{"id":111375,"date":"2026-10-09T12:09:38","date_gmt":"2026-10-09T05:09:38","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/aturan-teknis-wajib-halal-ditargetkan-rampung-11-oktober-2026\/"},"modified":"2026-10-09T12:09:38","modified_gmt":"2026-10-09T05:09:38","slug":"aturan-teknis-wajib-halal-ditargetkan-rampung-11-oktober-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/aturan-teknis-wajib-halal-ditargetkan-rampung-11-oktober-2026\/","title":{"rendered":"Aturan Teknis Wajib Halal Ditargetkan Rampung 11 Oktober 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah menargetkan aturan teknis pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal atau Wajib Halal rampung paling lambat 11 Oktober 2026. Regulasi tersebut disiapkan untuk mengatur tahapan implementasi kebijakan yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, aturan teknis berupa Peraturan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) diperlukan untuk memastikan pelaksanaan Wajib Halal berjalan sesuai kesiapan di lapangan.<\/p>\n<p>Aturan tersebut akan mengatur tahapan implementasi, pendampingan bagi usaha mikro dan kecil (UMK), serta penataan kembali ketentuan mengenai barang gunaan.<\/p>\n<p>\u201cMengingat waktu mendesak, penyiapan aturan teknis perlu diselesaikan paling lambat 11 Oktober 2026 untuk segera disosialisasikan kepada pelaku usaha dan asosiasi terkait,\u201d kata Dradjad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>Wajib Halal Berlaku Mulai 18 Oktober 2026<\/strong><\/p>\n<p>Dradjad menjelaskan, pemerintah telah menyepakati pemberlakuan kebijakan Wajib Halal pada 18 Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kesiapan implementasi di lapangan.<\/p>\n<p>Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dengan Kepala BPJPH. Tahapan pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut melalui peraturan BPJPH.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan pertemuan Menko dengan Kepala BPJPH, kita sepakati implementasinya akan diberlakukan 18 Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kesiapan, nanti tahapannya itu akan diatur melalui Perban,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kebijakan ini merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024.<\/p>\n<p>Pada tahap implementasi ini, kewajiban sertifikasi halal juga mencakup produk alat kesehatan kategori risiko A.<\/p>\n<p>Penyelesaian aturan teknis dan sosialisasi kepada pelaku usaha menjadi bagian penting untuk memberikan kejelasan mengenai tahapan penerapan kebijakan, termasuk persyaratan yang perlu dipenuhi oleh usaha mikro dan kecil.<\/p>\n<p><strong>Ekosistem Halal Didukung Ribuan Tenaga dan Lembaga<\/strong><\/p>\n<p>Untuk mendukung penerapan Wajib Halal, pemerintah terus memperkuat ekosistem halal nasional yang mencakup infrastruktur, sumber daya manusia, tata kelola, rantai pasok, hingga dukungan industri keuangan syariah.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah, ekosistem halal nasional saat ini didukung oleh 587 verifikator, 2.036 auditor halal, 108.211 Pendamping Proses Produk Halal (P3H), 5.561 Juru Sembelih Halal (JULEHA), serta 5.745 rumah potong hewan dan rumah potong unggas (RPH\/RPU) bersertifikat.<\/p>\n<p>Pemerintah juga melanjutkan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil memenuhi persyaratan sertifikasi halal.<\/p>\n<p>Dradjad mengatakan, evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar pelaksanaan kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat optimal sekaligus meminimalkan dampak yang berpotensi muncul.<\/p>\n<p>\u201cKarena merupakan kebijakan baru, evaluasi dan perbaikan akan dilakukan agar potensi sertifikasi halal dapat dimaksimalkan serta ekses yang muncul diminimalkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Jutaan Produk Telah Bersertifikat Halal<\/strong><\/p>\n<p>Penguatan ekosistem halal diharapkan tidak hanya memberikan kepastian dan rasa aman bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia serta memperluas akses ke pasar global.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, sekitar 4,4 juta sertifikat halal telah diterbitkan bagi 3,47 juta pelaku usaha, dengan cakupan mencapai 14,68 juta produk.<\/p>\n<p>Selain itu, pengakuan sertifikasi halal Indonesia melalui skema <em>Mutual Recognition Agreement<\/em> (MRA) telah terjalin dengan 39 negara.<\/p>\n<p>Capaian tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam industri halal global. Dengan dukungan regulasi yang jelas, pendampingan UMK, dan peningkatan kapasitas lembaga terkait, pemerintah berharap penerapan Wajib Halal dapat berjalan lebih terukur dan memberikan manfaat bagi konsumen maupun pelaku usaha.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597709\/aturan-teknis-wajib-halal-ditargetkan-rampung-11-oktober-2026\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Pemerintah menargetkan aturan teknis pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal atau Wajib Halal rampung paling lambat 11 Oktober 2026. Regulasi tersebut disiapkan untuk mengatur tahapan implementasi kebijakan yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, aturan teknis berupa Peraturan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"6 hours ago","modified":"6 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111375\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}