{"id":111026,"date":"2026-10-07T21:40:15","date_gmt":"2026-10-07T14:40:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/07\/bukan-sekadar-efek-jera-ini-alasan-3-474-napi-dipindahkan-ke-nusakambangan\/"},"modified":"2026-10-07T21:40:15","modified_gmt":"2026-10-07T14:40:15","slug":"bukan-sekadar-efek-jera-ini-alasan-3-474-napi-dipindahkan-ke-nusakambangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/07\/bukan-sekadar-efek-jera-ini-alasan-3-474-napi-dipindahkan-ke-nusakambangan\/","title":{"rendered":"Bukan Sekadar Efek Jera, Ini Alasan 3.474 Napi Dipindahkan ke Nusakambangan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA \u2014 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus memperkuat sistem pengamanan dan penataan warga binaan melalui pemindahan narapidana ke sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, mengungkapkan bahwa sebanyak 3.474 narapidana telah dipindahkan ke Nusakambangan sejak akhir 2024 hingga Oktober 2026. Pemindahan terbaru mencakup 313 narapidana yang diberangkatkan secara serentak dari Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Pemindahan narapidana ini merupakan bagian dari penataan sekaligus penguatan sistem pengamanan di lingkungan pemasyarakatan. Prosesnya mempertimbangkan tingkat risiko, pelanggaran, serta kebutuhan pembinaan masing-masing warga binaan,&#8221; ujar Tatan di Jakarta.<\/p>\n<p><strong>Klasifikasi Pengamanan Bertingkat di Nusakambangan<\/strong><\/p>\n<p>Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, menjelaskan bahwa pemindahan ke Nusakambangan bukan sekadar tindakan pengasingan. Kawasan ini memiliki infrastruktur pembinaan berjenjang berdasarkan tingkat risiko (<em>risk assessment<\/em>) warga binaan.<\/p>\n<p>Di Pulau Nusakambangan, terdapat empat tingkat pengamanan lapas:<\/p>\n<ul>\n<li>Super Maximum Security: Bagi narapidana risiko sangat tinggi (<em>high risk<\/em>).<\/li>\n<li>Maximum Security: Bagi narapidana dengan tingkat risiko tinggi.<\/li>\n<li>Medium Security: Bagi narapidana tahap pembinaan menengah.<\/li>\n<li>Minimum Security: Bagi narapidana persiapan asimilasi dan pembebasan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Adanya klasifikasi pengamanan ini memudahkan Ditjenpas dalam melakukan pengendalian, evaluasi perilaku, serta pembinaan yang terukur bagi para narapidana.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><strong>Penindakan Kasus Rutan Depok: 115 Warga Binaan Dipindah &amp; 5 Petugas Diperiksa<\/strong><\/p>\n<p>Dalam gelombang pemindahan terbaru, sebanyak 115 warga binaan berasal dari Rutan Kelas I Depok. Pemindahan ini merespons kasus video viral yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Tatan menegaskan bahwa penempatan warga binaan asal Rutan Depok di Nusakambangan disesuaikan dengan derajat pelanggaran masing-masing berdasarkan hasil asesmen. Langkah tegas ini ditujukan untuk memberikan efek jera dan penegakan disiplin.<\/p>\n<p>&#8220;Ini merupakan efek jera sekaligus peringatan. Kami tunjukkan kepada masyarakat bahwa kami tidak main-main dengan warga binaan yang melakukan pelanggaran, termasuk pegawai yang melanggar,&#8221; tegas Tatan.<\/p>\n<p>Tak hanya menyasar warga binaan, Ditjenpas juga menindak tegas aparat internal:<\/p>\n<ul>\n<li>5 Pegawai Diperiksa: Sebanyak lima pejabat\/petugas Rutan Depok yang terbukti lalai atau terlibat kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.<\/li>\n<li>Proses Hukum Pidana: Satu pegawai di antaranya telah diserahkan dan diproses hukum di Polres Depok, sementara empat pegawai lainnya diperiksa terkait tanggung jawab jabatan struktural.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tatan memastikan bahwa kebijakan pemindahan serta penindakan tanpa kompromi ini akan berlanjut demi menjaga integritas sistem pemasyarakatan di seluruh Indonesia. &#8220;Tidak ada toleransi,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/berita\/597473\/bukan-sekadar-efek-jera-ini-alasan-3-474-napi-dipindahkan-ke-nusakambangan\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus memperkuat sistem pengamanan dan penataan warga binaan melalui pemindahan narapidana ke sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, mengungkapkan bahwa sebanyak 3.474 narapidana telah dipindahkan ke Nusakambangan sejak akhir 2024 hingga Oktober 2026. Pemindahan terbaru mencakup 313 narapidana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":111027,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-111026","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111026"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111026\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}