{"id":111655,"date":"2026-10-10T19:03:17","date_gmt":"2026-10-10T12:03:17","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/10\/belanda-sepakati-repatriasi-30-190-koleksi-dubois-raden-saleh-menyusul-dikaji\/"},"modified":"2026-10-10T19:03:17","modified_gmt":"2026-10-10T12:03:17","slug":"belanda-sepakati-repatriasi-30-190-koleksi-dubois-raden-saleh-menyusul-dikaji","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/10\/belanda-sepakati-repatriasi-30-190-koleksi-dubois-raden-saleh-menyusul-dikaji\/","title":{"rendered":"Belanda Sepakati Repatriasi 30.190 Koleksi Dubois, Raden Saleh Menyusul Dikaji"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>AMSTERDAM &#8211; Indonesia dan Belanda memperkuat kerja sama repatriasi warisan budaya dengan menyepakati pengembalian 30.190 unit Koleksi Dubois serta 20 benda budaya bersejarah. Pemerintah Indonesia juga mendorong penelitian bersama terhadap Koleksi Raden Saleh dan kerangka leluhur dalam Koleksi Theodor Verhoeven yang masih berada di Belanda.<\/p>\n<p>Kesepakatan itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Rianne Letschert di Indonesia House Amsterdam, Jumat, 9 Oktober.<\/p>\n<p>Fadli menyebut pengembalian Koleksi Dubois sebagai repatriasi terbesar yang pernah dilakukan Indonesia, baik dari jumlah maupun nilai ilmiahnya.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas koleksi yang dikembalikan,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>Koleksi Dubois yang akan dipulangkan terdiri dari 29.763 objek dan 427 kerangka leluhur atau human remains. Koleksi tersebut berkaitan dengan penelitian Homo erectus atau Java Man dan memiliki nilai penting dalam sejarah paleoantropologi.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Empat fosil utama dari koleksi itu telah tiba di Indonesia pada Desember 2025 dan kini dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.<\/p>\n<p>Selain Koleksi Dubois, kedua negara menindaklanjuti pemulangan 20 benda budaya Indonesia. Di antaranya Berlian Banjarmasin, Pedang Sikin Panjang dari Aceh, manuskrip Al-Qur&#8217;an terkait Teuku Umar, empat manuskrip Kesultanan Aceh, enam gulungan Wayang Beber, satu panel makam dari Aceh serta enam batu nisan Batu Aceh.<\/p>\n<p>Benda-benda tersebut berasal dari koleksi Rijksmuseum dan Wereldmuseum.<\/p>\n<p>Sejak 1975, Indonesia telah menerima kembali 2.338 objek warisan budaya dari Belanda, termasuk Koleksi Pita Maha, Harta Karun Lombok dan benda bersejarah dari Museum Rotterdam.<\/p>\n<p>Menteri Rianne Letschert mengatakan pemerintah Belanda mendukung repatriasi sebagai bagian dari upaya memperbaiki ketidakadilan sejarah.<\/p>\n<p>\u201cPengembalian warisan budaya Indonesia merupakan langkah yang sangat penting untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan pada masa lalu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pembahasan tidak berhenti pada koleksi yang sudah disepakati untuk dikembalikan.<\/p>\n<p>Fadli secara khusus meminta kelanjutan penelitian bersama atau joint provenance research terhadap Koleksi Raden Saleh dan kerangka leluhur dalam Koleksi Theodor Verhoeven di Naturalis Biodiversity Center.<\/p>\n<p>Penelitian tersebut diperlukan untuk menelusuri sejarah, asal-usul dan konteks perolehan koleksi sebelum proses repatriasi berikutnya dibahas lebih jauh.<\/p>\n<p>\u201cKoleksi Raden Saleh juga sangat penting bagi Indonesia. Kami ingin melanjutkan kerja sama penelitian dan pembahasan terhadap koleksi-koleksi lain yang masih berada di Belanda,\u201d kata Fadli.<\/p>\n<p>Pemerintah Belanda menyambut kelanjutan pembahasan tersebut dan membuka ruang untuk pengajuan repatriasi baru. Letschert juga menekankan pentingnya pengembalian human remains ke negara asal agar dapat dihormati dan, bila diperlukan, dimakamkan kembali secara layak.<\/p>\n<p>Kedua negara turut membahas pembaruan nota kesepahaman kerja sama kebudayaan Indonesia-Belanda yang ditandatangani pada Februari 2017 dan memasuki masa pembaruan pada Februari 2027.<\/p>\n<p>Kerja sama itu mencakup museum, pelestarian warisan budaya, kearsipan, kesenian, pendidikan kebudayaan hingga perfilman.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597890\/indonesia-belanda-sepakati-repatriasi-30-190-koleksi-dubois-raden-saleh-menyusul-dikaji\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>AMSTERDAM &#8211; Indonesia dan Belanda memperkuat kerja sama repatriasi warisan budaya dengan menyepakati pengembalian 30.190 unit Koleksi Dubois serta 20 benda budaya bersejarah. Pemerintah Indonesia juga mendorong penelitian bersama terhadap Koleksi Raden Saleh dan kerangka leluhur dalam Koleksi Theodor Verhoeven yang masih berada di Belanda. Kesepakatan itu dibahas Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Menteri Pendidikan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111656,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"1 day ago","modified":"1 day ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111655"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111655\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}