{"id":111206,"date":"2026-10-08T16:50:17","date_gmt":"2026-10-08T09:50:17","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/08\/angkat-keterhubungan-warisan-budaya-asia-tenggara-kolaborasi-seniman-lintas-negara-digelar-di-yogyakarta\/"},"modified":"2026-10-08T16:50:17","modified_gmt":"2026-10-08T09:50:17","slug":"angkat-keterhubungan-warisan-budaya-asia-tenggara-kolaborasi-seniman-lintas-negara-digelar-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/08\/angkat-keterhubungan-warisan-budaya-asia-tenggara-kolaborasi-seniman-lintas-negara-digelar-di-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Angkat Keterhubungan Warisan Budaya Asia Tenggara, Kolaborasi Seniman Lintas Negara Digelar di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>YOGYAKARTA \u2013 Para <a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597443\/dispar-yogyakarta-wayang-jogja-night-carnival-di-malioboro-gerakkan-perekonomian-dan-umkm\">seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura<\/a> menampilkan dua pertunjukan baru yang mengangkat keterhubungan sejarah dan warisan budaya. Pertunjukan bertajuk\u201c<em>HU<\/em><em>\u6728<\/em><em>AN\u201d <\/em><em\/>dan \u201c<em>Rumah dari Lidah<\/em>\u201d ini, menjadi puncak dari <em>Embracing Shared Haritage Through Performing Arts, <\/em>sebuah inisiatif yang dilaksanakan UNESCO yang bermitra dengan Temasek Foundation.<\/p>\n<p>Menurut Head of Culture UNESCO Jakarta, karya seni kerap melintasi batas negara dengan cara yang tak terduga. Para senimannya, belum tentu memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dan berkarya bersama. Tambah Ibu Moe Chiba, \u201c<em>kami ingin memberi ruang bagi para seniman untuk bertemu, bertukar gagasan dan menciptakan karya baru dari warisan budaya yang menghubungkan mereka.\u201d<\/em><\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/597603\/body_image_2026100815.jpg\" alt=\"kolaborasi seniman Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam Embracing Shared Haritage Through Performing Arts\" width=\"720\"\/><figcaption>Ilustrasi kolaborasi seniman Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam <em>Embracing Shared Haritage Through Performing Arts<\/em> UNESCO bermitra dengan Temasek Foundation (Sumber foto: dok. spesial)<\/figcaption><\/figure>\n<p>James Chan sebagai Head of Programmes Officeand Resilient Societies, Temasek Foundation mengatakan, bahwa seni membuka ruang bagi orang-orang untuk berkumpul mengenal pengalaman yang berbeda, dan menemukan titik temu. Melalui kemitraan ini, berharap terjadi pertukaran yang dapat mempererat hubungan antarbudaya dan mendorong harmoni ditengah keberagaman kawasan.<\/p>\n<p>Proses pertunjukan ini dilaksanakan selama empat bulan terakhir. Seniman dari ketiga negara \u2014yang memiliki beragam sejarah, identitas, dan tradisi seni\u2014 bertukar gagasan dan menciptakan karya bersama untuk menggali makna dari \u2018warisan budaya bersama\u2019 di Asia Tenggara. Kolaborasi ini membuka kemungkinan baru dalam menafsirkan dan mengekspresikan warisan budaya melalui seni pertunjukan.<\/p>\n<p>Pertunjukan \u201c<em>HU<\/em><em>\u6728<\/em><em>AN\u201d <\/em>dipentaskan sebagai bagian dari Pesta Boneka pada 6 dan 7 Oktober di Kampung Media. Pentas ini, menggunakan pendekatan inklusif agar bisa diakses oleh beragam penonton termasuk penonton neurodivergen. \u201c<em>HU<\/em><em>\u6728<\/em><em>AN\u201d <\/em> mengeksplorasi hubungan masyarakat dengan hutan sebagai ruang alam sekaligus budaya, melalui cerita, ingatan, kepercayaan, serta hubungan antar manusia dan alam.