{"id":111340,"date":"2026-10-09T08:51:17","date_gmt":"2026-10-09T01:51:17","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/meloni-daftarkan-suara-ke-uni-eropa-untuk-lawan-deepfake-ai\/"},"modified":"2026-10-09T08:51:17","modified_gmt":"2026-10-09T01:51:17","slug":"meloni-daftarkan-suara-ke-uni-eropa-untuk-lawan-deepfake-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/meloni-daftarkan-suara-ke-uni-eropa-untuk-lawan-deepfake-ai\/","title":{"rendered":"Meloni Daftarkan Suara ke Uni Eropa untuk Lawan Deepfake AI"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengajukan permohonan merek dagang untuk suaranya kepada <em>European Union Intellectual Property Office (EUIPO).<\/em> Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap penyalahgunaan suara Meloni melalui teknologi kecerdasan buatan atau AI.<\/p>\n<p>Dalam pengajuan tersebut terdapat rekaman audio berdurasi empat detik. Rekaman itu berisi Meloni mengucapkan kalimat dalam bahasa Italia, <em>\u201cIo sono Giorgia Meloni\u201d<\/em> atau \u201cSaya adalah Giorgia Meloni\u201d.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pengajuan tersebut tercatat dalam dokumen EUIPO pada Senin, 5 Oktober 2026. Informasi itu pertama kali dilaporkan surat kabar Italia La Repubblica dan kemudian dikonfirmasi seorang pejabat Italia yang tidak disebutkan namanya.<\/p>\n<p><strong>Meloni Hadapi Ancaman Deepfake<\/strong><\/p>\n<p>Langkah Meloni dilakukan ketika teknologi AI semakin mampu meniru suara dan wajah seseorang dengan tingkat kemiripan yang tinggi. Teknologi tersebut telah meningkatkan kekhawatiran pemerintah, regulator, dan tokoh publik mengenai penyebaran konten palsu.<\/p>\n<p>Kalimat yang digunakan dalam pengajuan merek dagang juga memiliki kaitan dengan slogan politik Meloni yang terkenal.<\/p>\n<p>Pada sebuah kampanye politik pada 2019, Meloni pernah mengatakan, \u201cSaya Giorgia, saya perempuan, saya ibu, saya orang Italia, saya Kristen.\u201d Pernyataan tersebut kemudian dikenal luas di Italia dan bahkan menjadi bahan lagu dansa yang viral.<\/p>\n<p><em>\u201cIo sono Giorgia\u201d<\/em> juga menjadi judul autobiografi Meloni yang diterbitkan pada 2021.<\/p>\n<p>Sebelumnya, gambar palsu yang menampilkan Meloni juga beberapa kali beredar di internet. Sejumlah gambar bahkan disebarkan seolah-olah merupakan foto asli.<\/p>\n<p>Salah satu contohnya adalah gambar palsu yang menampilkan Meloni sedang duduk di atas tempat tidur dengan pakaian dalam.<\/p>\n<p>Meloni sebelumnya telah memperingatkan bahaya <em>deepfake<\/em>. Ia mengatakan teknologi tersebut dapat \u201cmenipu, memanipulasi, dan merugikan siapa pun\u201d.<\/p>\n<p>Pada Mei lalu, setelah gambar palsu dirinya beredar, Meloni mengatakan dirinya mungkin dapat membela diri. Namun, menurutnya, banyak orang lain tidak memiliki kemampuan yang sama untuk melakukannya.<\/p>\n<p><strong>Merek Dagang Tidak Otomatis Hentikan Deepfake<\/strong><\/p>\n<p>Meski pengajuan merek dagang dapat memberikan perlindungan hukum tambahan, pendaftaran tersebut tidak secara otomatis mencegah pihak lain membuat tiruan suara Meloni menggunakan AI.<\/p>\n<p>Media Italia melaporkan bahwa merek dagang tersebut dapat menjadi alat hukum tambahan untuk menghadapi penggunaan suara tanpa izin jika permohonannya disetujui.<\/p>\n<p>Dengan demikian, langkah Meloni tidak berarti seluruh teknologi peniruan suara terhadap dirinya akan langsung dilarang. Perlindungan tersebut lebih berkaitan dengan hak atas penggunaan identitas suara yang didaftarkan.<\/p>\n<p><strong>Sejumlah Selebritas Hadapi Masalah Serupa<\/strong><\/p>\n<p>Meloni bukan satu-satunya tokoh publik yang menghadapi penyalahgunaan identitas melalui teknologi AI.<\/p>\n<p>Penyanyi Taylor Swift menjadi salah satu target <em>deepfake<\/em> paling menonjol pada 2024. Saat itu, gambar seksual hasil AI yang secara palsu menggambarkan Swift tersebar luas di internet.<\/p>\n<p>Kasus tersebut kemudian memicu tuntutan agar perlindungan hukum terhadap penggunaan replika digital seseorang tanpa izin diperkuat.<\/p>\n<p>Aktor Matthew McConaughey juga menjadi salah satu selebritas yang menggunakan pendaftaran merek dagang untuk mengamankan hak atas rekaman suara dan elemen gerak tertentu.<\/p>\n<p>Sementara itu, aktris Scarlett Johansson pernah mempersoalkan suara chatbot milik OpenAI. Johansson mengatakan suara tersebut terdengar sangat mirip dengan suaranya, meski ia sebelumnya menolak ikut dalam proyek tersebut.<\/p>\n<p>OpenAI membantah sengaja meniru suara Johansson. Perusahaan kemudian menarik fitur suara tersebut.<\/p>\n<p><strong>Perlindungan Suara Mulai Mendapat Perhatian<\/strong><\/p>\n<p>Perlindungan hukum terhadap suara manusia juga mulai berkembang di negara lain.<\/p>\n<p>Di Jepang, sebuah pengadilan pada pekan sebelumnya memberikan perlindungan hukum terhadap suara manusia untuk pertama kalinya dalam sebuah perkara yang melibatkan pengisi suara anime populer.<\/p>\n<p>Pengisi suara tersebut meminta TikTok menutup sebuah akun yang menggunakan tiruan AI dari suara khasnya tanpa izin. Perkara itu menunjukkan bahwa penggunaan suara manusia sebagai identitas yang dapat dilindungi mulai menjadi persoalan hukum baru.<\/p>\n<p>Meloni sendiri juga telah menempuh jalur hukum terkait penyalahgunaan citranya. Pada 2024, ia mengajukan perkara terhadap seorang pria yang dituduh membuat dan menyebarkan gambar pornografi deepfake menggunakan wajah Meloni.Perkara tersebut masih berlangsung di pengadilan Italia.<\/p>\n<p>Pengajuan merek dagang suara oleh Meloni kini menambah satu pendekatan hukum dalam menghadapi perkembangan teknologi AI. Langkah tersebut menunjukkan bahwa perlindungan identitas digital tidak lagi hanya berkaitan dengan foto dan video, tetapi juga mulai mencakup karakteristik suara seseorang.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/597662\/meloni-daftarkan-suara-ke-uni-eropa-untuk-lawan-deepfake-ai\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengajukan permohonan merek dagang untuk suaranya kepada European Union Intellectual Property Office (EUIPO). Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap penyalahgunaan suara Meloni melalui teknologi kecerdasan buatan atau AI. Dalam pengajuan tersebut terdapat rekaman audio berdurasi empat detik. Rekaman itu berisi Meloni mengucapkan kalimat dalam bahasa Italia, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}