{"id":110854,"date":"2026-10-07T08:55:13","date_gmt":"2026-10-07T01:55:13","guid":{"rendered":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/07\/openai-akan-beri-watermark-pada-teks-chatgpt-di-uni-eropa-edit-10-persen-kata-bisa-lemahkan-deteksi\/"},"modified":"2026-10-07T08:55:13","modified_gmt":"2026-10-07T01:55:13","slug":"openai-akan-beri-watermark-pada-teks-chatgpt-di-uni-eropa-edit-10-persen-kata-bisa-lemahkan-deteksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/2026\/10\/07\/openai-akan-beri-watermark-pada-teks-chatgpt-di-uni-eropa-edit-10-persen-kata-bisa-lemahkan-deteksi\/","title":{"rendered":"OpenAI Akan Beri Watermark pada Teks ChatGPT di Uni Eropa, Edit 10 Persen Kata Bisa Lemahkan Deteksi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<p>JAKARTA &#8211; OpenAI akan mulai memberi watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex di Uni Eropa untuk memenuhi aturan transparansi dalam EU AI Act. Fitur itu akan diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan.<\/p>\n<p>Menurut TechCrunch, dikutip Selasa, 6 Oktober, watermark akan diterapkan kepada pengguna ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di semua paket di Uni Eropa. Pengembang yang menggunakan API OpenAI di seluruh dunia juga sudah dapat mengaktifkannya untuk model tertentu, tetapi fitur tersebut tidak aktif secara bawaan.<\/p>\n<p>Watermark ini bukan tanda, logo, atau tulisan yang bisa dilihat pembaca. Sistem bekerja dengan sedikit mengarahkan pilihan kata model sehingga terbentuk pola tertentu yang dapat dikenali alat pendeteksi.<\/p>\n<p>Karena pola itu melekat pada susunan kata, watermark tetap ikut terbawa ketika teks disalin dan ditempel. OpenAI menyebut fitur tersebut tidak mengidentifikasi pengguna dan tidak menimbulkan perubahan berarti pada kinerja model.<\/p>\n<p>Namun, watermark ini tidak kebal terhadap penyuntingan. Dalam salah satu pengujian OpenAI, penggantian 10 persen kata dengan sinonim membuat tingkat deteksi turun dari sekitar 92 persen menjadi 66 persen.<\/p>\n<div>\n<p class=\"my-3\" style=\"text-align: center !important\">\n        <iframe id=\"ae03fa89\" name=\"ae03fa89\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=a36f8217&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=61&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a36f8217\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n    <\/p>\n<div class=\"my-3 text-center\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 d-flex align-items-center justify-content-center\">\n                <iframe style=\"display:block\" id=\"ab424a17\" name=\"ab424a17\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/afr.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" frameborder=\"0\" scrolling=\"no\" width=\"300\" height=\"250\" allow=\"autoplay\"><a href=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/ck.php?n=aab3ec5c&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE\" target=\"_blank\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload\" src=\"https:\/\/ads.sibernetworks.com\/www\/delivery\/avw.php?zoneid=15&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aab3ec5c\" alt=\"\"\/><\/a><\/iframe>\n            <\/div>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p>Teks pendek, jawaban matematika, dan hasil terjemahan juga lebih sulit dideteksi. Karena keterbatasan tersebut, akses awal terhadap alat pendeteksi hanya diberikan kepada peneliti dan organisasi ahli yang telah disetujui.<\/p>\n<p>\u201cKeterbatasan ini menjadi salah satu alasan kami memutuskan untuk memberikan akses awal terhadap alat pendeteksi hanya kepada peneliti dan organisasi ahli yang telah disetujui, yang dapat membantu kami mengevaluasi keandalan serta penggunaan yang bertanggung jawab,\u201d kata OpenAI.<\/p>\n<p>Metode watermark yang digunakan disebut textGrain. OpenAI mengembangkannya bersama peneliti dari University of Pennsylvania dan Yale. Metode itu menggunakan kunci rahasia untuk mengelompokkan pilihan kata berikutnya yang diprediksi model sehingga pola tertentu dapat dikenali pada teks yang dihasilkan.<\/p>\n<p>OpenAI juga mengingatkan bahwa tidak ditemukannya watermark tidak otomatis berarti sebuah tulisan dibuat manusia. Teks bisa terlalu pendek, sudah banyak diedit, atau berasal dari sistem AI perusahaan lain.<\/p>\n<p>\u201cWatermark dapat menunjukkan bahwa sistem OpenAI menghasilkan atau memproses sebagian dari suatu teks, tetapi tidak menunjukkan seberapa besar pertimbangan, penyuntingan, atau kreativitas manusia yang terlibat,\u201d kata perusahaan.<\/p>\n<p>OpenAI belum menjadikan watermark teks sebagai standar global. Langkah ini berbeda dengan Anthropic yang dua bulan sebelumnya mengumumkan watermark untuk teks buatan Claude dan menerapkannya di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Keputusan Anthropic sempat mendapat penolakan dari sebagian pengguna Claude. Mereka beralasan manusia tetap memberikan instruksi, konteks, dan keputusan, sementara AI hanya digunakan sebagai alat.<\/p>\n<p>OpenAI sebenarnya pernah mengembangkan watermark teks sebelumnya. The Wall Street Journal pada 2024 melaporkan peluncurannya sempat ditahan, antara lain karena kekhawatiran pengguna akan beralih ke layanan pesaing yang tidak memasang watermark.<\/p>\n<p>Anthropic, Google, Meta, Microsoft, dan OpenAI termasuk perusahaan yang berkomitmen mengikuti kode praktik Uni Eropa mengenai transparansi konten buatan AI.<\/p>\n<p>                                    <a href=\"https:\/\/www.google.com\/preferences\/source?q=https:\/\/voi.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"&#10;    display:flex;&#10;    align-items:center;&#10;    justify-content:space-between;&#10;    gap:16px;&#10;    padding:14px 16px;&#10;    margin:20px 0;&#10;    border:1px solid #e5e7eb;&#10;    border-radius:14px;&#10;    background:#ffffff;&#10;    text-decoration:none;&#10;    max-width:480px;&#10;    box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,.08);&#10;  \"><\/p>\n<div style=\"display:flex;align-items:center;gap:12px;\">\n<div>\n<p>\n        Add VOI as a Preferred Source\n      <\/p>\n<p>\n        Follow VOI news updates across Google.\n      <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p>\n    +\n  <\/p>\n<p><\/a><\/p><\/div>\n<p><script>\n      !function(f,b,e,v,n,t,s)\n      {if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?\n      n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};\n      if(!f._fbq)f._fbq=n;n.push=n;n.loaded=!0;n.version='2.0';\n      n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;\n      t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];\n      s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window, document,'script',\n      'https:\/\/connect.facebook.net\/en_US\/fbevents.js');\n      fbq('init', '243878556852666');\n      fbq('track', 'PageView');\n    <\/script><br \/>\n<br \/><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/voi.id\/teknologi\/597357\/openai-akan-beri-watermark-pada-teks-chatgpt-di-uni-eropa-edit-10-persen-kata-bisa-lemahkan-deteksi\">Sumber <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; OpenAI akan mulai memberi watermark tak terlihat pada teks yang dihasilkan ChatGPT dan Codex di Uni Eropa untuk memenuhi aturan transparansi dalam EU AI Act. Fitur itu akan diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan. Menurut TechCrunch, dikutip Selasa, 6 Oktober, watermark akan diterapkan kepada pengguna ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di semua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":110855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-110854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business"],"relative_dates":{"created":"5 hours ago","modified":"5 hours ago"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fokusberitaindonesia.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}