{"id":111401,"date":"2026-10-09T14:06:21","date_gmt":"2026-10-09T07:06:21","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/isu-lahan-500-ha-yang-menyangkut-wakil-bupati-bengkayang-pw-gnpk-kalbar-dorong-klarifikasi\/"},"modified":"2026-10-09T14:06:21","modified_gmt":"2026-10-09T07:06:21","slug":"isu-lahan-500-ha-yang-menyangkut-wakil-bupati-bengkayang-pw-gnpk-kalbar-dorong-klarifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/isu-lahan-500-ha-yang-menyangkut-wakil-bupati-bengkayang-pw-gnpk-kalbar-dorong-klarifikasi\/","title":{"rendered":"Isu Lahan 500 Ha yang Menyangkut Wakil Bupati Bengkayang, PW GNPK Kalbar Dorong Klarifikasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>Pontianak, Fokus Berita \u2013 Isu atau rumor yang menerpa Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang perihal lahan 500 hektare perlu diklarifikasi atau penggunaan hak jawab. Pesan tersebut disampaikan oleh PW GNPK RI Kalbar.<\/p>\n<p>Ketua PW GNPK RI Kalbar Ellysius Aidy menilai jika tidak dijawab akan menjadi bola liar di tengah masyarakat. Karena Wakil Bupati adalah pejabat penyelenggara negara sehingga hal itu menjadi pusat perhatian masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cApalagi seorang pejabat, menurut PW GNPK RI Kalbar seharusnya Wakil Bupati Bengkayang menjelaskan perihal sebenarnya kepada kawan-kawan media perihal hal tersebut sehingga tidak menjadi polemik,\u201d ujarnya kepada awak media kalbar\/ Mediakalbarnews.com\u00a0 di Pontianak, Jumat (9\/10\/2026)<\/p>\n<p>\u201cKita tahu pekerjaan seorang pejabat selalu sibuk namun sesibuk-sibuknya pejabat pasti ada waktu walaupun hanya 5 menit apalagi ini menyangkut hal yang penting. Klarifikasi bukan membuat alasan rapat dan sebagainya,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, seseorang memang punya hak untuk tidak diganggu atau bertemu namun perlu dimengerti sebenarnya klarifikasi adalah hal yang bisa membantu untuk meluruskan isu-isu atau prasangka-prasangka yang sifatnya belum pasti.<\/p>\n<p>PW GNPK RI Kalbar akan menindaklanjuti informasi ini perihal lahan yang diduga dimiliki oleh Wakil Bupati Bengkayang seluas 500 hektare.<\/p>\n<p>\u201cSemoga informasi tersebut tidak benar karena perlu diadakannya investigasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya meminta konfirmasi dan hak jawab dari pihak Wakil Bupati Bengkayang terkait isu tersebut. (Amad)<\/p>\n<p> <!-- AI CONTENT END 2 --><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediakalbarnews.com\/isu-lahan-500-ha-yang-menyangkut-wakil-bupati-bengkayang-pw-gnpk-kalbar-dorong-klarifikasi\/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=isu-lahan-500-ha-yang-menyangkut-wakil-bupati-bengkayang-pw-gnpk-kalbar-dorong-klarifikasi\">Sumber<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pontianak, Fokus Berita \u2013 Isu atau rumor yang menerpa Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang perihal lahan 500 hektare perlu diklarifikasi atau penggunaan hak jawab. Pesan tersebut disampaikan oleh PW GNPK RI Kalbar. Ketua PW GNPK RI Kalbar Ellysius Aidy menilai jika tidak dijawab akan menjadi bola liar di tengah masyarakat. Karena Wakil Bupati adalah pejabat penyelenggara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111402,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111401"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111401\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}