{"id":111419,"date":"2026-10-09T15:28:32","date_gmt":"2026-10-09T08:28:32","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/top-of-mind-di-era-kuliner-digital-tak-sedikit-brand-bersaing-menjadi-pilihan-konsumen\/"},"modified":"2026-10-09T15:28:32","modified_gmt":"2026-10-09T08:28:32","slug":"top-of-mind-di-era-kuliner-digital-tak-sedikit-brand-bersaing-menjadi-pilihan-konsumen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/top-of-mind-di-era-kuliner-digital-tak-sedikit-brand-bersaing-menjadi-pilihan-konsumen\/","title":{"rendered":"Top of Mind di Era Kuliner Digital, Tak Sedikit Brand Bersaing Menjadi Pilihan Konsumen"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Mencari makanan lewat aplikasi pesan antar kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban. Saat jam makan siang tiba misalnya, sebagian orang mungkin sudah memiliki menu andalan yang ingin dipesan.<\/p>\n<p>Namun, tidak sedikit pula yang justru membuka aplikasi tanpa tujuan spesifik, lalu menjelajahi berbagai pilihan untuk mencari inspirasi <a href=\"https:\/\/voi.id\/tag\/172\/kuliner\">kuliner<\/a>. Mulai dari minuman yang sedang tren hingga restoran yang belum pernah dicoba, pengalaman mencari makanan sering kali menjadi perjalanan kecil untuk menemukan sesuatu yang menarik.<\/p>\n<p>Di tengah banyaknya pilihan tersebut, ada satu hal yang memengaruhi keputusan konsumen: brand apa yang pertama kali muncul di benak mereka ketika ingin makan atau minum sesuatu? Dalam dunia pemasaran, hal ini dikenal sebagai Top of Mind, yakni posisi sebuah brand yang paling mudah diingat ketika konsumen memikirkan kategori produk tertentu.<\/p>\n<p>Dalam konteks kuliner digital, menjadi pilihan yang pertama kali terlintas dapat menjadi keuntungan tersendiri, meski belum tentu menjamin konsumen akan langsung melakukan pembelian.<\/p>\n<p>Kebiasaan menjelajahi menu turut memperlihatkan bahwa keputusan memesan makanan tidak selalu dimulai dengan pencarian nama restoran tertentu. Data GrabAds menunjukkan bahwa 79% pesanan GrabFood diawali dengan eksplorasi berbagai pilihan makanan dan minuman.<\/p>\n<p>Konsumen rata-rata menghabiskan 12,4 menit untuk menjelajahi sekitar enam merchant sebelum menentukan pesanan. Angka tersebut menggambarkan aplikasi pesan antar bukan hanya menjadi tempat untuk menyelesaikan transaksi, tetapi juga ruang bagi konsumen untuk mencari ide makan berikutnya.<\/p>\n<p>Seseorang bisa saja awalnya ingin membeli kopi, tetapi akhirnya tertarik mencoba teh, menemukan camilan yang belum pernah dicicipi, atau memilih restoran lain setelah melihat menu yang terasa lebih sesuai dengan selera dan suasana hati.<\/p>\n<p>Kecenderungan untuk mencoba berbagai pilihan juga terlihat dari perilaku pengguna GrabFood dengan frekuensi pemesanan tinggi. Mereka tercatat memesan dari rata-rata 62,8 merchant berbeda dalam setahun. Lebih dari 40% pesanan mereka berasal dari merchant yang belum pernah dipesan dalam 12 bulan sebelumnya. Artinya, kebiasaan memiliki tempat makan favorit dapat berjalan beriringan dengan rasa ingin tahu terhadap pilihan baru.<\/p>\n<p>Bagi konsumen, pengalaman ini memberikan keleluasaan untuk menemukan menu yang sesuai dengan kebutuhan. Namun, bagi brand kuliner, kondisi tersebut menghadirkan pertanyaan menarik: bagaimana caranya agar sebuah nama tetap diingat ketika konsumen membuka aplikasi dan mulai mempertimbangkan apa yang ingin mereka pesan?<\/p>\n<p>Dalam keseharian, konsumen bisa saja sudah memiliki brand favorit, tetapi tetap membandingkan beberapa pilihan sebelum memesan. Harga, tampilan menu, variasi produk, ketersediaan promo, hingga ulasan pelanggan dapat memengaruhi keputusan akhir.<\/p>\n<p>Karena itu, membangun kesadaran terhadap brand atau brand awareness menjadi langkah awal yang penting, tetapi tidak selalu cukup untuk mendorong pembelian.<\/p>\n<p>Data Grab menunjukkan pada sejumlah brand besar di GrabFood, sekitar 29\u201342% pencarian berdasarkan nama brand berakhir menjadi pesanan. Bahkan, di antara konsumen yang tetap melakukan pemesanan dalam sesi tersebut, sepertiganya akhirnya memilih brand lain.<\/p>\n<p>Temuan ini menunjukkan adanya jarak antara brand yang diingat, brand yang dicari, dan brand yang akhirnya dibeli. Dalam perjalanan konsumen, ketiganya merupakan tahapan yang saling berkaitan, tetapi tidak selalu menghasilkan keputusan yang sama. Konsumen bisa datang dengan satu nama di kepala, lalu mengubah pilihan setelah menemukan menu lain yang lebih menarik atau sesuai dengan kebutuhan saat itu.