{"id":111034,"date":"2026-10-07T22:24:16","date_gmt":"2026-10-07T15:24:16","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/07\/febrie-didakwa-cuci-rp3467-miliar-dan-440-990-dolar-as-dana-disebut-masuk-bisnis-hingga-aset\/"},"modified":"2026-10-07T22:24:16","modified_gmt":"2026-10-07T15:24:16","slug":"febrie-didakwa-cuci-rp3467-miliar-dan-440-990-dolar-as-dana-disebut-masuk-bisnis-hingga-aset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/07\/febrie-didakwa-cuci-rp3467-miliar-dan-440-990-dolar-as-dana-disebut-masuk-bisnis-hingga-aset\/","title":{"rendered":"Febrie Didakwa Cuci Rp346,7 Miliar dan 440.990 Dolar AS, Dana Disebut Masuk Bisnis hingga Aset"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang atas penerimaan Rp346,7 miliar dan 440.990 dolar AS. Jaksa menyebut uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi itu dialirkan ke berbagai rekening, usaha, hingga pembelian sejumlah aset.<\/p>\n<p>Jaksa Utama Madya Agus Sahat membacakan dakwaan tersebut dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 7 Oktober.<\/p>\n<p>\u201cPenerimaan uang seluruhnya berjumlah Rp346.743.821.282,00 dan 440.990 dolar AS, penerimaan saham, tanah dan\/atau bangunan oleh terdakwa melalui Don Ritto alias Idon, Nurman Herin dan Ferry Yanto Hongkiriwang tersebut, diketahui atau patut diduga oleh terdakwa merupakan hasil tindak pidana korupsi,\u201d kata Agus, dikutip dari Antara.<\/p>\n<p>Jaksa menyebut penerimaan tersebut berkaitan dengan tugas, kewenangan, dan jabatan Febrie ketika menjadi Direktur Penyidikan Jampidsus hingga menjabat Jampidsus Kejaksaan Agung.<\/p>\n<p>Dalam dakwaan, dugaan pencucian uang disebut berlangsung pada 2020 hingga 2026. Febrie diduga melakukannya bersama Don Ritto, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>JPU menguraikan uang ditempatkan dan dipindahkan ke sejumlah rekening. Sebagian dana juga disebut dibuat seolah-olah sebagai modal usaha pada perusahaan afiliasi serta digunakan membeli tanah, bangunan, kendaraan, dan emas.<\/p>\n<p>Sebagian uang diduga ditukar ke sejumlah mata uang asing. Menurut jaksa, rangkaian transaksi tersebut dilakukan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi.<\/p>\n<p>Aliran dana dalam dakwaan bahkan disebut masuk ke beberapa lini usaha. Di antaranya bisnis kuliner melalui PT Gontran Cherrier dan penukaran valuta asing PT Kantor Omzet Indonesia atau KOIN Money Changer.<\/p>\n<p>Jaksa juga mencantumkan sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor batu bara, nikel, perkapalan, dan konstruksi. Dua perusahaan yang disebut adalah PT Kresna Pusaka Energi dan PT Celebes Mega Nikel.<\/p>\n<p>\u201cPerbuatan terstruktur ini dilakukan terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan, yaitu agar asal-usulnya tidak diketahui berasal dari tindak pidana korupsi,\u201d ujar Agus.<\/p>\n<p>Febrie antara lain didakwa berdasarkan Pasal 607 ayat (1) huruf a juncto Pasal 20 ayat (1) huruf c juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. JPU juga mengajukan dakwaan alternatif menggunakan Pasal 607 ayat (1) huruf b dengan ketentuan juncto yang sama.<\/p>\n<p>Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Akhmad Fijiarsyah Joko Sutrisno. Don Ritto dan Nurman Herin juga menjalani sidang pembacaan dakwaan dalam rangkaian perkara tersebut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Tim 9 Kejaksaan Agung menyita 38 bidang tanah dan\/atau bangunan dalam penyidikan perkara TPPU tersebut. Nilainya ditaksir sekitar Rp846 miliar, tetapi Kejaksaan Agung saat itu belum merinci kepemilikan masing-masing aset.<\/p>\n<p>Penyidik turut menyita 27 lembar saham perusahaan, sejumlah valuta asing, serta dokumen yang sebelumnya ditangani Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597490\/febrie-didakwa-cuci-rp346-7-miliar-dan-440-990-dolar-as-dana-disebut-masuk-bisnis-hingga-aset\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang atas penerimaan Rp346,7 miliar dan 440.990 dolar AS. Jaksa menyebut uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi itu dialirkan ke berbagai rekening, usaha, hingga pembelian sejumlah aset. Jaksa Utama Madya Agus Sahat membacakan dakwaan tersebut dalam sidang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111034"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111034\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}