<\/p>\n<p>Pilihan lain adalah jamur yang terpapar sinar ultraviolet. Paparan sinar UV dapat merangsang produksi vitamin D pada jamur.<\/p>\n<p>Setengah cangkir jamur matang yang terpapar UV disebut mengandung hampir separuh kebutuhan harian vitamin D. Pilihan ini bisa menjadi alternatif bagi orang yang menjalani pola makan berbasis nabati.<\/p>\n<p>Susu yang difortifikasi juga dapat menjadi sumber vitamin D. Satu cangkir susu yang diperkaya mengandung sekitar 15 persen kebutuhan harian vitamin D.<\/p>\n<p>Selain itu, susu juga mengandung kalsium yang penting bagi fungsi saraf dan kesehatan tulang.<\/p>\n<p>Susu nabati seperti susu kedelai dan susu almond juga banyak yang telah diperkaya vitamin D.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, satu porsi susu kedelai tertentu dapat menyumbang hingga 35 persen kebutuhan harian vitamin D. Susu kedelai juga mengandung protein yang cukup tinggi.<\/p>\n<p>Salmon menjadi salah satu sumber vitamin D yang lebih besar. Satu porsi salmon sekitar 3 ons dapat menyediakan lebih dari 70 persen kebutuhan harian vitamin D.<\/p>\n<p>Salmon juga mengandung protein, vitamin B, kalium, selenium dan astaxanthin, antioksidan yang memberi warna merah muda pada daging ikan tersebut.<\/p>\n<p>Meski begitu, kebutuhan vitamin D tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan. Asupannya tetap perlu disesuaikan dengan pola makan, kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing orang.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/info-sehat\/597880\/tak-hanya-telur-sarden-hingga-jamur-bisa-jadi-sumber-vitamin-d\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Telur kerap dipilih untuk menambah asupan vitamin D. Namun, sejumlah makanan lain seperti sarden, salmon, jamur yang terpapar sinar ultraviolet hingga susu fortifikasi juga bisa menjadi sumber vitamin D. Menurut Antara, disitat Sabtu, 10 Oktober yang mengutip Health, vitamin D berperan penting dalam membantu mengendalikan peradangan dan menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"1 day ago","modified":"1 day ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111673"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111673\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}