<\/p>\n<p>&#8220;Di GrabFood sebagian besar pesanan dimulai dari browsing, menunjukkan konsumen masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan brand yang ingin mereka beli. Bagi brand, ini menjadi peluang untuk hadir lebih awal dalam journey tersebut.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Melalui agenda ini kami mengajak para pelaku marketing dan business leaders untuk menghubungkan brand building dengan conversion secara lebih utuh, dari membangun Top of Mind hingga memenangkan Top of Cart,&#8221; ungkap Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia, dalam konferensi pers F&amp;B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 6 Oktober.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Salah satu hal yang disoroti adalah bagaimana brand dapat membangun ingatan konsumen sejak tahap pencarian inspirasi, sekaligus tetap relevan ketika mereka mulai membandingkan pilihan dan mengambil keputusan pembelian.<\/p>\n<p>Dalam konteks aplikasi pesan antar, Top of Mind tidak selalu berarti konsumen akan langsung memesan brand yang paling mereka ingat. Sebaliknya, posisi tersebut dapat menjadi titik awal dalam proses pencarian. Ketika ingin membeli kopi, misalnya, seseorang mungkin langsung teringat pada satu gerai tertentu. Namun, setelah membuka aplikasi, ia tetap dapat menjelajahi pilihan lain sebelum memutuskan apakah akan kembali ke favoritnya atau mencoba sesuatu yang baru.<\/p>\n<p>Tantangan brand bukan hanya membuat konsumen mengenali nama atau produknya, melainkan juga menghadirkan alasan yang cukup relevan agar konsumen memilihnya di antara banyak alternatif.<\/p>\n<p>Pengalaman sebelumnya, kualitas produk, kemudahan menemukan menu, hingga komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dapat ikut memengaruhi keputusan tersebut.<\/p>\n<p>Persaingan untuk menarik perhatian konsumen turut mendorong brand makanan dan minuman mengeksplorasi pendekatan yang lebih kreatif. Inovasi tidak lagi terbatas pada pengembangan rasa atau menu baru, tetapi juga mencakup cara produk diperkenalkan, pengalaman yang menyertainya, dan hubungan emosional yang dibangun dengan konsumen.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya terlihat dalam kolaborasi CHAGEE dan Grab yang menghadirkan merchandise berupa mini jaket Grab untuk setiap pembelian CHAGEE melalui GrabFood. Kolaborasi ini memadukan produk minuman dengan elemen koleksi yang menarik perhatian, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda di luar aktivitas membeli dan mengonsumsi produk.<\/p>\n<p>Selama periode kampanye, CHAGEE mencatat pertumbuhan jumlah pesanan di GrabFood lebih dari 68%. Kampanye tersebut juga menjadi perbincangan di media sosial dan komunitas kreatif. Contoh ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi dengan unsur visual dan budaya populer dapat menciptakan pengalaman yang lebih mudah diingat oleh konsumen.<\/p>\n<p>Pendekatan berbeda terlihat dalam kampanye \u201cOREO Berbagi Seru\u201d dari Mondelez Indonesia bersama GrabAds. Mengangkat semangat berbagi selama Ramadan, kampanye ini menghadirkan hampers dengan QR code yang memungkinkan konsumen membuat pesan personal, memilih avatar, hingga menyertakan ucapan digital berbasis Augmented Reality (AR).<\/p>\n<p>Melalui GrabMart, konsumen dapat memesan hampers untuk keluarga dan kerabat, sekaligus mengirimkannya kepada 13 panti asuhan mitra Grab di wilayah Jabodetabek. Inisiatif tersebut turut melibatkan mitra pengemudi Grab yang berpartisipasi membeli dan membagikan hampers. Selama kampanye, penjualan SKU OREO di GrabMart tercatat meningkat hingga hampir 38 kali lipat.<\/p>\n<p>Kedua contoh tersebut menunjukkan interaksi konsumen dengan brand dapat dibangun melalui beragam pengalaman. Produk tetap menjadi bagian utama, tetapi unsur kreativitas, personalisasi, dan kedekatan dengan momen keseharian dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih berkesan.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/597757\/top-of-mind-di-era-kuliner-digital-tak-sedikit-brand-bersaing-menjadi-pilihan-konsumen\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Mencari makanan lewat aplikasi pesan antar kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban. Saat jam makan siang tiba misalnya, sebagian orang mungkin sudah memiliki menu andalan yang ingin dipesan. Namun, tidak sedikit pula yang justru membuka aplikasi tanpa tujuan spesifik, lalu menjelajahi berbagai pilihan untuk mencari inspirasi kuliner. Mulai dari minuman yang sedang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111420,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111420"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}