<\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/597603\/body_image_2026100816.jpg\" alt=\"kolaborasi seniman Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam Embracing Shared Haritage Through Performing Arts\" width=\"720\"\/><figcaption>Ilustrasi pertunjukan kolaborasi seniman bertajuk \u201c<em>HU<\/em><em>\u6728<\/em><em>AN\u201d<\/em> (Sumber foto: dok. spesial Pesta Boneka fotografer Rangga Yudhistira)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Proyek \u201c<em>HU<\/em><em>\u6728<\/em><em>AN\u201d <\/em>ini, menurut Luen dari The Artground (Singapura) dimulai dari proyek untuk museum internasional yang memiliki koleksi tentang kayu, rempah-rempah, hewan-hewan, bunga-bunga, dan banyak peristiwa yang bisa menghadirkan berbagai pengalaman lewat pertunjukan. Untuk proses pertunjukan di Indonesia, dimulai dari masterclass pada bulan April. Frankie (Sensorium Theatre, Australia) sebagai mentor dalam masterclass bercerita soal upaya membuat akses bagi anak-anak neurodivergen mengenal dunia lewat pertunjukan ini.<\/p>\n<p>Dalam proses produksi artistik sangat <em>tricky<\/em>, sebab menurut Frankie, seniman membutuhkan keterampilan berdialog dan bernegosiasi tidak hanya secara verbal dan auditif, tetapi juga dengan berbagai cara. Termasuk dengan aspek yang dihadirkan dalam pertunjukan, seperti gestur, tekstur, aroma, dan rasa. Pertunjukan \u201c<em>HU<\/em><em>\u6728<\/em><em>AN\u201d <\/em> juga menggunakan <em>puppet<\/em> atau boneka yang terbuat dari kemasan plastik bekas berbentuk badak buatan seniman visual dari Banten.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Pertunjukan \u201cRumah dari Lidah\u201d digelar dalam Bedog Arts Festival pada 9 dan 10 Oktober di Studio Banjarmili. Petas ini, mengangkat tentang warisan budaya dan identitas Peranakan. Menurut sutradara pertunjukan ini, Melati Suryodarmo, identitas Peranakan yang ditampilkan menggambarkan budaya dari beragam perspektif, pengalaman, potongan sejarah, bahasa, makanan, dan ingatan yang mungkin selama ini tersembunyi atau terlupakan.<\/p>\n<figure class=\"image\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/voi.id\/storage\/publishers\/597603\/body_image_2026100816-2.jpg\" alt=\"kolaborasi seniman Indonesia, Malaysia, dan Singapura dalam Embracing Shared Haritage Through Performing Arts\" width=\"720\"\/><figcaption>Ilustrasi press conference dan artists talk pertunjukan \u201cRumah dari Lidah\u201d pada Selasa, 6 Oktober 2026 (Sumber foto: dok. spesial)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di samping dua pertunjukan ini, dilaksanakan juga acara pendamping. Di antaranya, Lokakarya Kreatif untuk Anak; Sudut Permainan dan Kreasi; dan <em>Shared Heritage Kitchen<\/em> yang membicarakan tentang teh serta juga mencicipi serta memasak hidangan <a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/575139\/dampak-kolonialisme-dalam-bidang-budaya\">akulturasi budaya<\/a> Peranakan.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/lifestyle\/597603\/angkat-keterhubungan-warisan-budaya-asia-tenggara-kolaborasi-seniman-lintas-negara-digelar-di-yogyakarta\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2013 Para seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura menampilkan dua pertunjukan baru yang mengangkat keterhubungan sejarah dan warisan budaya. Pertunjukan bertajuk\u201cHU\u6728AN\u201d dan \u201cRumah dari Lidah\u201d ini, menjadi puncak dari Embracing Shared Haritage Through Performing Arts, sebuah inisiatif yang dilaksanakan UNESCO yang bermitra dengan Temasek Foundation. Menurut Head of Culture UNESCO Jakarta, karya seni kerap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111206","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"4 hours ago","modified":"4 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111206","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111206"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111206\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111206"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111206"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111206"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}