{"id":111276,"date":"2026-10-08T23:40:24","date_gmt":"2026-10-08T16:40:24","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/08\/polres-pelabuhan-tanjung-priok-kejar-komplotan-tppo-modus-rekrutmen-abk\/"},"modified":"2026-10-08T23:40:24","modified_gmt":"2026-10-08T16:40:24","slug":"polres-pelabuhan-tanjung-priok-kejar-komplotan-tppo-modus-rekrutmen-abk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/08\/polres-pelabuhan-tanjung-priok-kejar-komplotan-tppo-modus-rekrutmen-abk\/","title":{"rendered":"Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kejar Komplotan TPPO Modus Rekrutmen ABK"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imgsrv2.voi.id\/CQ9mTmtYtxzaNF5UuFy319XEEID5NgvzSpbJ9HPLpqQ\/fill\/450\/280\/sm\/1\/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81OTc2NjgvMjAyNjEwMDgyMzI4LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzkxNDc2OTUxLmpwZWc.jpg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengejar para pelaku yang terlibat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) buntut dari penyiksaan 4 orang ABK yang disiksa diatas kapal pencari cumi KM Maulana 23.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan (ditangani) oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Rabu 7 Oktober 2026, kita sudah tingkatkan ke penyidikan,&#8221; ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri didampingi Kasat Reskrim, AKP A. A Ngurah Made Pandu Prabawa kepada wartawan, Kamis, 8 Oktober, malam.<\/p>\n<p>Penegakkan hukum terkait TPPO menjadi prioritas Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk memberantas maraknya praktik perdagangan orang dengan modus rekrutmen anak buah kapal (ABK).<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai upaya kita mencari jariyah, mari kita jadikan momentum ini agar tidak terjadi ilyas-ilyas yang lain di massa yang akan datang. Momentum ini merupakan panggilan untuk seluruh stakeholder bagaimana kita menciptakan satu sistem keamanan kepada seluruh ABK yang mencari nafkah di perairan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kendati demikian, Kapolres belum menjelaskan lebih lanjut terkait jumlah pelaku TPPO terkait kasus penyiksaan 4 ABK KM Maulana 23.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk teknis dan taktis tidak dapat kami sampaikan karena itu pengungkapan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Ia pun berjanji akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder guna memberantas modus kejahatan diatas perairan khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.<\/p>\n<p>&#8220;Karena diatas air, kita tidak tahu apa yang terjadi disana sehingga sistemnya harus kita perbaiki. Ini menjadi momentum untuk menciptakan sistem bersama seluruh stakeholder,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, jumlah ABK korban penyiksaan di KM Maulana 23 berjumlah 4 orang. Selain Ilyas Salahudin, tiga korban penganiayaan lainnya bernama Oktavian Magreza, Johan Saputra, dan Syawal Suswono.<\/p>\n<p>Keempat ABK tersebut berangkat dari Dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara dengan tujuan Merauke pada akhir Juli 2026.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan, kapal kemudian berada di wilayah Kepulauan Aru. Keempat korban direkrut pada pertengahan Juli 2026 melalui seorang perantara atau calo.<\/p>\n<p>KM Maulana 23 yang berada di bawah perusahaan PT Anugrah Maritim Indonesia Raya (AMIR) juga menyalahi izin penggunaan alat tangkap.<\/p>\n<p>Kapal tersebut disebut menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan izin yang dimiliki. Selain itu, alat pelacak Vessel Monitoring System (VMS) juga disebut sengaja dimatikan. KKP pun memastikan izin KM Maulana 23 dicabut secara permanen.<\/p>\n<p>Selain itu, aturan kerja di kapal pencari cumi KM Maulana 23 juga sangat kejam. Aturan tersebut mengharuskan setiap ABK memenuhi target tangkapan cumi-cumi sebanyak dua kilogram dalam semalam. Jika target tersebut tidak terpenuhi, ABK yang bersangkutan disebut akan disiksa secara beramai-ramai oleh kru kapal.<\/p>\n<p>Total awak di kapal pencari cumi KM Maulana 23 sejumlah 28 orang. Wakil nakhoda disebut memerintahkan seluruh kru untuk ikut memukuli ABK yang tidak mencapai target tangkapan. Kemudian nantinya ABK lainnya ramai-ramai memukuli keempat korban.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597668\/polres-pelabuhan-tanjung-priok-kejar-komplotan-tppo-modus-rekrutmen-abk\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengejar para pelaku yang terlibat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) buntut dari penyiksaan 4 orang ABK yang disiksa diatas kapal pencari cumi KM Maulana 23. &#8220;Untuk tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan (ditangani) oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Rabu 7 Oktober 2026, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111277,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111276"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111276\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}