{"id":111282,"date":"2026-10-09T01:19:37","date_gmt":"2026-10-08T18:19:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/benarkah-bipolar-bisa-menurun-dari-orangtua-ke-anak-ini-penjelasannya\/"},"modified":"2026-10-09T01:19:37","modified_gmt":"2026-10-08T18:19:37","slug":"benarkah-bipolar-bisa-menurun-dari-orangtua-ke-anak-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/09\/benarkah-bipolar-bisa-menurun-dari-orangtua-ke-anak-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Benarkah Bipolar Bisa Menurun dari Orangtua ke Anak? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA &#8211; Bipolar sering dikaitkan dengan faktor keturunan atau genetik. Tak heran kenapa ketika seseorang memiliki anggota keluarga yang mengalami bipolar, muncul kekhawatiran apakah kondisi tersebut bisa menurun kepada anggota keluarga lainnya? Begitupun dengan orangtua yang mengalami bipolar juga khawatir kesehatan mental anaknya di kemudian hari.<\/p>\n<p>Bipolar memang memiliki kaitan dengan faktor genetik, tetapi bukan berarti orangtua dengan bipolar pasti memiliki anak dengan kondisi yang sama. Genetik hanya salah satu dari banyak faktor lain yang menentukan seseorang mengalami Bipolar. Lebih jauh, berikut pembahasannya.<\/p>\n<h3>Apakah Bipolar Bisa Menurun?<\/h3>\n<p>Bipolar tidak bisa dipungkiri memiliki aspek genetik. Artinya riwayat keluarga menentukan tingkat kerentanan Anda terhadap gangguan mental ini. Seseorang yang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan bipolar berisiko lebih tinggi mengalami kondisi tersebut dibandingkan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan bipolar.<\/p>\n<p>Dilansir dari <em>Yaprakarslan.com<\/em>, tingkat prevalensi umum dalam populasi adalah 1-2 persen. Risiko tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 10-15 persen jika seseorang memiliki salah satu orangtua dengan bipolar. Sementara apabila kedua orangtua mengalami bipolar, beberapa penelitian memperkirakan risikonya dapat mencapai 40-50 persen.<\/p>\n<p>Angka tersebut mungkin terlihat tinggi, namun perlu ditekankan di sini bahwa predisposisi genetik tidak serta merta menentukan Anda bipolar. Ini masih perkiraan risiko, bukan hal pasti. Genetika bisa diibaratkan sebuah peta, tetapi bagaimana Anda melangkah di peta tersebut ditentukan oleh gaya hidup, faktor lingkungan, dan dukungan emosional.<\/p>\n<p>Terkait faktor lingkungan, kita bisa melihat hasil penelitian terhadap anak kembar. Penelitian pada kembar identik, tingkat kesamaan untuk bipolar dilaporkan sekitar 60-70 persen, sedangkan pada kembar tidak identik angkanya sekitar 10-20 persen.<\/p>\n<p>Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik memang berpengaruh kuat, tetapi faktor lingkungan juga turut menentukan apakah seseorang mengalami bipolar atau tidak. Jika faktor genetik adalah satu-satunya penyebab, tingkat kesamaan pada kembar identik seharusnya mendekati 100 persen.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3>Apa yang Bisa Dilakukan Jika Ada Riwayat Bipolar dalam Keluarga?<\/h3>\n<p>Penelitian membenarkan bahwa beberapa gen memang berpengaruh terhadap suasana hati mungkin berkaitan dengan bipolar. Namun tidak ada satu pun dari gen-gen tersebut yang menjadi faktor tunggal seseorang mengalami bipolar. Genetik hanya satu di antara banyak faktor penentu seseorang mengalami bipolar.<\/p>\n<p>Lantas, apa yang bisa Anda lakukan jika ada riwayat bipolar dalam keluarga? Dilansir dari laman yang sama, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Perhatikan pola tidur Anda<\/li>\n<li>Tingkatkan kemampuan Anda dalam mengelola stres<\/li>\n<li>Hindari penyalahgunaan alkohol dan zat terlarang<\/li>\n<li>Perhatikan fluktuasi emosi Anda<\/li>\n<li>Konsultasikan dengan psikiater jika diperlukan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Itulah pembahasan soal pengaruh faktor genetik terikait kemungkinan mengalami bipolar. Jadi, memiliki riwayat bipolar dalam keluarga bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kondisi yang sama. Justru pengetahuan ini dapat membuat kita lebih peka terhadap perubahan kondisi mental dan mengambil langkah yang tepat sejak dini. Dengan pengetahuan yang tepat, pemantauan kondisi, dan dukungan profesional, Anda dapat menjaga kesehatan mental Anda.<\/p>\n<p>Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/voi.id\/\">VOI.ID<\/a>. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/597627\/benarkah-bipolar-bisa-menurun\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA &#8211; Bipolar sering dikaitkan dengan faktor keturunan atau genetik. Tak heran kenapa ketika seseorang memiliki anggota keluarga yang mengalami bipolar, muncul kekhawatiran apakah kondisi tersebut bisa menurun kepada anggota keluarga lainnya? Begitupun dengan orangtua yang mengalami bipolar juga khawatir kesehatan mental anaknya di kemudian hari. Bipolar memang memiliki kaitan dengan faktor genetik, tetapi bukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111283,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111282"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111282\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}